
Logo OECD
Organisation for Economic Co-operation and DevelopmentĀ (OECD) memprediksi, pada 2020 nanti jumlah lulusan perguruan tinggi (PT) atau sarjana di kawasan Asia akan melebihi jumlah sarjana di Amerika Serikat dan Eropa Barat. OECD memperkirakan lulusan perguruan tinggi di China yang berusia 25-34 tahun, akan mencapai 29% dari jumlah total lulusan perguruan tinggi di seluruh dunia, yang diperkirakan berjumlah 204 juta orang.
Sementara India akan menyalib Amerika Serikat yang akan mengalami penurunan lulusan perguruan tinggi paling besar, yakni hanya naik 11%. Sementara Rusia hanya naik sebesar 7%. Adapun Indonesia, akan berhasil mengungguli Jepang dengan kenaikan 6%. Sejak perang dunia kedua berakhir, jumlah lulusan perguruan tinggi terbesar berasal dari Amerika Serikat, Eropa Barat, Jepang, dan Rusia. OECD memandang, angka lulusan perguruan tinggi menjadi cermin kinerja ekonomi sebuah negara.
Saat ini China dan India telah menggeser dominasi Amerika Serikat, di mana para lulusannya tidak lagi bertumpu mencari pekerjaan di sektor manufaktur murah namun telah mampu bersaing di pasar kerja profesional di sektor teknologi dengan gaji tinggi dunia. Dalam catatan OECD, angka lulusan di Barat masih tetap tinggi, akan tetapi tidak secepat kenaikkan di China yang melonjak hingga lima kali lipat dalam satu dekade.
Berikut proyeksi lulusan perguruan tinggi pada 2020 versi OECD, seperti yang dikutip BBC :
1. China naik 29%.
2. India naik 12%.
3. AS naik 11%.
4. Rusia naik 7%.
5. Indonesia 6%.
6. Jepang 4%.
Berita terkait:







