Beberapa sistem trading cukup berhasil bagi sebagian orang tapi tidak untuk yang lainnya. Ada banyak sistem trading yang bagus, namun banyak pula yang gagal menggambarkan bagaimana sebenarnya trading saham bekerja.
Saat ini ada sebuah sistem yang cukup fenomenal. Namanya Profitunity Trading System, yang juga dikenal dengan naman Trading Chaos System atau Alligator System (Indikator Buaya). Sistem trading ini diperkenalkan oleh Bill Williams, seorang trader saham nomer 2 di dunia.
Bill William mengembangkan konsep trading yang unik dengan menggabungkan psikologi trading dengan Theory Chaos dan efek istimewa yang terjadi di dalam market. Dia berpendapat bahwa keuntungan dari trading dan investing ditentukan oleh psikologi manusia dan bahwa setiap orang bisa menjadi seorang trader/investor yang profitable jika mereka memahami apa yang terjadi pada market yang bergerak acak.
Bill William mengatakan fundamental atau teknikal analysis tidak bisa menjamin hasil profit yang konsisten karena mereka tidak melihat keadaan yang sebenarnya dari market. Lebih lanjut, Bill William mengatakan bahwa trader kebanyakan rugi karena mereka mengandalkan tipe analisis yang berbeda-beda, di mana menjadi tidak berguna pada model dinamis nonlinear, yaitu pada market sesungguhnya.
Trading adalah permainan psikologi, cara untuk merealisasikan diri dan pengetahuannya, jadi cara terbaik untuk menjadi sukses yaitu mencari gaya trading anda sendiri, mengenal trading anda dengan baik dan menjalankannya apapun yang terjadi. Untuk itu, ada 2 aspek yang signifikan: pengetahuan tentang diri sendiri dan memahami struktur market itu sendiri.
Sistem Profitunity yang diciptakan Mr. Williams ini diakui trader-trader saham sebagai sistem trading yang sejajar dengan Western System Trading ataupun Japanesse Candlestick yang telah lebih dahulu dikenal ratusan tahun lamanya. Lantas, diantara ketiga sistem trading di atas, manakah yang terbaik?
Ketiganya sama baiknya, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Ada baiknya jangan digabung-gabung karena sistem yang mendasarinya berbeda.
Western Trading System biasa kita kenal dengan indikator-indikator yang lumayan banyak seperti MACD, RSI, Stochastic, Bollinger Band, Elliot Wave, Chart Pattern dan lain-lain.
Japanesse Candlestick merupakan sistem trading berdasarkan peperangan antara penjual dan pembeli yang dilambangkan oleh bentuk candlestick (lilin). Candlestick digunakan para pedagang beras di Jepang untuk mengamati dan menganalisis pergerakan harga beras di pasar. Kemudian metode ini di bawa dari Jepang dan diperkenalkan oleh Steve Nison sehingga akhirnya menjadi populer di kalangan para pedagang spekulatif, mulai dari saham hingga forex.
Sebagai tambahan informasi, Profitunity (Chaos) Trading System ini merupakan sistem trading yang LENGKAP, artinya anda tidak perlu melihat indikator-indikator lain karena sudah tercakup semua dalam satu PAKET TERPADU. Di dalam Profitunity Trading System ini sudah mencakup indikator-indikator yang mirip dengan Western Trading System (seperti Moving Average, Elliott wave, MFI, MACD, Stochastic) dan Candlestick.
Boleh dibilang Profitunity Trading System merupakan kombinasi Western Trading System dan Candlestick Trading System, ditambah dengan indikator-indikator baru ciptaan Bill Williams seperti Alligator, Awesome Oscillator, Fractal, Wiseman dan lain-lain.
Indikator-indikator baru ciptaan Mr. Williams ini dihasilkan dengan memakai super komputer untuk melakukan perhitungan dan riset bertahun-tahun lamanya sebelum dipublikasikan oleh Bill Williams dalam bentuk buku dan workshop.
Hasilnya spektakuler, di samping menjadikan Bill Williams sebagai Tader nomer 2 di dunia, buku-bukunya menjadi best seller dan banyak yang antri untuk mengikuti workshop saham beliau dengan biaya kursus ribuan dollar US.
Mungkin hal ini terdengar berlebihan. Namun begitulah faktanya. Ribuan bahkan mungkin puluhan ribu trader-trader di seluruh dunia menggunakan sistem Chaos Trading ini. Mereka disebut Profitunity Trader.
Berita terkait:







