Ekspor Indonesia mengalami defisit dalam tiga bulan berturut-turut pada kuartal kedua tahun 2012 ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penurunan yang terjadi secara berturut dalam tiga bulan pada satu periode baru kali ini terjadi dalam sejarah neraca perdagangan Indonesia.
Nilai ekspor Juni 2012 ini adalah sebesar US$ 15,36 miliar, yang turun 8,70% dibanding ekspor Mei sebelumnya yang sebesar US$ 16,83 miliar, dan turun 16,44% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Defisit Juni ini mencapai US$ 1,33 miliar, lebih tinggi dibanding bulan Mei yang tercatat US$ 485,9 juta dan US$ 764 juta pada April 2012.
Untuk bulan Juni ini, ekspor migas turun 25,12% menjadi US$ 2,79 miliar, sedangkan ekspor non migas turun 4,04% menjadi US$ 2,58 miliar.
Adapun negara yang menjadi tujuan ekspor terbesar adalah China dengan nilai ekspor US$ 10,45 miliar, Jepang US$ 8,72 miliar dan Amerika Serikat US$ 7,46 miliar, ASEAN US$ 15,46 miliar dan Uni Eropa US$ 9,01 miliar.
Total ekspor periode Januari hingga Juni 2012 turun 1,76% menjadi senilai US$ 96,88 miliar, di mana sektor pertanian turun 1,35% dan industri -4,85%.
Sementara itu Badan Pusat Statistik juga mencatat, impor untuk bulan Juni naik 10,71% dengan negara pengimpor terbesar adalah China dengan nilai impor US$ 14,49 miliar, Jepang US$ 11,78 miliar, Thailand US$ 5,76 miliar, ASEAN US$ 16,18 miliar dan Uni Eropa US$ 6,68 miliar.
Berita terkait:








