
Produk Apple
Apple Inc. pada semester pertama tahun ini berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 35 miliar, yang meningkat 23% dari pendapatan pada semester pertama tahun lalu. Meski demikian, capaian tersebut masih dibawah proyeksi para analis pasar modal.
Para analis di Wall Street sebelumnya memprediksi bahwa Apple di periode ini bakal meraih pendapatan hingga US$ 37 miliar. Seiring dengan naiknya pendapatan, pada periode ini laba bersih Apple juga meningkat 21% dari tahun sebelumnya menjadi sebesar US$ 8,8 miliar. Masih lebih rendah 10% dari proyeksi para analis.
Gara-gara kinerja yang tidak sesuai ekspektasi ini, saham Apple pun terpangkas lebih dari 5% menjadi US$ 570,81 pada perdagangan Selasa (24/7/2012). Manajemen Apple menjelaskan, kinerja yang meleset dari ekspektasi ini terjadi karena adanya penurunan penjualan untuk kawasan Eropa Barat.
Apple melihat bahwa banyak konsumen yang masih menahan diri membeli produk Apple sebagai antisipasi peluncuran iPhone baru pada September atau Oktober mendatang. Hingga ahir Juni tahun ini, Apple telah mengapalkan sekitar 26 juta iPhone. Angka tersebut lebih rendah dari prediksi para analis yang memperkirakan penjualan iPhone bisa mencapai 28 juta hingga 29 juta unit.
Kinerja Apple yang tidak sesuai harapan ini merupakan yang kedua kali setelah di kuartal pertama lalu juga mengalami nasib yang sama. Para analis menilai penurunan kinerja tersebut menggambarkan bahwa daya tahan merek Apple terhadap kondisi ekonomi semakin berkurang, di mana kondisi ekonomi yang buruk secara otomatis akan menurunkan permintaan produk Apple. Selain itu, Apple juga diperhadapkan oleh tantangan berat dari para pesaingnya.
Berita terkait:







