
Logo Coca-Cola
Coca-Cola Company, perusahaan minuman ringan yang berbasis di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, pada kuartal kedua tahun ini berhasil membukukan laba melampaui estimasi para analis, yakni sebesar US$ 2,79 miliar atau sekitar US$ 1,21 per saham. Capaian laba ini disokong kenaikan harga produk Coca-Cola di Amerika Utara.
Catatan laba ini belum termasuk beberapa item. Secara keseluruhan laba Coca-Cola mencapai US$ 1,22 per saham, yang lebih tinggi dari estimasi rata-rata para analis pada angka US$ 1,19. Bonnie Herzog, analis dari Wells Fargo & Co menyebutkan, Coca-Cola kembali menyampaikan laporan kinerja yang cukup solid dan lebih baik dari perkiraan di tengah kondisi makro yang semakin berat.
Chief Executive Officer Coca-Cola, Muhtar Kent, pada tahun lalu menaikkan harga jual disebabkan tingginya pengeluaran untuk bahan baku. Harga jual Coca-Cola naik 3% di Amerika Utara seiring dengan naikknya harga minuman ringan sebesar 5% pada kuartal kedua tahun ini.
Adapun pendapatan Coca-Cola pada periode April-Juni 2012 naik 2,7% menjadi US$ 13,1 miliar. Pendapatan ini didukung oleh volume minuman yang terjual secara global yang naik 4%. Sementara untuk pasar China naik 7%, dan untuk pasar Eropa malah turun 4%.
Berita terkait:







