
Logo Facebook
Facebook saat ini diperhadapkan oleh ancaman menurunnya jumlah pemasang iklan, setelah sebuah perusahaan startup kecil, Limited Run, memutuskan untuk menghapus Fan page Facebook-nya dan tidak lagi memasang iklan di jejaring sosial tersebut dengan alasan bahwa ‘klik’ yang diterima lewat iklan yang dipasangnya di Facebook ternyata bukan berasal dari pengguna sungguhan melainkan bot (mesin).
Limited Run telah melakukan analisa mendalam terhadap trafik yang diterima dari Facebook dengan menggunakan berbagai layanan analisis seperti Click, Google Analytics, Page Logger serta membuat tool analisis sendiri. Dalam temuannya, 80% klik iklan mereka di Facebook dihasilkan oleh mesin, di mana klik tersebut tidak menggaktifkan JavaScript hingga sulit diversifikasi. Limited Run beralasan, jumlah pengguna internet yang tidak mengaktifkan JavaScript biasanya hanya berkisar 1% hingga 2%.
Sementara Limited Run membayar biaya iklan ke Facebook berdasarkan jumlah klik pada iklan yang mengarahkan pengguna ke situs Limited Run. Meski demikian, Limited Run tidak menuduh Facebook berada di belakang kejadian klik iklan palsu ini, karen bisa jadi kejadian tersebut dilakukan oleh saingan Limited Run sendiri yang menjalankan Denial of Service (DOS) attack untuk menaikkan ongkos iklan perusahaan.
Menanggapi hal tersebut, Facebook mengaku tengah menginvestigasi klaim dari Limeted Run itu. Sebelumnya pada awal bulan ini BBC pernah melakukan investigasi dan menemukan bahwa banyak akun-akun palsu yang terotomisasi di Facebook, yang dijalankan dengan software khusus untuk me’like’ laman Fan page atau iklan yang bertujuan memberi kesan sukses kepada pemasang iklan.







