
kiri ke kanan: Barrack Obama, Jose Manuel Barosso, Angela Merkel, Nicolas Sarkozy
Dua negara ekonomi terbesar di zona euro, Jerman dan Prancis, mempertimbangkan untuk membentuk zona euro yang lebih terintegrasi dengan ruang lingkup yang lebih sempit.
Artinya, kedua negara tersebut merencanakan untuk mengeluarkan satu atau beberapa negara yang dirasa kurang berkeinginan atau bahkan tidak cukup layak untuk menjadi bagian dari zona euro.
Meskipun demikian, seorang pejabat Uni Eropa menyatakan bahwa rencana tersebut hanya sebatas ide, namun belum ada perbincangan lebih lanjut tentang pelaksanaan secara teknis.
Perbincangan mengenai rencana pengurangan anggota euro tersebut sebenarnya terungkap dalam KTT G-20 minggu lalu, ketika Jerman dan Prancis mengungkapkan kemungkinan untuk mengeluarkan Yunani dari anggota euro terkait keputusan referendum yang dikemukakan oleh Perdana Menteri Yunani, George Papandreou.
Presiden Komisi Eropa di Berlin, Jose Manual Barosso, mengungkapkan pandangannya tentang rencana pengurangan anggota euro. Menurutnya, Jerman dan negara-negara lainnya akan mengalami kerugian besar jika rencana tersebut benar-benar dilaksanakan. Salah satu dampaknya ialah kemungkinan akan merosotnya GDP Jerman akibat hilangnya sekitar 1 juta lahan pekerjaan.
Berita terkait:








