
Banjir
Tingginya curah hujan yang melanda kawasan barat daya Jepang pada Sabtu (14/7/2012), membuat sekitar 250.000 warga diminta meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi demi menghindari banjir dan tanah longsor.
Media Jepang melaporkan , setidaknya 20 orang tewas dan 7 orang hilang di wilayah administrasi Kumamoto dan Oita akibat tanah longsor atau banjir, serta 164.000 penduduk dari sekitar 58.000 rumah tangga di Pulau Kyushu mengungsiĀ dari rumah mereka, sebagaimana yang dilansir antara. Sementara di Fukuoka sekitar 121.000 warga dari 41.000 rumah tangga telah diperintahkan untuk mengungsi.
Badan Meteorologi Jepang memperingatkan adanya hujan lebat hingga 80 milimiter per jam di kawasan utara Kyushu. Sedangkan di kota Aso, curah hujan yang terjadi selama 72 jam menyebabkan kenaikan debit air lebih dari 75 centimeter.
Tanggul-tanggul di sejumlah sungai telah jebol. Televisi Jepang menayangkan air berlumpur yang bercampur puing-puing menerjang perumahan, seperti yang dilansir BBC. Bahkan di sekitar sungai Yamakuni di Prefektur Oita, ketinggian banjir sempat mencapai atap rumah, namun kemudian air surut. Para pejabat cuaca Jepang mengatakan hujan tersebut belum pernah terjadi sebelumnya.
Berita terkait:







