eTrading Securities :
Secara teknikal, pada perdagangan Jumat (27/1) IHSG menguat tipis namun belum berhasil break dari garis Resistancenya. Sementara dari pergerakan indikator, stochastic bergerak downtrend meninggalkan area overbought dengan RSI yang mulai bergerak uptrend. Pada perdagangan Senin (30/1), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3947-4028. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INDY, HRUM, dan JPFA.
Indosurya :
Pada perdagangan Senin (30/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.939-3.962 dan resistance 3.994-4.005. IHSG membentuk pola menyerupai bullish engulfing . Posisi candle sedikit di atas middle bollinger bands . MACD masih bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William’s %R, dan Stochastic mencoba reversal naik menyentuh area overbought Sentimen negatif dari pergerakan bursa saham AS dan Eropa kemungkinan bisa memberikan tekanan pada pergerakan IHSG. Tetapi, adanya harapan bagi IHSG untuk naik kemungkinan bisa menahan koreksi IHSG. Kemungkinan IHSG melanjutkan pergerakan konsolidasinya.
MNC Securities :
Kejatuhan Dow Jones pada perdagangan Jumat (27/1) sekitar 74,17% akibat lebih rendahnya data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2011 ketimbang konsensus ekonom menjadi sentimen negatif bagi Bursa Indonesia. IHSG akan bergerak pada kisaran 3.961-4005. Pola ‘long legged doji’ yang terbentuk atas IHSG mengindikasikan terjadinya kebingungan di pasar mengenaik arah market sebenarnya. Sell on strenght untuk saham Aneka Tambang Tbk, International Nickle Indonesia Tbk, Timah Tbk, Perusahaan Gas Negara Tbk, Perusahaan Tambang Bukit Asahm Tbk.
Monex Investindo Futures :
Jalan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk menanjak masih terbuka. Berbagai faktor domestik bisa menjadi pengungkitindeks saham. Satu di antaranya adalah publikasi laporan keuangan tahun 2011 yang mulai berlangsung akhir Januari ini. Investor menanti laporan kinerja emiten-emiten blue chips yang memiliki nilai kapitalisasi besar di pasar. Sektor perbankan menjadi fokus para pemodal. Kinerja tiga emiten bank yang paling ditunggu adalah Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI). Laporan kinerja emiten bank memiliki peran besar untuk mendongkrak IHSG.
Universal Broker Indonesia :
Euforia laporan kinerja pekan ini bakal dibayangi aksi profit taking. Maklum, IHSG sebulan ini sudah naik cukup tinggi. Sejak awal Januari, IHSG sudah naik 4,65%. Senin (30/1), IHSG bergerak bearish dalam kisaran yang sempit, antara 3.970 hingga 4.000.
HD Capital :
Sentimen mixed dari bursa Amerika akan menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksinya. Sebab, peluang rebound pasar global akan terbuka. Koreksi pasar ini akan dimanfaatkan investor IHSG untuk mengakumulasi saham-saham blue chips berkapitalisasi besar. Rebound pasar global diyakini investor karena indeks Dow Jones terkoreksi tipis. Merekomendasikan beberapa saham seperti Astra International (ASII), Bumi Resources (BUMI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Gudang Garam (GGRM).
Sinarmas Sekuritas :
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan akan bergerak mixed di level 3.950-4.006 pada perdagangan saham Senin (30/1). Data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat serta perkembangan seputar negoisasi ulang program restruktrisasi Yunani dapat memberikan sentimen terhadap indeks.
Batavia Prosperindo securities :
Indeks saham cenderung melemah. Hal itu dipengaruhi indeks saham global yang sudah overbought dan tidak menembus resistance yang kuat. Selain itu, pelaku pasar juga akan melihat perkembangan kondisi Yunani. Sentimen positif yang akan mempengaruhi bursa saham yaitu Rupiah yang terus menguat dan lembaga pemeringkat S&P yang akan menaikkan rating Indonesia menjadi investment grade pada Februari. IHSG akan bergerak di level support 3.950 dan level resistance 4.020.
GMT Asset Management :
Potensi penguatan IHSG dalam sepekan ke depan salah satunya karena faktor kebijakan Bank Sentral AS The Fed. Selain itu, ekspektasi pasar atas diluncurkannya kembali program Quantitative Easing (QE) tahap ketiga juga turut men-support market. Secara teknikal pun, IHSG masih berada dalam pola bullish. Dalam sepekan ke depan, tren pergerakan IHSG masih naik. Support IHSG di level 3.926 dan resistance 4.036. Merekomendasikan saham BMRI, BBRI, dan SMCB.