Indosurya:
Pada perdagangan Senin (12/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.704-3.732 dan resistance 3.784-3.808. IHSG membentuk hammer . Posisi candle kembali menyentuh middle bollinger bands . MACD masih tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William’s %R, dan Stochastic reversal setelah gagal menembus area overbought. Meski secara indikator teknikal, IHSG masih berada di sekitar area overbought namun, dengan bertahannya sentimen positif diharapkan bisa membuat IHSG masuk dalam tren bullishnya yang sebelumnya selalu tertahan.
Asosiasi Ananlis Efek Indonesia :
Saham-saham di sektor ritel, secara historis, selalu terpengaruh positif oleh spending konsumsi pada hari raya termasuk Natal dan Tahun Baru. Tapi hanya tiga saham di sektor ini yang menarik yakni RALS, MAPI, dan MPPA. Oleh karena pertumbuhan laba ketiga emiten itu masih cukup tinggi. Secara teknikal, saham-saham tersebut bisa dibeli untuk target akhir 2011.
HD Capital :
IHSG pada awal pekan Senin (12/12) berpotensi menembus resistan seiring kabar baik dari Amerika dan Eropa. Pilih saham blue chips, terutama perbankan yang belum ikut rally IHSG. Emiten perbankan yang big maupun small cap serta properti patut dilirik untuk akumulasi. Seperti Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Sebab, emiten-emiten di sektor itu belum mengikuti rally bursa saham.
Valbury Asia Securities :
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat dengan level 3.730-3.875 pada perdagangan saham Senin (12/12). Data ekonomi Amerika Serikat positif ditambah upaya bank sentral Eropa untuk menyelesaikan krisis utang Eropa dapat menjadi pendorong IHSG.
Irwan Ariston Napitupulu :
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada pembukaan awal pekan ini (12/12). Akhir pekan lalu (9/12), indeks terkoreksi 0,59% ke posisi 3.759,61. Namun, jika dibandingkan dengan bursa saham di kawasan regional lainnya, IHSG masih terbilang turun tipis. sentimen positif dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa pada akhir pekan lalu akan berpotensi meramaikan aksi beli oleh investor.
Berita terkait:







