Arsip : hak cipta

Nokia Dukung Apple untuk Blokir Produk Samsung

8:50 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Ponsel Nokia

Nokia, mantan produsen ponsel terbesar di dunia, menyatakan dukungannya terhadap Apple dalam persidangan melawan Samsung Electronics di Amerika Serikat. Read the rest of this entry →

Apple Tak Boleh Gunakan Merek iPhone di Brasil

8:39 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Tampilan Belakang iPhone

Apple kalah dalam persidangan merek dagang iPhone melawan Gradiente Electronica SA, sebuah perusahaan elektronik asal Brasil, pada hari Rabu (13/2). Read the rest of this entry →

Jepang Ancam Hukuman Penjara Bagi Pengunduh Konten Bajakan

11:26 am in Asia, Berita, Highlight by Ririen Restya Sagita

Simbol Untuk Mengunduh Konten Dari Internet

Penduduk Jepang kini harus ekstra hati-hati dan memeriksa segala jenis konten yang tersedia di internet sebelum memutuskan untuk mengunduhnya.

Pasalnya, badan legislatif Jepang telah mengesahkan hukum pidana terhadap seseorang yang mengunduh konten yang memiliki hak cipta melalui internet atau menyalin dan menggandakan konten DVD ke dalam berbagai bentuk dan jenis.

Setiap penduduk yang melanggar hukum tersebut bisa menghadapi resiko hukuman penjara selama 2 tahun atau denda sebesar 2 juta yen (US$24.894). Sebelumnya, aksi pembajakan online memang sudah menjadi tindak pidana di Jepang, namun hanya pengunggah konten yang bisa tuntut dengan hukuman penjara atau denda.

Rencana hukum pidana untuk setiap pengunduh konten ilegal diloloskan oleh badan legislatif Jepang dengan perbandingan suara 221-21. Para anggota legislatif yang menolak menyatakan bahwa hukum tersebut bisa memicu terjadinya tuntutan yang tak perlu.

Lebih lanjut, mereka berpendapat bahwa pemerintah Jepang seharusnya tidak mengambil resiko dengan menjadikan penduduk termasuk dari kalangan muda sebagai subjek investigasi kriminal.

via Wired : Japan passes Jail-for-Downloaders Anti-Piracy Law

Sepanjang 2011, Microsoft Minta Google Hapus 2,5 Juta Situs

10:00 am in AS, Berita, Highlight by Ririen Restya Sagita

Tampilan Situs Microsoft

Google Inc, pemilik situs mesin pencari terpopuler di dunia, menyatakan bahwa Microsoft Corp merupakan pihak yang paling sering meminta Google untuk menghapus situs-situs tertentu dari hasil pencariannya.

Sepanjang tahun 2011 lalu, Google mencatatkan bahwa Microsoft telah meminta Google untuk menghapus sekitar 2,5 juta situs yang dianggap melanggar hak cipta milik Microsoft. Menurut Google, hal tersebut dilakukan Microsoft untuk mencegah konsumen membeli software bajakan yang banyak ditawarkan melalui internet.

Selain Microsoft, perusahaan yang paling banyak mengirimkan permintaan penghapusan situs kepada Google adalah Comcast Corp. Perusahaan film asal Amerika Serikat tersebut telah meminta Google untuk menghapus sekitar 1 juta situs pada tahun 2011 lalu. Selanjutnya, perusahaan label rekaman AS, EMI Corp, menempati posisi ketiga dengan meminta Google menutup kurang lebih 400.000 situs internet.

Sementara itu, Google menyatakan bahwa pihaknya tidak langsung memenuhi seluruh permintaan penghapusan situs yang diajukan melainkan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Terkadang, Google menolak permintaan yang dianggap antikompetitif atau mengandung tujuan monopoli. Perusahaan internet asal AS tersebut juga menolak menghapus situs yang dianggap merugikan perusahaan tertentu namun tidak melanggar hak cipta.

via Bloomberg : Google Says Microsoft Leads Requests for Content Removal

Juri: Google Langgar Hak Cipta Milik Oracle

9:08 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Berbagai Smartphone Android

Seorang anggota juri dalam kasus persidangan antara Google dan Oracle di Amerika Serikat menyatakan bahwa Google telah melanggar hak cipta alat pemrograman milik Oracle.

Juri tersebut menjelaskan bahwa Google telah menggunakan 9 baris kode Java milik Oracle untuk membangun sistem operasi Android yang kini digunakan oleh sekitar 300 juta smartphone di berbagai negara.

Dengan demikian, Oracle bisa meminta ganti rugi dari Google senilai US$200 sampai US$150.000. Sebelumnya, Oracle berniat menuntut Google sebesar US$6,1 miliar, namun Google berhasil mematahkan sebagian klaim hak paten dari Oracle.

Kini, besar kompensasi yang diminta Oracle terhadap perusahaan pengelola situs mesin pencari terbesar dunia tersebut hanya sekitar US$1 miliar. Sementara itu, Google berusaha meyakinkan dewan hakim bahwa pihaknya menggunakan teknologi Oracle secara ‘adil’ sesuai dengan ketentuan hukum hak cipta.

Menurut pengacara Google, Robert Van Nest, sebuah hak cipta bisa digunakan oleh siapapun jika ia menambahkan sesuatu yang baru dan berguna bagi kepentingan umum tanpa perlu meminta persetujuan dari pemilik hak cipta tersebut. Di lain pihak, juru bicara Oracle menyatakan bahwa Google tahu bahwa pihaknya memerlukan lisensi untuk menggunakan teknologi Java, namun perusahaan tersebut tidak melakukannya.

via Bloomberg : Google’s Android Infringe Oracle’s Java

Kalah Sidang, Youtube Kemungkinan Harus Bayar Royalti

1:35 pm in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Video Klip di Youtube

Situs video sharing populer milik Google, Youtube, kalah dalam persidangan mengenai hak cipta melawan sebuah organisasi pemegang royalti di Jerman, Gema.

Gema berpendapat Youtube selama ini belum melakukan tindakan yang cukup untuk melarang beredarnya konten video yang melanggar hak cipta pada situs berbagi video miliknya.

Pengadilan setuju dengan klaim Gema dan memutuskan bahwa Youtube harus bertanggung jawab atas segala konten yang dimuat oleh pengguna situs tersebut.

Dalam persidangan tersebut, Gema mewakili sekitar 60.000 musisi dan penulis lagu di Jerman. Kekalahan dari Gema di persidangan bisa mengakibatkan Youtube harus membayar royalti dengan jumlah yang tidak sedikit.

Tidak hanya itu, Gema juga meminta Youtube untuk memasang pelindung pada situsnya untuk bisa mendeteksi pengguna Youtube yang berusaha mengunggah konten berisi hak cipta milik Gema.

Sementara itu, juru bicara Youtube menyatakan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas segala konten yang diunggah pengguna. Namun, Youtube akan merespon jika ada laporan tentang pelanggaran hak cipta di situsnya.

via BBC News : Youtube loses court battle over music clips

Paramount Pictures Sewakan 500 Judul Film Lewat Youtube

4:23 pm in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Cuplikan Film Transformer

Youtube telah menjalin kesepakatan dengan Paramount Pictures terkait layanan rental film yang disediakan oleh situs berbagi video terpopuler milik Google tersebut.

Dengan masuknya Paramount Pictures, rental film Youtube kini ketambahan koleksi judul film sebanyak 500 buah, termasuk film fenomenal seperti “Transformer” dan “The Godfather”. Paramount Pictures menjadi perusahaan film kelima yang ikut menyediakan koleksi filmnya di Youtube.

Harga sewa satu judul film di rental online tersebut sekitar US$2,99 hingga US$3,99 dengan masa peminjaman selama 2 hari. Setelah 48 jam, pengguna Youtube tidak dapat lagi mengakses film yang telah ia sewa. Untuk menarik penikmat film agar mau menggunakan fasilitas rental di Youtube, situs tersebut menyediakan cuplikan dari berbagai koleksi film yang tersedia.

Kerjasama antara Paramount Pictures dengan Youtube kemungkinan akan mencairkan hubungan antara Youtube dan Viacom selaku pemilik Paramount Pictures. Pada tahun 2007 lalu, Viacom pernah menuntut Youtube yang dianggap sebagai sarana pelanggaran hak cipta.

via Bloomberg : Youtube Forges Deal With Paramount to Offer Movie Rentals

Megaupload Ditutup, Pendirinya Ditahan

11:24 am in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Tampilan Megaupload Download Manager

Megaupload.com, situs untuk berbagi konten yang sangat populer di internet kini ditutup oleh pemerintah AS karena dianggap memuat konten yang melanggar hak cipta serta berbau pornografi dan kekerasan.

Tak hanya itu, pendiri dan beberapa karyawan Megaupload juga ditahan oleh pihak kepolisian Selandia Baru dengan dakwaan melanggar hak cipta, melakukan konspirasi untuk melanggar hak cipta, konspirasi terkait tindakan pencucian uang, serta konspirasi terkait tindakan penipuan.

Jika terbukti bersalah, maka Kim Dotcom (pendiri Megaupload), Finn Batato (ketua bidang pemasaran dan periklanan Megaupload), Sven Echternach (Kepala Pengembangan), dan beberapa pegawai lainnya terancam hukuman pidana hingga 20 tahun penjara. Selain itu, mereka juga diharuskan membayar denda sebesar US$175 juta atau setara dengan Rp1,5 trilyun.

Saat ini, Megaupload menduduki urutan ke 13 sebagai website terpopuler di dunia dengan jumlah pengguna terdaftar sebanyak 150 juta. Situs tersebut juga mampu menarik 50 juta pengunjung setiap harinya dan dikabarkan telah menyebabkan kerugian sebesar US$500 juta pada pemilik hak cipta yang sah.

Tak lama setelah penutupan Megaupload dan penangkapan para eksekutifnya, grup hacker yang dikenal dengan nama anonymous segera bertindak. Mereka dikabarkan telah menyerang website milik Departemen Keadilan AS serta website milik label rekaman Universal Music.

via Reuters : U.S. Shutters Megaupload.com, hackers retaliate

Dianggap Langgar Hak Paten, Apple, HTC Dituntut Kodak

9:52 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Kamera Kodak

Apple Inc dan HTC Corp, dua produsen smartphone besar asal Amerika Serikat dan Taiwan, dituntut oleh Eastman Kodak Co di New York karena dianggap melanggar 5 hak paten milik Kodak.

Kodak menganggap Apple dan HTC telah melanggar hak paten miliknya dengan menjual smartphone, tablet, dan gadget lainnya yang dilengkapi dengan kamera.

Menurut Kodak, pihak perusahaannya adalah yang pertama memiliki ide untuk berbagi foto yang diambil melalui kamera digital tanpa perlu memindahkan foto tersebut ke komputer.

Baik Apple maupun HTC belum memberikan tanggapan yang jelas mengenai gugatan hukum tersebut. Juru bicara HTC menyatakan bahwa mereka tidak bisa berkomentar lebih lanjut sebelum mengetahui rincian dari gugatan yang diajukan Kodak.

Sementara itu, Kodak sendiri dikabarkan hampir mengalami kebangkrutan karena tidak mampu bersaing di tengah derasnya perkembangan kamera digital. Saham perusahaannya kini berada pada level 60 sen, meningkat sebanyak 20 sen pada penutupan perdagangan di New York hari Selasa (10/1).

via Reuters : Kodak sues Apple, HTC over digital image patents

Sign in PasarDana.com BETA
Silahkan login pada form dibawah ini. Belum memiliki akun PasarDana.com click here untuk Register!