Arsip : Inflasi

Inflasi Bulan Januari Masih Terkendali

10:46 am in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Sayur-sayuran di Pasar Tradisional

Tingkat inflasi di Indonesia pada bulan Januari 2013 dikabarkan masih terkendali. Berdasarkan keterangan dari Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga di bulan Januari tak mencapai 1% dibanding bulan sebelumnya. Read the rest of this entry →

Kenaikan Tarif Listrik, Tak Mengubah Inflasi BI

4:31 pm in Berita, Nasional by Siti Nurjanah

Tabel Golongan Jenis TDL

Tabel Golongan Tarif Listrik (berbagai jenis)

Kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) dan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tak akan mengubah asumsi dasar Inflasi. Bank Indonesia (BI) telah memprediksi kisaran inflasi di tahun 2013 masih berada pada level 4,5 persen plus minus 1 persen. Read the rest of this entry →

Inflasi Indonesia Bulan Desember 4,3%

2:03 pm in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Pedagang di Pasar

Tingkat inflasi tahunan Indonesia mencapai 4,3% pada bulan Desember 2012. Angka tersebut lebih rendah dibanding inflasi tahunan bulan November 2012 sebesar 4,32%. Read the rest of this entry →

Laju Inflasi Inggris di Bulan Mei Hanya 2,8%

9:03 am in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Supermarket di Inggris

Inggris berhasil menahan laju inflasi ke level terendah dalam dua setengah tahun terakhir pada bulan Mei 2012.

Berdasarkan data dari Kantor Statistik Nasional (ONS), indeks harga konsumen (CPI) di Inggris pada bulan Mei lalu hanya sebesar 2,8%. Di bulan April 2012, indeks harga konsumen Inggris tercatat mencapai 3%.

Melambatnya laju inflasi Inggris di bulan Mei lalu meleset dari dugaan para analis yang menyatakan bahwa tingkat inflasi Inggris di bulan tersebut akan sama seperti bulan sebelumnya. Meski demikian, para analis memprediksi bahwa laju inflasi bisa kembali melambat di bulan-bulan berikutnya.

Sejak bulan September tahun lalu, laju inflasi di Inggris telah menurun hingga hampir separuh dengan adanya kemerosotan harga komoditas, makanan, dan energi. Menurut para ahli, para konsumen di Inggris mulai menikmati pengaruh dari turunnya harga minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir.

Saat ini, Bank of England memasang target inflasi sebesar 2%, namun bank sentral tersebut memprediksi indeks harga konsumen akan tetap melaju di atas target pada tahun ini dan tahun depan. Pada kuartal pertama tahun ini, negeri Ratu Elizabeth tersebut tercatat mengalami penyusutan ekonomi sebesar 0,3%.

via BBC News : UK’s inflation rate drops to 2.8% in May, says ONS

Fitch Pasang Prediksi Negatif Untuk Perekonomian India

11:32 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

India Gate, Monumen Nasional India

Lembaga pemeringkat kredit dunia, Fitch Ratings, telah menurunkan prediksi perekonomian India menjadi negatif.

Menurut Fitch, resiko pertumbuhan ekonomi di negeri tersebut meningkat karena pemerintah India hanya mampu memperoleh sedikit kemajuan dalam mengurangi defisit.

Fitch juga mengingatkan bahwa kondisi perekonomian India bisa memburuk setahap demi setahap jika pemerintah tidak segera menerapkan reformasi yang struktural di bidang ekonomi dan memberantas korupsi.

Pada kuartal pertama tahun ini, India hanya mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%, terendah dalam 9 tahun terakhir. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya laju inflasi dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan Mei lalu, laju inflasi di India telah mencapai 7,55%.

Seluruh faktor tersebut membuat hampir seluruh analis memprediksi bahwa Bank Sentral India (Reserve Bank of India) akan menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, RBI bergeming dengan menahan suku bunga sebesar 8% untuk bulan ini. Menurut RBI, penurunan suku bunga saat ini tidak akan mendorong pertumbuhan ekonomi melainkan meningkatkan laju inflasi.

via BBC News : Fitch downgrades India’s outlook to ‘negative’

India Tahan Suku Bunga Sebesar 8%

2:01 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Kantor Reserve Bank of India di Mumbay

Bank Sentral India (Reserve Bank of India) memutuskan untuk menahan suku bunga sebesar 8% pada bulan Juni ini.

Keputusan tersebut terbilang mengejutkan mengingat sebagian besar analis telah memprediksi bahwa RBI akan menurunkan suku bunga untuk menunjang pertumbuhan ekonomi di negerinya.

Pada kuartal pertama tahun lalu, pertumbuhan ekonomi India melambat menjadi hanya 5,3%, sementara nilai rupee terus melemah dan laju inflasi semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Sepanjang tahun 2012 ini, rupee tercatat sebagai mata uang dengan performa terburuk di Asia. Lebih buruk lagi, laju inflasi di bulan Mei telah melonjak menjadi 7,55% dibanding bulan Mei tahun sebelumnya.

Meski pertumbuhan ekonomi India terus melambat hingga ke level terendah dalam 9 tahun terakhir, RBI menolak menurunkan suku bunga untuk menopang perekonomian. Dalam laporannya, RBI menyatakan bahwa penurunan suku bunga pada saat ini malah akan memperburuk tekanan inflasi, bukannya mendorong pertumbuhan ekonomi.

via BBC News : India central bank leaves rates unchanged

Laju Inflasi India di Bulan Mei Mencapai 7,55%

1:24 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Penampakan Jalan di India

Laju inflasi di India pada bulan Mei tahun 2012 tercatat mencapai 7,55% dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

Sebelumnya, para analis yang disurvey oleh Reuters mengungkapkan prediksi bahwa laju inflasi India pada bulan Mei akan mencapai 7,6%. Prediksi laju inflasi India yang dikemukakan para analis merupakan yang tertinggi sejak bulan Desember 2011.

Menurut para analis, kenaikan laju inflasi tersebut akan memaksa bank sentral India (Reserve Bank of India/RBI) untuk memotong suku bunga guna menunjang pertumbuhan ekonomi. RBI telah memotong suku bunga sebesar 0,5% pada bulan April 2012, namun menahan pemotongan lebih lanjut di bulan berikutnya.

Tingkat inflasi terbesar di bulan Mei terjadi di sektor makanan yaitu mencapai 10,47% yang dipicu oleh kenaikan harga susu sebesar  11,90%, kenaikan harga telur dan ikan sebesar 17,89%, serta lonjakan harga sayuran sebesar 49,43% dibanding tahun sebelumnya. Namun, laju inflasi di bulan-bulan berikutnya kemungkinan akan melambat dengan adanya rencana penurunan harga BBM pada hari ini (15/6).

via The Times of India : Inflation inches up to 7,55% in May

India Diprediksi Alami Kenaikan Laju Inflasi

4:00 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Pasar Bunga di Kolkata, India

Laju inflasi di India pada bulan Mei lalu diprediksi akan menjadi laju inflasi tertinggi sepanjang tahun ini akibat tingginya harga makanan serta bahan bakar minyak.

Berdasarkan perkiraan para analis yang disurvey oleh Reuters, indeks harga grosir di India pada bulan Mei 2012 telah mengalami peningkatan sebesar 7,6% dibanding tahun sebelumnya. Indeks harga grosir merupakan pengukur laju inflasi utama di India.

Jika prediksi kenaikan indeks harga grosir sebesar 7,6% di bulan Mei benar-benar tepat, maka kenaikan tersebut akan menjadi yang tertinggisejak bulan Desember tahun lalu. Pada bulan April 2012, laju inflasi di India hanya mencapai 7,23% dibanding bulan April tahun sebelumnya.

Para analis memprediksi bahwa tingginya laju inflasi akan memaksa Bank Sentral India (Reserve Bank of India) untuk kembali memotong suku bunga. Pemotongan suku bunga terakhir kali dilakukan RBI pada bulan April lalu. Menurut seorang ahli ekonomi dari Dun & Bradsheet, Arun Singh, RBI tengah mengalami dilema dalam menyokong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengatasi inflasi.

via The Times of India : Inflation seen at 2012 high in May: Reuters poll

India Isyaratkan Adanya Penurunan Suku Bunga Lebih Lanjut

3:37 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Perdana Menteri Manmohan Singh dan Dimitri Medvedev

Para petinggi Bank Sentral India (Reserve Bank of India) mengisyaratkan adanya kemungkinan pemotongan suku bunga pada bulan ini seiring dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Pada kuartal pertama tahun ini, India hanya mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%, terendah sejak 10 tahun terakhir. Menurut Deputi Gubernur RBI, Subir Gokarn, merosotnya pertumbuhan ekonomi memberikan kemungkinan bagi RBI untuk kembali memotong suku bunga.

Pemotongan suku bunga terakhir kali dilakukan India pada bulan April lalu menyusul tingginya harga minyak dunia dengan diberlakukannya sanksi dari Amerika Serikat terhadap Iran. Kenaikan harga minyak dunia sangat berpengaruh bagi India sebab negara tersebut memenuhi sekitar 80% kebutuhan minyak negara dengan melakukan impor.

Selama ini, pemerintah India cenderung enggan menurunkan suku bunga karena khawatir akan meningkatnya laju inflasi di negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua di dunia tersebut. Laju inflasi India kemungkinan akan semakin parah dengan dinaikkannya harga bahan bakar minyak sebesar 11,5% di India sejak tanggal 24 Mei 2012.

via The Wall Street Journal India Signals Potential Rate Cut

Laju Inflasi Inggris Bulan April Turun Jadi 3%

4:03 pm in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Supermarket di Inggris

Laju inflasi Inggris di bulan April 2012 tercatat menurun dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan data dari Kantor Statistik Nasional (ONS) di Inggris, indeks harga konsumen pada bulan April lalu hanya sebesar 3%.

Pada bulan Maret 2012, laju inflasi di Inggris mencapai 3,5%, jauh di atas target inflasi negara tersebut tahun 2012 sebesar 2%. Menurut Bank Sentral Inggris (Bank of England), laju inflasi di negaranya akan tetap melebihi target hingga tahun depan.

Penurunan laju inflasi merupakan pertanda baik terhadap perekonomian Inggris. Pada kuartal pertama tahun ini, Inggris mengalami penyusutan ekonomi sebesar 0,2% yang membawa negara tersebut kembali ke masa resesi.

Pada awal bulan Maret lalu, Institut Nasional Peneliti Ekonomi dan Sosial di Inggris (NIESR) memprediksi bahwa perekonomian Inggris tidak akan mengalami pertumbuhan pada tahun ini dan hanya meningkat sebesar 2% tahun depan.

via BBC News : UK inflation rate drops to 3% in April, says ONS

Indonesia Prediksi Kenaikan Ekspor 12% di Tahun 2013

4:19 pm in Berita, Nasional by Ririen Restya Sagita

Agus Martowardojo

Pemerintah Indonesia memprediksi kenaikan ekspor sebesar 11,7% hingga 12,1% pada tahun 2013. Pernyataan tersebut tercantum dalam teks pidato Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang akan diumumkan hari ini (16/5).

Nilai ekspor Indonesia pada tahun 2011 lalu telah mencapai Rp1.800 triliun, sekitar 26,3% dari total PDB tahun 2012. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia di bulan Maret lalu hanya sebesar 5,51%, menurun dibandingkan pertumbuhan ekspor sebesar 8,54% di bulan Februari 2012.

Sementara itu, pemerintah juga memprediksi bahwa sektor impor Indonesia akan mengalami pertumbuhan sekitar 13,5% sampai 13,9% di tahun 2013 mendatang. Agus Martowardojo menyatakan bahwa besar defisit anggaran hanya akan berkisar antara 1,3-1,9% dari PDB Indonesia di tahun tersebut.

Sebelumnya, pemerintah telah menyampaikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8% sampai 7,2% dengan laju inflasi sekitar 4,5% hingga 5,5% di tahun  2013. Namun, laju pertumbuhan ekonomi dan inflasi tersebut akan sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global pada saat itu.

via Reuters : Indonesia sees export growth at 11.7-12.1 pct in 2013

Pertumbuhan PDB India Bisa Mencapai 7,6% Tahun Ini

11:22 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Pertanian di India

India diprediksi akan meraih pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 7,6% pada tahun fiskal yang tengah berlangsung saat ini. Prediksi tersebut disampaikan oleh Centre for Monitoring Indian Economy (CMIE), sebuah organisasi peneliti kondisi ekonomi di India.

Pada tahun fiskal sebelumnya, CMIE memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi India akan melambat menjadi 6,8%. Sementara itu, laju inflasi di negara tersebut pada tahun fiskal lalu juga cukup tinggi yaitu sebesar 8,8%.

Laju inflasi yang tinggi telah memaksa Bank Sentral India (RBI) untuk memotong suku bunga dari 8,5% menjadi hanya 8%. Menurut CMIE, kebijakan yang diambil RBI akan menyebabkan laju inflasi menurun menjadi 6,7% sehingga perekonomi India akan kembali pulih pada tahun fiskal ini.

Beberapa faktor lain yang akan memberi pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi India adalah meningkatnya sektor industri dan jasa serta musim hujan yang seimbang. Hasil industri diperkirakan akan mengalami peningkatan dari 4,1% menjadi 6,8% sedangkan sektor jasa bisa meningkat hingga lebih dari 9%. Sementara itu, musim penghujan akan meningkatkan hasil pertanian sebesar 2,4%.

via HindustanTimes : GDP growth to recover to 7.6%: CMIE

Laju Inflasi India Bulan April Mencapai 7,23%

5:04 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Taj Mahal di India

India kembali mengalami kenaikan laju inflasi pada bulan April 2012. Laju inflasi negara terbesar kedua di Asia tersebut telah mencapai 7,23% akibat meningkatnya harga makanan, barang produksi, serta bahan bakar minyak.

Harga makanan di negara tersebut mengalami kenaikan hingga 10,49% dengan peningkatan harga sayur-sayuran mencapai 60%. Semenara itu, kenaikan harga BBM dan listrik di bulan April 2012 tercatat lebih dari 11%.

Pada bulan Maret lalu, laju inflasi India hanya sebesar 6,89%, turun dibanding 7,36% pada bulan Februari. Kenaikan laju inflasi bulan April akan membuat Bank Sentral India (RBI) mengalami kesulitan untuk menetapkan kebijakan selanjutnya.

Sebelumnya, RBI telah memotong suku bunga dari 8,5% menjadi 8% seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi India menjadi hanya 6,1% pada tahun 2011. Pertumbuhan ekonomi India bahkan lebih lambat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,5% tahun lalu. Padahal, jumlah penduduk India jauh lebih banyak dibanding Indonesia.

via BBC News : India inflation rate rises faster than expected

Indonesia Raih Pertumbuhan Ekonomi 6,3%

1:49 pm in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Kawasan Sentra Bisnis Surabaya

Indonesia berhasil membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% pada kuartal pertama tahun 2012. Solidnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh tingginya belanja domestik dan investasi asing.

Investasi Asing Langsung (FDI) di Indonesia pada periode Januari-Maret 2012 mengalami peningkatan hingga 30,3% menjadi Rp51,5 triliun. Kenaikan jumlah investasi terbesar terjadi di sektor pertambangan kemudian diikuti oleh sektor transportasi, pergudangan, telekomunikasi, makanan, dan perkebunan.

Sementara itu, laju inflasi mengalami peningkatan sejak awal tahun 2012 hingga bulan April lalu. Salah satu faktor penyebab meningkatnya laju inflasi adalah rencana kenaikan harga BBM bersubsidi pada tanggal 1 April 2012. Meski harga BBM tidak jadi dinaikkan, namun ketidakpastian mengenai kebijakan pemerintah selanjutnya membuat laju inflasi terus menguat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia kali ini cenderung menurun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Pada periode Oktober-Desember 2012, Indonesia meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 6,49%. Sementara itu, pertumbuhan di sektor ekspor mengalami penurunan hingga kurang dari 10% sejak bulan Desember lalu. Padahal, di buklan Juni 2011, sektor ekspor tercatat meningkat hingga 49,1%.

via Bloomberg : Indonesia Economy Expands 6.3% as Investment Counters Europe

Indonesia Raih Kenaikan Penjualan Ritel Sebesar 12,8%

10:37 am in Berita, Nasional by Ririen Restya Sagita

Matahari, Salah Satu Bisnis Ritel di Indonesia

Hasil survey dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa penjualan ritel Indonesia di bulan Maret 2012 mengalami kenaikan sebesar 12,8% dibanding tahun sebelumnya.

Indeks penjualan ritel di bulan Maret 2012 mencapai 115,5, lebih tinggi dibanding indeks penjualan bulan sebelumnya sebesar 110,0. Menurut BI, kenaikan penjualan ritel bulan Maret lalu dipengaruhi oleh tingginya penjualan produk-produk rumah tangga.

Meski demikian, para pengusaha ritel merasa pesimis dengan hasil penjualan ritel pada bulan ini dan beberapa bulan mendatang. Pasalnya, jumlah belanja konsumen kemungkinan berkurang sehubungan dengan meningkatnya inflasi akibat ketidakpastian mengenai harga bahan bakar minyak bersubsidi.

Pada bulan Maret 2012, inflasi Indonesia mencapai 4,5%, tertinggi dalam 7 bulan terakhir. Menurut Perry Warijo selaku direktur peneliti kebijakan ekonomi dan moneter di Bank Indonesia, laju inflasi bisa kembali meningkat sehubungan dengan rencana pembatasan BBM bersubsidi yang telah diumumkan pemerintah.

Via Reuters : Indonesia March retail sales grow 12.8 pct y/y

Inflasi Indonesia Tertinggi Dalam 7 Bulan Terakhir

11:46 am in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Pasar Tradisional di Indonesia

Indonesia mengalami peningkatan laju inflasi tertinggi dalam 7 bulan terakhir. Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik, laju inflasi Indonesia pada bulan April 2012 telah mencapai 4,5%.

Laju inflasi Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Inflasi Indonesia bulan Maret 2012 tercatat sebesar 3,97%, meningkat dibanding bulan sebelumnya yang hanya sebesar 3,56%. Meski demikian, laju inflasi bulan April masih lebih rendah dibanding perkiraan para analis sebesar 4,46%.

Kenaikan laju inflasi diprediksi bisa memicu Bank Indonesia untuk kembali memotong suku bunganya pada bulan ini. Sebelumnya, BI telah menahan suku bunga sebesar 5,75% selama dua bulan berturut-turut setelah menurunkan suku bunga pada bulan November 2011 dan Februari 2012.

Inflasi tetap meningkat meskipun pemerintah menunda rencana kenaikan harga BBM bersubsidi dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 per liter. Sebagai gantinya, pemerintah mengumumkan rencana untuk membatasi konsumsi BBM bersubsidi dengan cara melarang mobil berkapasitas mesin 1.500 cc ke atas menggunakan bahan bakar bersubsidi. Menurut direktur peneliti kebijakan ekonomi dan moneter Bank Indonesia, Perry Warijo, rencana tersebut malah berpotensi meningkatkan laju inflasi di Indonesia.

via Bloomberg : Indonesia’s Inflation Accelerates to Seven-Month High of 4.5%

Larangan Isi Premium Bisa Tingkatkan Laju Inflasi

9:37 am in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Toyota Alphard, Mobil Dengan Kapasitas di Atas 1.500 CC

Pemerintah bermaksud membatasi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan cara melarang mobil dengan kapasitas mesin 1.500 cc atau lebih untuk mengisi premium di SPBU.

Menurut Perry Warijo selaku direktur peneliti kebijakan ekonomi dan moneter di Bank Indonesia, hal tersebut bisa memicu kenaikan laju inflasi di Indonesia.

Perry Warijo memprediksi inflasi di Indonesia akan meningkat dari 3,97% di bulan Maret menjadi 4,7% pada bulan ini akibat rencana penerapan kebijakan tersebut. Padahal, laju inflasi bulan Maret telah meningkat dibanding bulan Februari yang hanya sebesar 3,56%.

Indonesia akan menerapkan pelarangan pengisian premium untuk mobil 1.500 cc ke atas mulai bulan Mei 2012. Direktur Jenderal Minyak dan Gas, Evita Legowo, menyatakan bahwa peraturan tersebut bisa menjaga jumlah konsumsi BBM bersubsidi menjadi hanya 40 juta kiloliter.

Pihak pertama yang harus menaati peraturan pelarangan pengisian premium adalah instansi-instansi milik pemerintah dan BUMN. Peraturan tersebut akan mulai efektif untuk mobil pribadi di Jakarta dalam jangka waktu 60 hari ke depan, dan diikuti oleh pulau Jawa dan Bali satu bulan setelahnya.

India Potong Suku Bunga Sebesar 0,5%

2:14 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Reserve Bank of India

Reserve Bank of India (RBI) memutuskan untuk memotong suku bunga dari 8,5% menjadi hanya 8% bulan ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Penurunan suku bunga tersebut dilakukan untuk pertama kalinya dalam 3 tahun terakhir oleh RBI. Sebelumnya, para analis memperkirakan bank sentral India tersebut hanya akan memotong suku bunga sebesar 0,25%.

Sejak tahun 2010 lalu, RBI tercatat telah menaikkan suku bunga tak kurang dari 13 kali. Menurut Gubernur RBI, Duvvuri Subbarao, penurunan suku bunga dilakukan karena pertumbuhan ekonomi di negaranya terus melambat.

Pada kuartal terakhir tahun 2011, India hanya mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1%, terendah dalam 3 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi India bahkan kalah dari Indonesia yang memiliki jumlah penduduk jauh lebih sedikit.

Sementara itu, India mencatatkan kenaikan inflasi sebesar 6,86% pada bulan Maret. Jumlah tersebut lebih kecil dibanding kenaikan inflasi India di bulan Februari yang mencapai 6,95%. Menurut seorang ahli ekonomi dari Fitch Ratings, kebijakan RBI menurunkan suku bunganya kali ini lebih diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dibanding menahan laju inflasi.

via BBC News : India cuts main interest rate to 8% to help lift growth

Pertumbuhan Ekonomi China Lebih Lambat dari Perkiraan

9:27 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Kawasan Bisnis di China

China mengumumkan pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 8,1% pada kuartal pertama tahun ini. Sebelumnya, para analis memperkirakan bahwa negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia itu akan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 8,3%.

Laporan mengenai lambatnya pertumbuhan ekonomi China hadir beberapa hari setelah China mengumumkan kenaikan laju inflasi di bulan Maret 2012. Inflasi China meningkat dari 3,2% di bulan Februari menjadi 3,6% pada bulan Maret akibat kenaikan harga BBM yang terjadi sebanyak 2 kali pada tahun ini.

Sebelumnya, Perdana Menteri China, Wen Jiabao, telah menekankan bahwa tingginya laju inflasi merupakan ancaman bagi perekonomian di China. Wen Jiabao menetapkan batasan inflasi China sebesar 4% sepanjang tahun 2012.

Sementara itu, China melaporkan terjadinya surplus perdagangan sebesar US$5,35 miliar pada bulan Maret lalu. Padahal, sebelumnya para analis memprediksi bahwa negara tersebut akan mengalami defisit hingga US$3,13 miliar pada bulan tersebut.

via BBC News : China economic growth dips to 8.1% in the first quarter

Sesuai Prediksi, BI Tahan Suku Bunga 5,75%

3:23 pm in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Darmin Nasution

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menyatakan bahwa BI kembali mempertahankan suku bunga sebesar 5,75% bulan ini. Hal tersebut sesuai dengan perkiraan para analis yang disampaikan kepada Bloomberg kemarin (11/4).

BI menahan suku bunga sehubungan dengan laju inflasi yang sedikit menguat menjadi 3,97% pada bulan Maret 2012. Rencana kenaikan harga BBM menjadi salah satu faktor penyebab tingginya Indeks Harga Konsumen (CPI).

Menurut seorang ahli ekonomi dari PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, inflasi kemungkinan akan kembali menguat karena adanya ketidakpastian mengenai kenaikan harga BBM yang ditunda selama 6 bulan dengan melihat perkembangan harga minyak dunia.

Pada bulan Februari lalu, BI secara tak terduga memotong suku bunga dari 6% menjadi 5,75% untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM seiring dengan terus menguatnya harga minyak dunia. Pada periode Oktober-Desember 2011, BI telah memotong suku bunganya sebanyak 2 kali dari 6,75% mnejadi hanya 6% sehubungan dengan semakin parahnya krisis ekonomi di Eropa.

via Bloomberg : Indonesia Extends Pause in Rate Cuts as Inflation Risk Persists

Sign in PasarDana.com BETA
Silahkan login pada form dibawah ini. Belum memiliki akun PasarDana.com click here untuk Register!