Arsip : Kanada

BlackBerry Alami Gangguan di India

8:44 am in Asia, Berita, Highlight by Ririen Restya Sagita

BlackBerry

Layanan BlackBerry Messenger (BBM) tak berfungsi selama beberapa jam di India dan beberapa negara lainnya pada Jumat (3/4). Read the rest of this entry →

Perusahaan Kanada Borong 3.000 Unit BB Z10 dan Q10

9:06 am in AS, Berita, Highlight by Ririen Restya Sagita

BlackBerry Z10

BlackBerry menerima pesanan 3.000 unit BlackBerry Z10 dan Q10 dari sebuah perusahaan ban asal Kanada, Canadian Tire.¬† Read the rest of this entry →

G20 Minta Eropa Lakukan Segalanya Untuk Atasi Krisis

10:12 am in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Para Petinggi G20 di KTT 2011

Pada KTT G20 yang berlangsung di Los Cabos, Meksiko, mulai hari Senin (18/6) kemarin, para petinggi G20 meminta Eropa untuk menerapkan segala macam kebijakan guna mengatasi krisis di wilayahnya.

Dalam perkumpulan 20 negara dengan perekonomian terbesar di berbagai wilayah tersebut, sebagian besar petinggi negara mengkhawatirkan kondisi perekonomian di kawasan euro yang dulunya tercatat sebagai zona ekonomi tunggal terbesar di dunia.

Kemenangan partai pro-bailout pada pemilihan umum di Yunani hari Minggu (17/6) lalu belum memberikan lonjakan berarti di bursa dari berbagai belahan dunia. Padahal, kemenangan partai Demokrasi Baru di Yunani telah menyurutkan kekhawatiran akan keluarnya Yunani dari zona euro yang bisa memicu terjadinya kekacauan perekonomian.

Para petinggi G20 menyuarakan kekhawatiran setelah melihat hanya ada sedikit kemajuan dalam penanganan krisis di Eropa. Oleh sebab itu, pimpinan Bank Dunia Robert Zoellick menyatakan menunggu Eropa menjelaskan kondisi krisis yang sebenarnya sedangkan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper meminta Uni Eropa melakukan perubahan terstruktur guna mengatasi krisis.

Menanggapi kekhawatiran para petinggi G20, Jose Manuel Barosso selaku Presiden Komisi Eropa menyatakan bahwa masalah perekonomian saat ini tidak hanya dihadapi oleh Eropa melainkan dunia. Lebih lanjut, Barosso juga menegaskan bahwa sejauh ini Uni Eropa telah memasang pertahanan yang kuat dalam menangani krisis ekonomi di wilayahnya.

via BBC News : G20 summit: Leaders alarmed over eurozone crisis

Pembelian Properti AS Oleh Penduduk Cina Naik 23%

11:47 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Perumahan Kelas Menengah di AS

Membeli properti di Amerika Serikat sepertinya lebih menarik minat penduduk Cina ketimbang membeli properti di negaranya sendiri.

Dalam 12 bulan terakhir, nilai pembelian properti AS oleh warganegara Cina dan Hong Kong telah meningkat sebesar 23%. Sementara jika dibandingkan dengan 2 tahun yang lalu, total pembelian properti AS oleh Cina saat ini telah meningkat hingga 88%.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Asosiasi Makelar Nasional (National Association of Realtors/NAR), nilai pembelian properti oleh warga negara Cina dalam setahun terakhir hingga bulan Maret 2012 telah mencapai US$9 miliar. Dengan demikian, Cina menjadi negara pembeli properti terbesar kedua di AS, hanya kalah dari Kanada.

CEO sebuah perusahaan real estate di AS, Pamela Liebman, menyatakan bahwa properti AS yang diminati oleh pembeli dari Cina memiliki kisaran harga antara US$1 miliar hingga US$20 miliar. Sebagian besar penduduk kaya Cina memilih membeli properti di AS karena memiliki harga yang lebih murah dibanding properti di Australia atau Kanada.

Menurut salah seorang investor kaya di Cina yang tak mau disebutkan namanya, harga properti di AS cenderung lebih murah dibanding harga properti di negaranya sendiri. Selain itu, hak kepemilikan properti AS yang dipegang oleh pembeli juga jauh lebih menguntungkan dibanding hak yang didapat di Cina.

via CNN : More rich Chinese buy U.S. property

Kanada, Negara G20 Terbaik Untuk Wanita

10:39 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Rona Ambrose, Politisi Wanita di Kanada

Trustlaw mengadakan survey mengenai negara tempat tinggal terbaik dan terburuk bagi wanita. Survey tersebut hanya diadakan untuk negara-negara anggota G20.

Hasil survey dari Trustlaw menunjukkan bahwa Kanada merupakan negara tempat tinggal terbaik bagi wanita. Sementara itu, India tercatat sebagai negara yang paling buruk dalam memperlakukan penduduk wanita.

Kanada menduduki peringkat teratas dalam survey tersebut karena dianggap menganut paham kesetaraan gender, memiliki akses kesehatan yang baik, serta melindungi wanita dari tindak kekerasan dan eksploitasi berlebihan.

Sebaliknya, India dianggap sebagai negara terburuk karena banyaknya kasus pernikahan dini, perbudakan, kekerasan bahkan pembunuhan yang terjadi pada penduduk wanita di negeri tersebut. Penduduk wanita seringkali dianggap memiliki derajat yang lebih rendah dibanding pria di India.

Jerman, Inggris, Australia, Perancis dan Amerika Serikat menempati peringkat kedua sampai keenam sebagai negara tempat terbaik bagi wanita sedangkan Arab Saudi, Indonesia, dan Afrika Selatan tercatat sebagai negara-negara terburuk setelah India.

Trustlaw menyatakan bahwa meskipun tingkat pendidikan penduduk wanita di Arab Saudi tergolong tinggi, namun mereka tidak mendapat hak-hak yang setara dengan penduduk pria sehingga Arab Saudi masuk ke dalam kelompok negara terburuk bagi wanita.

via Reuters : Canada best G20 country to be a woman, India worst

1 Januari 2013, Toronto Larang Penggunaan Kantong Plastik

11:39 am in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Kantong Plastik

Dewan kota Toronto, salah satu kota besar di Kanada, telah sepakat untuk melarang penggunaan kantong plastik dengan jenis apapun mulai tanggal 1 Januari 2013.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh walikota Toronto untuk membahas mengenai rencana penerapan pajak sebesar 5 sen (Rp460) untuk setiap penggunaan kantong plastik di kota tersebut.

Menurut walikota Rob Ford, kesepakatan untuk melarang penggunaan kantong plastik di kota Toronto terdengar menggelikan. Rob Ford juga menyatakan bahwa pihak dewan kota tidak bisa memaksa masyarakat untuk berhenti menggunakan kantong plastik.

Sebelumnya, Rob Ford memang mengadakan pertemuan untuk meminta dewan kota membatalkan rencana penerapan pajak kantong plastik. Namun, hasil pertemuan menjadi tak terduga karena anggota dewan pendukung walikota sendiri malah mengusulkan rencana pelarangan penggunaan kantong plastik.

Juru bicara Asosiasi Industri Plastik Kanada, Marion Axmith, menyatakan bahwa penerapan kebijakan tersebut bisa mengurangi jumlah tenaga kerja di Toronto. Sementara itu, para pebisnis ritel di kota tersebut merasa khawatir jika kebijakan pelarangan kantong plastik akan membengkakkan pengeluaran yang diperlukan untuk menyediakan kantong kertas.

via The Globe and Mail : Toronto bans plastic bags

Saham Produsen BlackBerry Diperdagangkan di Bawah US$10

10:03 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Smartphone BlackBerry

Research In Motion Ltd (RIM) seolah menemui jalan buntu dalam upayanya memperbaiki kondisi perusahaan. Pada hari Senin (4/6), saham perusahaan yang memproduksi BlackBerry tersebut jatuh ke level US$9,57.

Nilai saham di bawah US$10 dialami RIM untuk pertama kalinya sejak tahun 2003 silam. Kini, perusahaan teknologi asal Kanada tersebut hanya memiliki nilai pasar sebesar US$5,09 miliar, sekitar 16 kali lebih kecil dibanding nilai pasar RIM 5 tahun yang lalu.

Kemerosotan nilai saham RIM terjadi setelah perusahaan tersebut mengumumkan prediksi kerugian pada kuartal yang berakhir tanggal 2 Juni lalu. RIM mulai mengalami kemunduran setelah produk smartphone andalannya, BlackBerry, mulai ditinggalkan oleh para konsumen yang beralih membeli iPhone atau smartphone Android.

RIM menggantungkan harapannya pada produk smartphone terbaru dengan sistem operasi BlackBerry 10 yang akan diluncurkan tahun ini. Sebelumnya, RIM telah meluncurkan prototipe dari BlackBerry 10 untuk para developer guna meningkatkan jumlah aplikasi yang tersedia bagi smartphone terbaru RIM.

via AllThingsD : RIM’s Stock Hits Single Digits

RIM Umumkan Prediksi Kerugian, Saham Anjlok 15%

9:20 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Logo RIM

Research In Motion Ltd (RIM) telah mengumumkan bahwa perusahaannya kemungkinan mengalami kerugian operasional pada kuartal yang berakhir tanggal 2 Juni mendatang.

Sebelumnya, para analis memprediksi bahwa produsen BlackBerry tersebut akan mampu meraih keuntungan operasional sebesar US$261 juta pada kuartal tersebut.

Akibat prediksi kerugian tersebut, saham RIM anjlok hingga ke level US$10,04 pada pukul 09.43 di New York. Dalam 12 bulan terakhir, saham perusahaan asal Kanada tersebut telah anjlok sebesar 74%.

Para ahli berpendapat bahwa prediksi kerugian yang diumumkan RIM merupakan pertanda buruk bagi perusahaan. Kondisi RIM bahkan bisa lebih buruk lagi pada kuartal berikutnya mengingat perusahaan tersebut belum akan mengeluarkan produk baru hingga bulan-bulan terakhir tahun ini. Padahal, saat itu Apple juga diprediksi akan merilis smartphone terbarunya yaitu iPhone 5.

Saat ini, RIM telah menyewa JP Morgan Chase & Co serta RBC Capital Markets untuk membantu meninjau kembali bisnisnya. Kedua bank tersebut diharapkan mampu memberikan masukan yang tepat bagi RIM untuk memperbaiki perusahaan. RIM tengah mempertimbangkan untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan lain, mencari alternatif bisnis, atau memberi lisensi untuk teknologi miliknya.

via Bloomberg : RIM’s Shares Plunge After Company Report Surprise Loss

20% Lalu Lintas Data Berasal dari Perangkat Mobile

4:54 pm in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Salah Satu Perangkat Mobile

Hasil penelitian dari Chitika,sebuah jaringan periklanan online, menunjukkan bahwa 20% lalu lintas data atau internet di Amerika Serikat dan Kanada saat ini berasal dari perangkat mobile seperti smartphone dan tablet.

Hingga saat ini, komputer memang masih menguasai 79,8% lalu lintas internet di wilayah Amerika Utara, namun smartphone dan tablet mulai mengejar dengan memperoleh penguasaan lalu lintas data sebesar 14,6% dan 5,6%.

Dari seluruh akses internet melalui komputer, 85% di antaranya berasal dari PC dengan sistem operasi Windows, 13% dari komputer Mac, dan sisanya berasal dari komputer dengan sistem operasi yang lain seperti Linux.

Sementara itu, lalu lintas internet melalui tablet dan smartphone didominasi oleh iPad dan iPhone dengan total penguasaan mencapai 95% dan 72%. Smartphone-smartphone Android hanya membukukan penguasaan lalu lintas internet sebesar 26%.

Chitika juga mencatatkan bahwa total lalu lintas internet dari Windows Phone kini telah melebihi jumlah akses data dari smartphone BlackBerry. Padahal, jumlah smartphone BlackBerry yang digunakan di AS dan Kanada saat ini masih lebih banyak ketimbang Windows Phone.

via AllThingsD : Mobile Devices Now Make Up About 20 Percent of U.S. Web Traffic

Kepala Penjualan Produsen BlackBerry Mengundurkan Diri

1:15 pm in AS, Berita, Highlight by Ririen Restya Sagita

BlackBerry

Patrick Spence, kepala penjualan di Research In Motion Ltd (RIM), memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan pada hari Rabu (24/5).

RIM, produsen smartphone BlackBerry dan tablet PlayBook, telah mengkonfirmasi bahwa Patrick Spence akan mundur dari jabatannya mulai tanggal 15 Juni mendatang. Menurut RIM, Patrick Spence meninggalkan posisinya saat ini untuk memimpin perusahaan lainnya.

Patrick Spence merupakan orang ketiga yang meninggalkan perusahaan sejak Thorsten Heins menjabat sebagai CEO di RIM. Pria tersebut telah mengabdi untuk RIM selama kurang lebih 14 tahun. Pada bulan Maret lalu, Direktur Teknis RIM, David Yacht, dan Direktur Keuangan RIM, Jim Rowan, juga telah mengundurkan diri dari posisinya di RIM.

Sepeninggal Patrick Spence, divisi penjualan RIM akan langsung melapor kepada Direktur Keuangan RIM yang baru, Kristian Tear. Perusahaan asal Kanada tersebut tengah berupaya membalikkan keadaan perusahaan yang terus terpuruk dalam beberapa tahun terakhir akibat kalah bersaing dengan iPhone dan smartphone Android.

via AllThingsD : RIM Head of Sales Leaves for a New Gig

BlackBerry Kalah dari iPhone di Rumahnya Sendiri

3:12 pm in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

BlackBerry VS iPhone

Setelah Apple memperkenalkan produk iPhonenya, reputasi BlackBerry sebagai smartphone terpopuler di berbagai negara mulai surut. Kini, BlackBerry bahkan telah dikalahkan oleh iPhone di kampung halamannya sendiri, Kanada.

Berdasarkan data yang diperoleh IDC dan Bloomberg, Apple telah menjual iPhone sebanyak 2,85 juta unit di Kanada sementara Research In Motion Ltd (RIM) hanya mampu menjual 2,08 juta unit BlackBerry pada tahun 2011 lalu.

Padahal, tiga tahun sebelumnya ketika Apple baru saja meluncurkan iPhone, angka penjualan BlackBerry telah mencapai 5 kali lipat dari penjualan produk Apple tersebut.

Kepopuleran BlackBerry di negara asalnya telah digerus oleh iPhone yang mudah digunakan dan didukung oleh berbagai macam aplikasi menarik. Menurut seorang analis, inovasi yang dilakukan RIM dengan menciptakan BlackBerry memang hebat, namun perusahaan tersebut tidak mampu mempertahankannya, terlebih setelah munculnya saingan kuat seperti Apple dan Google.

Sepanjang tahun 2011 lalu, saham RIM telah terkikis sebanyak 75% dan diperkirakan masih akan terus menurun tahun ini. Sebaliknya, saham Apple berhasil meningkat hingga 49% tahun ini dan diprediksi akan mampu mencapai US$700 hingga akhir tahun 2012.

via Bloomberg : BlackBerry Losses Top Spot to Apple at Home: Corporate Canada

“The Lorax”, Film Animasi Berpenghasilan Terbesar Tahun Ini

10:22 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Poster Film The Lorax

Film animasi buatan Universal Pictures “Dr. Seuss’s The Lorax” berhasil menjadi unggulan utama Hollywood dengan perolehan pendapatan yang fantastis di minggu perdananya. Film yang dibuat berdasarkan buku cerita anak-anak itu berhasil meraih US$70,7 juta di AS dan Kanada.

Pada bulan Juni tahun lalu, film animasi populer besutan Disney-Pixar, Cars 2, hanya berhasil meraih pendapatan sebesar US$66,1 juta di minggu perdana dengan total pendapatan sebesar US$191,5 juta. Sementara itu, film-film seri Dr. Seuss lainnya menorehkan hasil penjualan tiket di minggu debut sekitar US$38 juta hingga US$55 juta.

Posisi kedua di daftar Box Office ditempati oleh film komedi remaja, “Project X” yang diproduksi oleh Warner Bros dari Time Warner Inc dengan perolehan mencapai US$20,8 juta

Keberhasilan “Dr. Seuss’s The Lorax” dan “Project X” dalam memuncaki daftar film top Hollywood menandakan besarnya minat konsumen terhadap film-film keluarga. Kedua film tersebut telah membuat Hollywood memperoleh pendapatan tertinggi dalam 9 minggu terakhir.

via Bloomberg : Seuss’s Tree Loving ‘Lorax’ Tops Box Office with $70.7M

‘Sherlock Holmes’ Raih US$40 Juta di AS dan Kanada

9:51 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Poster Film Sherlock Holmes: A Games of Shadow

Film sekuel yang berkisah tentang detektif, Sherlock Holmes: A Games of Shadow”, berhasil menjadi film terpopuler minggu ini di AS dan Kanada dengan perolehan sebesar US$40 juta. Pendapatan itu diperoleh Sherlock Holmes hanya dalam minggu pertama penayangannya.

Sherlock Holmes: A Games of Shadow yang diproduksi oleh Time Warner milik Warner Bros diharapkan bisa sesukses film pertamanya yang diluncurkan tahun 2009. Film Sherlock Holmes yang pertama tersebut berhasil meraup pendapatan hingga US$542 juta.

Film populer lainnya setelah sekuel Sherlock Holmes adalah Alvin and Chipmunks, dengan pendapatan sebesar US$23,3 juta, dan Mission: Impossible – Ghost Protocol, dengan perolehan US$13 juta. Kedua film tersebut merupakan sekuel dari film sebelumnya yang sangat populer di kalangan penikmat film.

Penghasilan industri film minggu lalu menurun hingga 4% dibanding minggu yang sama tahun sebelumnya. Menurut seorang editor di situs perfilman AS, penurunan tersebut disebabkan oleh peluncuran film 3D yang lebih sedikit serta cerita yang kurang menarik dibanding film-film tahun  2010 lalu.

via Bloomberg : ‘Sherlock Holmes’ Sequel Is No. 1 Film With $40 Mln In Sales

Facebook Luncurkan Aplikasi Pencegah Bunuh Diri

8:40 am in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Tampilan Profil Facebook

Dalam upaya mencegah mewabahnya aksi bunuh diri di Amerika Serikat dan Kanada, Facebook pada hari Selasa (13/12) kemarin meluncurkan sarana pencegah bunuh diri di dua negara tersebut.

Dengan adanya sarana tersebut, setiap pengguna Facebook bisa melaporkan jika ada temannya yang menunjukkan gelagat aneh seperti tanda-tanda ingin bunuh diri.

Ketika ada pengguna Facebook yang menunjukkan tanda-tanda tersebut, temannya bisa mengklik pilihan laporan yang ada di sebelah post milik si tersangka, kemudian klik pilihan suicidal content. Ketika pilihan tersebut diklik, sebuah email akan terkirim secara otomatis ke inbox tersangka. Email tersebut berisi link langsung yang menuju ke fasilitas obrolan dengan perwakilan dari National Suicide Prevention Lifeline – Lembaga Pencegahan Bunuh Diri Nasional.

Sayangnya sarana pencegahan bunuh diri tersebut baru tersedia di Amerika Serikat dan Kanada. Selama ini, Amerika Serikat memang terkenal sebagai salah satu negara dengan tingkat bunuh diri terbesar.

Ada sekitar 100 penduduk AS yang melakukan bunuh diri setiap harinya. Selain itu, hasil survey juga menunjukkan bahwa sedikitnya ada 8 juta penduduk dewasa AS yang memikirkan ingin melakukan bunuh diri secara serius.

via Reuters : Facebook launches tool to report suicidal behavior

Kanada Mundur dari Protokol Kyoto Secara Resmi

1:55 pm in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Pepohonan di Sekeliling Pusat Perekonomian Kanada

Kanada menjadi satu-satunya negara yang secara resmi menolak untuk memperpanjang Protokol Kyoto dalam KTT Perubahan Iklim di Durban, Afrika Selatan. Dalam Protokol Kyoto, Kanada diharuskan mengurangi emisi CO2 sebanyak 6% dari tahun 1990.

Negara di bagian utara benua Amerika itu menyatakan bahwa pihaknya hanya akan ikut serta dalam perjanjian perubahan iklim baru dimana Amerika Serikat, India, dan Cina sebagai negara pengemisi gas CO2 terbanyak harus ikut mengurangi kadar emisinya.

Menurut Menteri Lingkungan Kanada, Peter Kent, Protokol Kyoto bukanlah solusi yang tepat untuk perubahan iklim karena isi dari perjanjian tersebut tidak melibatkan tiga negara penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia.

Selain Kanada, dua negara lainnya yaitu Jepang dan Rusia ikut menentang perpanjangan Protokol Kyoto, namun kedua negara tersebut belum menyatakan penolakannya secara resmi.

Dalam KTT Perubahan Iklim yang berlangsung hingga tanggal 11 Desember lalu, perwakilan dari hampir 200 negara di seluruh dunia setuju untuk membentuk perjanjian iklim baru hingga tahun 2015 mendatang untuk menggantikan Protokol Kyoto yang akan berakhir tahun 2012.

via The Wall Street Journal : Canada Pulls Out of Kyoto Climate Pact

Tingkatkan Penjualan, PlayBook Dijual Seharga US$200

2:15 pm in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

PlayBook

Pada bulan Oktober lalu, RIM juga memberikan penawaran spesial untuk PlayBooknya berupa promo “Beli Dua, Gratis Satu” yang berlaku hingga tanggal 31 Desember 2011.

Tablet komputer buatan Research In Motion Ltd ini memang tidak bisa dibilang sukses mengingat pada kuartal lalu, PlayBook hanya terjual sebanyak 200 ribu unit.

Kebanyakan konsumen merasa kecewa karena PlayBook tidak bisa digunakan untuk mengakses email dan fitur lainnya tanpa dihubungkan dengan smartphone BlackBerry.

Kekecewaan konsumen sepertinya belum akan terobati karena RIM telah menyatakan tidak akan mengeluarkan update terbaru untuk PlayBook hingga Februari 2012.

RIM Dituntut Konsumennya di AS dan Kanada

1:31 pm in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Gangguan pada BlackBerry

Akhirnya wacana bahwa RIM akan dituntut oleh konsumennya di Amerika Serikat terkait gangguan layanan BlackBerry selama 3 hari mulai tanggal 10 hingga 12 Oktober 2012 benar-benar menjadi kenyataan.

Beberapa konsumen BlackBerry dari AS dan Kanada telah resmi melayangkan gugatan pada RIM ke pengadilan di California, AS dan di Quebec, Kanada.

Meskipun sebelumnya wakil CEO RIM telah menyatakan permohonan maaf kepada seluruh konsumennya terkait gangguan layanan tersebut, sepertinya para konsumen masih sulit memaafkan lantaran kerugian yang mereka derita akibat tidak bisa menerima atau mengirim e-mail maupun menggunakan internet dan messenger di beberapa benua secara serentak.

Para konsumen mengklaim bahwa RIM telah menyalahgunakan kontrak dan lalai dalam memberikan pelayanan bagi konsumen karena perusahaan tersebut tidak dapat memberikan kompensasi berupa pengembalian uang atas gangguan yang terjadi pada layanan BlackBerry.

 

Sign in PasarDana.com BETA
Silahkan login pada form dibawah ini. Belum memiliki akun PasarDana.com click here untuk Register!