Arsip : California

Facebook Diwajibkan Bayar US$10 Juta oleh Pengadilan AS

2:56 pm in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Tampilan Situs Facebook

Facebook Inc diwajibkan membayar US$10 juta oleh hakim pengadilan di California karena dianggap melanggar hak pengguna dengan menampilkan nama dan kesukaan pengguna Facebook untuk iklan.

Sebelumnya, 5 orang pengguna Facebook menggugat situs jejaring sosial tersebut ke pengadilan karena telah menampilkan nama dan informasi mengenai kesukaan mereka untuk iklan dalam fitur “Sponsored Stories” tanpa adanya kompensasi ataupun pilihan untuk menolak.

Dalam fitur “Sponsored Stories”, Facebook memang menampilkan nama, foto profil, beserta brand yang disukai oleh salah seorang pengguna Facebook di halaman Facebook milik temannya. Menurut Chief Operating Officer (COO) Facebook, Sheryl Sandberg, iklan “Sponsored Stories” bisa dua sampai 3 kali lebih bernilai dibanding iklan biasa karena mengandung semacam rekomendasi dari teman.

Hakim Pengadilan Distrik AS, Lucy Koh, menyatakan bahwa hukum California selama ini melindungi informasi mengenai nama dan kesukaan seseorang dari penggunaan oleh pihak-pihak tertentu demi keuntungan pribadi. Karena pelanggaran hukum tersebut, Facebook diharuskan membayar dana penyelesaian sebesar US$10 juta yang kemudian akan disumbangkan untuk kegiatan sosial.

via Reuters : Facebook to pay $10 million to settle suit

Siri Sebabkan Apple Dituntut Konsumen di California

12:01 pm in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Fitur Siri

Program asisten virtual milik yang ada pada iPhone 4S, Siri, kini membawa masalah bagi Apple. Seorang konsumen menuntut Apple di pengadilan California dengan tuduhan menampilkan iklan yang menyesatkan.

Sang penuntut, Frank M Fazio, mengaku kesal terhadap fitur Siri yang dianggap jauh berbeda dibanding kemampuan yang ditampilkan di iklannya. Menurut Frank, dalam iklan, berbagai aktivitas bisa dilakukan dengan mudah menggunakan bantuan dari fitur Siri, namun kenyataannya tidak seperti itu.

Frank mengeluh bahwa Siri seringkali tidak mengerti ketika ditanya mengenai arah jalan. Selain itu, Siri juga memerlukan waktu yang sangat lama untuk memberikan jawaban, bahkan jawaban yang diberikan sering salah. Menurut Frank, fitur asisten suara tersebut sangat kurang responsif di kehidupan nyata.

Ini bukanlah kali pertama Apple mendapat masalah terkait fitur Siri kebanggaannya. Pada bulan April lalu, seorang pengguna iPhone 4S bernama David Jones di Los Angeles, AS, mengajukan gugatan yang sama terhadap Apple karena merasa kesal dengan fitur Siri. Kedua penggugat fitur Siri tersebut sama-sama meminta ganti rugi dalam bentuk uang, namun keduanya tidak menyebutkan jumlah uang yang diminta.

via The Times of India : Apple sued over ‘misleading’ Siri ad

Ikan Tuna di AS Mengandung Radioaktif dari Fukushima

8:57 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Ikan Tuna

Hasil penelitian para ahli di Amerika Serikat menunjukkan bahwa ikan tuna yang ditangkap di California, AS, ternyata mengandung radioaktif cesium dari Fukushima, Jepang.

Radioaktif yang terkandung di dalam ikan tuna sirip biru tersebut disebabkan oleh kebocoran nuklir yang terjadi di Fukushima akibat bencana tsunami bulan Maret lalu. Meski demikian, kadar radioaktif di dalam ikan yang diteliti masih jauh di bawah batas bahaya sehingga aman untuk dikonsumsi.

Para ahli menyatakan bahwa hasil penelitian tersebut di luar dugaan sebab jarak antara Fukushima dan California sangat jauh. Menurut para ahli, penelitian untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa makhluk laut bisa menyebarkan radioaktif dalam jarak yang sedemikian jauh.

Dengan ditemukannya kadar radioaktif yang terkandung dalam ikan tuna sirip biru di California, terdapat kemungkinan bahwa makhluk-makhluk laut lainnya seperti ikan tuna albacore, kura-kura laut, serta hiu di wilayah AS juga mengandung radioaktif yang sama. Untuk itu, para ahli akan mulai mengadakan penelitian terhadap hewan-hewan tersebut pada musim panas tahun ini.

via The Wall Street Journal : U.S. Tuna Has Fukushima Taint

Google Raih Lisensi Mobil Tanpa Pengemudi di Nevada

10:47 am in AS, Berita, Highlight by Ririen Restya Sagita

Mobil Tanpa Pengemudi Google

Mobil tanpa pengemudi yang dikembangkan oleh Google akhirnya mendapatkan lisensi dari pemerintah negara bagian Nevada, Amerika Serikat.

Mobil tersebut telah menjalani proses pengujian dengan menempuh jarak sekitar 140 mil (225,3 kilometer) tanpa mengalami kecelakaan berarti. Hanya terdapat satu kejadian yaitu ketika mobil Google ditabrak dari belakang oleh mobil lain saat sedang berhenti di lampu merah.

Google mengembangkan mobil tanpa pengemudi dengan memodifikasi Toyota Prius, sebuah mobil hibrida besutan Toyota. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut menambahkan kamera video, sensor, serta laser, untuk menganalisa keadaan jalan dan mendeteksi rambu lalu lintas.

Menurut Direktur Departemen Kendaraan Bermotor Nevada, Bruce Beslow, kendaraan tanpa kemudi akan menjadi mobil masa depan. Nevada telah mengubah kebijakannya dengan mengeluarkan lisensi untuk  mobil tanpa pengemudi pada bulan Maret 2012. Negara bagian lainnya termasuk California kemungkinan akan segera mengikuti kebijakan tersebut.

Salah seorang anggota Senat California menyatakan bahwa kecelakaan mobil yang terjadi di AS lebih sering disebabkan oleh kesalahan pengemudi atau human error. Oleh karena itu, program komputer, sensor, laser, dan sistem lainnya yang digunakan oleh mobil tanpa pengemudi kemungkinan bisa lebih menjamin keamanan berkendara.

via  BBC News : Google gets Nevada driving license for self-driving car

Bahas Masalah Hak Paten, CEO Apple dan Samsung Akan Bertemu

10:34 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Samsung Galaxy S II dan iPhone 4S

Para petinggi Apple Inc dan Samsung Electronics Co akan bertemu guna menyelesaikan masalah hak paten yang membuat kedua perusahaan harus berhadapan dalam puluhan kasus persidangan di berbagai negara.

Kedua perusahaan teknologi tersebut telah sepakat untuk menghadiri konferensi penyelesaian yang dipimpin oleh hakim pengadilan California, salah satu pengadilan dimana Apple dan Samsung berseteru.

Selama ini, Apple dan Samsung bergantian menggugat rivalnya dengan tuduhan pelanggaran hak paten. Apple menuduh Samsung meniru desain dan beberapa teknologi pada iPhone dan iPad sementara Samsung balik menuding Apple dengan tuduhan telah menggunakan teknologi transmisi wireless milik Samsung tanpa izin.

Baik Apple maupun Samsung berupaya melarang penjualan produk smartphone dan tablet milik rivalnya. Selama ini, persidangan antara kedua perusahaan tersebut telah berlangsung di Amerika Serikat, Australia, Jerman, Perancis, Italia, dan lain sebagainya. Menurut seorang analis, di tengah ketatnya persaingan teknologi seperti saat ini, produsen cenderung menjadikan hak paten sebagai senjata untuk melumpuhkan saingannya.

via BBC News : Apple and Samsung chief to meet to sort patent dispute

Dituntut Yahoo, Facebook Balik Menggugat

8:48 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Logo Yahoo dan Facebook

Setelah digugat Yahoo karena dianggap melanggar 10 hak paten pada bulan Maret lalu, kini Facebook balik menuntut perusahaan pengelola situs portal tersebut.

Dalam tuntutannya, Facebook menyatakan bahwa Yahoo juga telah melanggar 10 hak paten miliknya. Beberapa hak paten Facebook yang telah dilanggar Yahoo adalah fitur tagging pada situs Flickr serta teknologi untuk menghubungkan sesama pengguna Flickr secara online.

Sementara itu, juru bicara Yahoo, Eric Bellman, menyatakan bahwa tuntutan balik yang diajukan Facebook terhadap Yahoo hanya membuktikan kelemahan Facebook dalam berhadapan dengan Yahoo di bidang hukum.

Sebelumnya, Yahoo menuntut Facebook di pengadilan San Jose, California, karena Facebook telah melanggar hak paten terkait metode pemasangan iklan secara online. Menurut Yahoo, sebelum Facebook menggunakan hak paten miliknya tanpa izin, perusahaan tersebut tidak mampu berbuat banyak di bidang online advertising.

Tuntutan yang dilakukan Yahoo terhadap Facebook terjadi di saat-saat krusial dimana Facebook akan melakukan penawaran saham perdana (IPO). IPO Facebook tersebut dikabarkan akan bernilai sekitar US$100 miliar yang menjadikannya sebagai IPO perusahaan internet terbesar sepanjang masa.

via Reuters : Facebook launches patent counterattack against Yahoo

Pengusaha AS Tak Boleh Minta Password Facebook Karyawannya

9:01 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Facebook

Pengusaha di Amerika Serikat diingatkan untuk tidak meminta password atau kata kunci Facebook milik calon karyawannya untuk melakukan proses seleksi tenaga kerja.

Peringatan tersebut disampaikan oleh anggota parlemen AS dan Kepala Petugas Privasi (Chief Privacy Officer) Facebook, Erin Egan. Anggota parlemen AS menyatakan bahwa mereka akan membuat Undang-Undang yang melarang perusahaan mengakses data pribadi milik karyawannya.

Sementara itu, dalam sebuah postingan di Facebook, Erin Egan menyampaikan bahwa Facebook bisa melakukan tuntutan hukum pada pengusaha yang meminta password Facebook milik karyawan ataupun calon karyawan.

Langkah tersebut diambil menyusul beredarnya kabar bahwa perusahaan mulai meminta informasi pribadi termasuk password Facebook untuk mengetahui karakter calon pegawainya melalui informasi pribadi seperti umur, orientasi seksual dan pandangan politik serta lewat foto-foto yang ada di Facebook.

Menurut seorang anggota Senat di California, pengusaha berhak mencari tahu tentang kemampuan bekerja calon pegawainya, namun mereka tak boleh mencari informasi dengan cara melanggar privasi milik para pelamar pekerjaan.

via Reuters : Facebook, lawmakers warn employers not to demand passwords

Dianggap Sebabkan Kanker, Coca Cola dan Pepsi Ubah Resepnya

11:11 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Coca Cola Kaleng

Coca Cola dan Pepsi memutuskan untuk mengubah resep minuman ringannya guna menghindari label peringatan bahaya kanker dari pemerintah California, AS.

Dalam resep baru tersebut, kedua perusahaan tersebut mengurangi kandungan zat 4-methylimidazole yang digunakan sebagai pewarna karamel produk-produk minumannya.

Pemerintah California memang telah mencantumkan zat tersebut ke dalam kategori karsinogen atau zat yang berpotensi menimbulkan kanker. Dalam sebuah percobaan, tikus yang telah mengkonsumsi zat 4-methylimidazole dalam jumlah tertentu terbukti mengidap kanker setelahnya.

Menurut perwakilan Coca Cola, Diana Garza-Ciarlante, pihak perusahaannya percaya bahwa produk-produk Coca Cola tidak menimbulkan bahaya kesehatan. Meski demikian, mereka tetap mengubah resep pewarnanya agar tidak menjadi sasaran sebuah penelitian ilmiah yang belum jelas.

Penelitian tersebut memang belum menjelaskan apakah manusia akan mengalami dampak yang sama dengan tikus tersebut jika mengkonsumsi zat serupa. Selain itu, Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS juga menegaskan bahwa seseorang harus minum 1.000 kaleng Coca Cola atau Pepsi untuk mendapatkan dosis 4-methylimidazole dalam jumlah yang dikonsumsi oleh tikus dalam percobaan tersebut.

Klarifikasi Coca-Cola Seputar Berita Perubahan Resep Pewarna Karamel

via BBC News : Coke and Pepsi alter recipe to avoid cancer warning label

Perseteruan Apple dan Proview Merambah ke AS

4:07 pm in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Pengadilan Tertinggi California

Setelah mengajukan gugatan terhadap Apple di beberapa pengadilan China, kini Proview  juga melayangkan gugatan terkait penggunaan label “iPad” di pengadilan California.

Proview menuding Apple telah melakukan penipuan ketika membeli label “iPad” tahun 2009 melalui salah satu anak perusahaannya. Sebelumnya, Proview telah mengalahkan Apple pada persidangan kasus tersebut di pengadilan Cina bagian Selatan. Apple telah mengajukan banding, dan persidangan selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 29 Februari nanti.

Dalam berkas gugatannya di California, Proview menyatakan pihak Apple yang telah membeli brand “iPad” berulang kali menegaskan tidak akan menggunakannya untuk bersaing dengan perusahaan China. Namun, mereka juga menolak untuk apa label tersebut akan digunakan.

Menurut beberapa ahli hukum, hasil dari kasus persidangan masalah label antara Proview dan Apple di pengadilan California kemungkinan akan berbeda dengan keputusan pengadilan di China. Kali ini, Apple memiliki keunggulan sebagai tuan rumah dimana persidangan dilakukan.

via Reuters : Apple China battle over iPad spreads to U.S.

2012, Facebook Rencanakan Angkat Ribuan Karyawan Baru

9:43 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Markas Facebook di Palo Alto, California

Sehubungan dengan rencananya untuk membuka penawaran pada publik, Facebook Inc akan membuka kantor teknis baru di New York dan mengangkat ribuan karyawan baru di awal tahun 2012.

Saat ini, perusahaan pemilik website jejaring sosial dengan jumlah 800 juta pengguna itu telah memiliki sekitar 3000 karyawan di markasnya yang terletak di Palo Alto, California.

Facebook tertarik untuk membuka kantor di New York mengingat kawasan tersebut dihiasi dengan sejarah inovasi yang kuat serta memiliki ribuan teknisi yang berbakat.

Saat ini, Facebook telah memiliki sekitar 100 karyawan di bidang marketing dan HRD, namun Wakil Presiden teknis di Facebook, Mike Schroepfer, mengumumkan bahwa perusahaannya akan segera menerima lamaran pekerjaan yang diajukan untuk posisi-posisi lainnya.

CEO serta pendiri Facebook, Mark Zuckerberg sendiri telah mengunjungi Universitas Harvard dan Massachusetts Instritute of Technology (MIT) dalam misinya mencari teknisi berbakat untuk kantor teknis yang baru.

Samsung Menangkan Gugatan Apple di California

5:20 pm in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Samsung Galaxy Ace

Pertikaian antara Apple Inc dengan Samsung Electronic Co terkait masalah hak paten di AS akhirnya dimenangkan oleh Samsung.

Setelah sebelumnya kalah di Prancis, Italia, dan Australia, yang berakibat pada pelarangan peredaran Galaxy Tab 10.1 di negara-negara tersebut, kali ini Samsung memenangkan gugatan dari Apple di pengadilan wilayah California.

Gugatan Apple bahwa Samsung menyalahgunakan hak paten Apple dengan meluncurkan serangkaian produk Samsung Galaxy ditolak oleh pengadilan setempat. Sebaliknya, hakim Lucy Koh menyatakan bahwa Apple perlu memperbaiki tuntutannya agar kasus tersebut dapat ditinjau kembali.

Pertikaian hukum antara dua raksasa vendor smartphone ini telah bergulir sejak April 2011 lalu di berbagai negara. Apple menyatakan bahwa produk smartphone dan tablet dengan tipe Galaxy dari Samsung banyak meniru fitur dari dua produk teranyar Apple yaitu iPhone dan iPad.

Sign in PasarDana.com BETA
Silahkan login pada form dibawah ini. Belum memiliki akun PasarDana.com click here untuk Register!