
Shanghai
Pemerintah China akan mengintensifkan kembali kebijakan moneternya sebagai langkah antisipasi melambatnya perekonomian negeri tersebut.
Hal ini disampaikan Perdana Menteri China, Wen Jiabao, selang empat hari setelah bank sentral China memutuskan untuk menggunting tingkat suku bunga acuan untuk yang kedua kali dalam bulan ini. Pemerintah juga terus mengontrol sektor properti untuk mencegah kenaikan harga rumah.
Dalam tiga tahun belakangan, perekonomian China diperkirakan akan terus melambat, seiring dengan ancaman krisis perekonomian global dan terhambatnya pertumbuhan lapangan kerja di AS. Badan Moneter Internasional (IMF) pada pekan depan kabarnya akan menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi global tahun ini.
Peng Wensheng dan Zhao Yang, dua ekonom International Capital Corp mengungkapkan, dibutuhkan pelonggaran kebijakan moneter untuk menghadapi resiko penurunan pertumbuhan ekonomi. Kedua ekonom ini yakin bahwa bank sentra utama dunia dalam beberapa bulan ke depan akan mengambil kebijakan konvensional dan tidak konvensional dengan dengan melonggarkan persyaratan moneter dan mendongkrak pengucuran kredit perbankan.
Sementara itu untuk bulan Juni lalu, inflasi negeri Panda itu tercatat turun menjadi 2%, yang lebih rendah dari Mei yang sebesar 3%. Penurunan laju inflasi tersebut disebabkan harga makanan, salah satunya harga daging babi yang turun 12,2% dibanding tahun lalu.
Berita terkait:







