
The Dark Knight Rises
Peristiwa penembakan yang terjadi saat pemutaran perdana film Batman, the Dark Knight Rises, yang menewaskan 12 orang dan 58 orang terluka, membuat publik Amerika Serikat hari ini (21/7/2012) mengibarkan bendera setengah tiang sebagai ungkapan berkabung.
Presiden AS Barack Obama yang menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang tersebut mengungkapkan bahwa saatnya untuk berdoa dan merenung. Obama juga menyerukan kepada kantor-kantor pemerintah untuk tetap mengibarkan bendera setengah tinga hingga Rabu depan.
Trgedi penembakan yang terjadi di kota Aurora, Colorado itu dilakukan oleh seorang pria yang menggunakan masker gas dan baju anti peluru. Pelaku yang diketahui bernama James Holmes, 24 tahun, yang mengaku sebagai Joker si musuh Batman itu melemparkan gas air mata ke tengah kerumunan penonton, lalu menembaki kerumunan tersebut.
Gubernur Colorado John Hickenlooper mengkonfirmasikan bahwa kepolisian setempat telah menangkap si pelaku dan akan dihadirkan di pengadilan distrik wilayah Arapahoe, di dekat Centennial, Colorado, pada Senian 09:30 waktu setempat.
Adapun di antara para korban terdapat tiga orang warga negara Indonesia. Menurut Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles, para korban adalah satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang merupakan penduduk Aurora.
Para korban tersebut adalah Anggiat M Situmeang (45) yang menderita luka memar di mata sebelah kiri akibat serpihan dinding. Lalu istrinya, Rita Paulina Silalahi (45), menderita luka di lengan dan kakinya. Kemudian anak mereka, Prodeo Et Patria Situmeang (15), yang menderita luka tembak di punggung bawah kiri.
Berita terkait:







