
James Holmes
James Holmes yang mengaku sebagai Joker si musuh Batman, pelaku penembakan dalam pemutaran perdana The Dark Knight Rises, mulai menjalani sidang perdana pada Senin siang waktu setempat. Holmes memasuki ruang sidang pada pukul 9.30, dengan mengenakan baju tahanan berwarna merah dan rambut yang dicat orange.
Ia kemungkinan akan menerima 12 dakwaan terkait pembunuhan tingkat pertama, juga terancam dijerat dakwaan soal penyerangan dan kepemilikan senjata-senjata berbahaya. Kejaksaan secara resmi baru akan memasukkan dakwaan pada 30 Juli mendatang. Sementara itu Holmes akan ditahan di LP Centennial, Colorado tanpa kemungkinan bebas dengan jaminan.
Seorang jaksa mengatakan, sidang James Holmes ini kemungkinan besar akan berlangsung lama setidaknya selama satu tahun. Jaksa itu menambahkan kantor jaksa Carol Chambers tengah mempertimbangkan untuk memaksakan hukuman mati untuk Holmes. Akan tetapi hal tersebut masih harus dikonsultasikan dengan keluarga korban, seperti yg dikutip BBC.
Tragedi penembakan tersebut telah menewaskan 12 orang dan kemungkinan bertambah oleh karena dari 58 orang lainnya yang kini dirawat, sembilan orang diantaranya masih dalam keadaan kritis. Termasuk diantra korban yang tewas adalah seorang anak perempuan berusia enam tahun dan dua orang anggota militer AS.
Biro Penyelidik Federal (FBI) saat ini sedang mengumpulkan barang bukti dan para penyelidik mengatakan komputer yang ditemukan di dalam apartemen Holmes diharap bisa memberikan bukti-bukti penting. Holmes dibesarkan di San Diego dan pernah menjadi mahasiswa doktoral jurusan ilmu saraf di Universitas Colorado.
Berita terkait:







