
Perdana Menteri China, Wen Jibao
Perekonomian Cina saat ini berada pada fase paling lambat dalam rentang waktu tiga tahun terakhir. Pada bulan Juni lalu, nilai investasi asing yang masuk ke China telah merosot sebesar 6,9% menjadi hanya US$ 12 miliar. Perdana Menteri China, Wen Jibao, mengakui tekanan ekonomi yang sedang menimpa negaranya.
Wen Jibao mengatakan, peningkatan investasi menjadi sangat penting untuk menstabilkan perekonomian. Dalam hal ini pemerintah telah mengambil kebijakan melalui Bank Sentral China untuk memangkas bunga acuan utama sebanyak dua kali dalam satu bulan.
Secara keseluruhan nilai investasi asing yang masuk ke China sepanjang enam bulan pertama tahun ini menurut data Departemen Perdagangan China telah terpangkas 3% menjadi US$ 59,1 miliar.
Merosotnya nilai investasi yang masuk ke negeri dengan cadangan devisa terbesar di dunia itu terkait erat dengan krisis yang melanda kawasan Eropa. Juru bicara kementrian Shen Danyang mengungkapkan, krisis utang Eropa harus bisa segera diselesaikan sebagai langkah pemulihan ekonomi dunia.
Meski demikian, nilai investasi yang datang dari Eropa ke China justru naik 1,6% pada Juni lalu menjadi US$ 3,5 miliar. Adapun salah satu penyebab turunnya investasi asing yang masuk ke China disinyalir adalah akibat pengetatan sektor properti yang dilakukan pemerintah China.
Berita terkait:







