Sekelompok aktivis wanita dari Universitas Beijing China melakukan aksi protes di depan toilet umum pria di Guangzhou. Mereka menuntut keadilan atas perbedaan panjang antrian yang selalu terjadi antara toilet pria dan toilet wanita.
Menurut para aktivis, pria di China selalu bisa keluar masuk toilet dengan mudah sementara wanita harus mengantri lama sebelum bisa masuk ke toilet. Hal tersebut disebabkan oleh berbedanya waktu yang dibutuhkan oleh pria dan wanita dalam menggunakan toilet. Berdasarkan laporan dari Majalah Time, wanita menghabiskan waktu 90 detik di dalam toilet sementara pria hanya 30 detik.
Aktivis wanita tersebut menuntut agar pemerintah China menerapkan sistem pembagian toilet yang sama seperti Hong Kong. Beberapa negara termasuk Hong Kong dan AS memang membangun toilet umum untuk pria dan wanita dengan perbandingan 1 : 1,5. Sebelumnya, pemerintah China mempertimbangkan rencana konversi toilet pria untuk wanita guna mengatasi masalah tersebut.
Aksi protes tersebut ramai dibicarakan di situs microblogging mirip Twitter di China. Sebagian merasa terhibur dengan gerakan pendudukan toilet itu, namun sebagian lainnya merasa prihatin. Seorang pengguna internet China yang merasa malu dengan aksi tersebut menuliskan bahwa penduduk Amerika Serikat melakukan aksi pendudukan Wall Street, sementara penduduk China melakukan aksi pendudukan toilet.
via The Wall Street Journal : Men’s Bathroom ‘Occupied’ in Protest Over Chinese Toilet Inquity
Berita terkait:









