General Motor Co, produsen otomotif yang berbasis di Amerika Serikat dengan sejumlah merek seperti Chevrolet, Cadillac, GMC, Holden, Isuzu, Daewoo, dan Opel, pada kuartal kedua tahun ini membukukan laba bersih sebesar US$ 1,5 miliar. Angka tersebut turun dibandingkan capaian periode sama tahun lalu sebesar US$ 2,5 miliar.
General Manager Chairman and Chief Executive Officer General Motor Co, Dan Akerson mengatakan, penurunan laba bersih di periode ini disebabkan oleh penguatan mata uang dollar AS terhadap mata uang utama lain.
Sementara itu laba sebelum bunga dan pajak (earnings before interest and taxes atau EBIT) yang telah disesuaikan pada kuartal kedua tahun ini mencapai US$ 2,1 miliar, yang juga lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 3,0 miliar. Adapun total likuiditas perusahaan hingga akhir kuartal kedua tahun ini mencapai US$ 38,5 miliar. Sedangkan posisi kas dan surat berharga sebesar US$ 32,6 miliar yang berhasil naik dari sebelumnya US$ 31,5 miliar.
Akerson menjelaskan, pihaknya terus bekerja lebih keras menghadapi persaingan di tengah kondisi perekonomian yang sulit terutama untuk pasar kawasan Eropa dan Amerika Selatan. General Motor Co setidaknya masih bisa meraih profitabilitas dalam 10 kuartal secara berturut-turut, yang merupakan tonggak sejarah bagi perusahaan karena belum pernah dicapai dalam satu dekade terakhir ini.
Berita terkait:








