Cut-loss atau memotong kerugian, yang disebut juga stop-loss atau stop kerugian, adalah tindakan menjual (menutup posisi) saham yang rugi. Oleh karena di Bursa Efek Indonesia biasanya sulit untuk melakukan short sell, maka pemain saham di Indonesia umumnya membuka saham dengan membeli dan menutup dengan menjual.
Kita ulangi lagi, Cut artinya potong, Loss artinya rugi. Cut-Loss = memotong kerugian atau membatasi kerugian yg bertujuan untuk meminimalkan kerugian anda dan melindungi modal anda.
Cut-loss penting karena saham yang kita beli tidak ada jaminan akan naik terus. Kalau sudah turun, saham bisa saja turun banyak lalu naik sedikit dan lalu turun lebih banyak lagi. Kalaupun akhirnya naik, belum tentu saham itu naik mencapai harga beli kita. Maka cut-loss ini berfungsi seperti sekring yang memutuskan aliran listrik tegangan tinggi yang berpotensi membawa bencana. Dengan cut-loss, kita menjual sebelum saham meluncur bebas dan menyeret kita ke dalam bahaya.
Ada beberapa alasan mengapa melakukan cut-loss:
1. Tak mengenal saham yang dibeli/ tidak tahu isinya. Dari sekian banyak saham yang listing di bursa, berapa banyak yang fundamentalnya kita pahami? Untuk saham-saham yang tidak jelas, valuasi mahal, tidak liquid, yang dibeli hanya berdasarkan rumor, sebaiknya dicut-loss. Jangan berspekulasi dengan kucing dalam karung.
2. Saham yang dibeli dalam posisi puncak atau down trend. Belakangan banyak saham yg membuat new high, rekor tertinggi baru, namun tidak lama kemudian saham-saham ini turun, terus turun di hari berikutnya, lalu terjadi pembalikan arah trend. Perlu diperhatikan support resistance saham-saham seperti ini. Tak perlu ragu untuk membuat Exit plan sebelum masuk. Cut-loss point penting.
3. Faktor Teknikal. Bila telah memenuhi syarat analisa untuk dilepas, sebaiknya dicut-loss dan beralih ke saham-saham yang lebih berpeluang.
4. Faktor Fundamental. Perubahan Fundamental perusahaan sangat mempengaruhi prospektif sahamnya. Valuasi sangat penting bagi kaum fundamentallis Setiap perubahan fundamental yg signifikan, mempengaruhi sahamnya. Saham-saham akan mengikuti valuasinya, khususnya yg blue chips.
Berbagai cara melakukan Cut loss :
1. Cut loss bertahap. Cut loss sebagian dulu, apabila sahamnya rebound nanti cut loss lagi. Kalaupun turun lagi, cut loss sudah dilakukan sebagian
2. Cut loss untuk switching. Cut loss saham loser, lalu masuk ke saham yg berpeluang bagus untuk naik.
3. Cut loss sebagai trading sell. Banyak yg tidak tega Cut loss karena ruginya sudah terlanjur banyak. Padahal ia sadar kalau saham itu masih akan terus turun dan tak tahu naiknya kapan.
Dua hal terpenting dalam praktek cut loss:
1. Tentukan harga cut-loss waktu membuka posisi/membeli, agar psikologi Anda tidak terpengaruh oleh emosi dan pergerakan pasar.
2. Setelah membeli, titik cut-loss boleh diubah, tapi tidak ke arah yang berpotensi merugikan lebih besar. Jika waktu membeli di Rp 100 dan mementukan cut-loss di Rp 95, titik cut loss boleh diubah ke Rp 96, tapi tidak boleh ke Rp 94.
Yang harus diperhatikan, cut-loss ibarat sebuah sarana antisipasi akan bahaya yang bisa tiba-tiba datang mengancam. Cukup berhati-hati dan waspada dan bukan berarti kemudian harus cut-loss semua transaksi yang Anda dimiliki.
Berita terkait:







