
Logo Pertamina
Untuk memenuhi kebutuhan akan minyak dalam negeri, saat ini Indonesia setiap harinya mengimpor sekitar 400 ribu barel minyak mentah dan 500 ribu barel minyak jadi yang terdiri dari premiun, solar dan minyak tanah.
Adapun cadangan minyak Indonesia sendiri terhitung hanya tersisa 4,3 miliar barel, yang menurut Wakil Direktur Reform Miner Institute Komaidi Notonegoro, cadangan minyak tersebut hanya untuk 10 sampai dengan 12 tahun lagi. Artinya, kian hari impor minyak Indonesia akan kian bertambah. Dengan demikian, alokasi dana subsidi BBM yang dikeluarkan pemerintah juga akan membengkak. Saat ini produksi minyak mentah dalam negeri hanya mencapai 900.000 barel per hari.
Indonesia, menurut Komaidi, memang memiliki 50 miliar cadangan minyak yang belum tergali. Akan tetapi dibutuhkan biaya sangat tinggi dan teknologi tinggi pula untuk eksplorasi di bidang migas. Investor yang sudah menanamkan dana triliunan pun belum tentu nanti mendapatkan jumlah minyak yang sesuai. Untuk itu pemerintah perlu memperbaiki iklim investasi migas dan memberi regulasi yang jelas.
Sementara itu Ketua Umum Aliansi Rakyat untuk Perubahan Rizal Ramli berpendapat, bahwa harga BBM tidak perlu dinaikkan. Yang harus dilakukan pemerintah adalah memberantas mafia impor minyak. Menurutnya, setiap hari negara dirugikan Rp 20 miliar rupiah karena ulah mafia impor minyak ini.
Berita terkait:







