
Uang Kertas Yen
Bank-bank di Jepang tidak menentukan saldo minimum atau mengenakan biaya bulanan untuk setiap rekening tabungan milik nasabah. Akibatnya, banyak rekening yang terlupakan atau ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya meski masih menyisakan sejumlah saldo.
Saat ini, jumlah saldo pada rekening yang terabaikan di bank-bank Jepang diperkirakan telah mencapai lebih dari US$1 milyar, sangat sayang untuk disia-siakan. Karena itu, pemerintah Jepang merencanakan untuk mengambil rekening yang tak digunakan selama 10 tahun atau lebih sebagai dana untuk meningkatkan perekonomian Jepang.
Rencana penarikan dana dari rekening terbengkalai disampaikan oleh Menteri Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Jepang Motohisa Furukawa. Menurut Furukawa, dana dari rekening tak terpakai tersebut bisa digunakan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong perkembangan bisnis baru.
Jika rencana tersebut dilaksanakan di Jepang, maka kemungkinan dana yang didapat oleh pemerintah etiap tahunnya bisa mencapai 20 hingga 30 milyar yen. Tak lama setelah rencana penggunaan rekening itu diumumkan, penduduk Jepang berbondong-bondong memeriksa rekening lamanya untuk menarik dana yang masih tersisa.
Pengambilan dana dari rekening yang terbengkalai telah dilakukan oleh pemerintah di berbagai negara termasuk Korea Selatan dan Inggris. Rata-rata, uang hasil penarikan rekening tersebut digunakan sebagai dana sosial ataupun modal pinjaman untuk bisnis yang baru berkembang.
via The Wall Street Journal : Startled Saver Seek to Save Forgotten Savings
Berita terkait:








