Arsip : kenaikan BBM

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Sebesar 5,75%

10:04 am in Berita, Nasional by Ririen Restya Sagita

Air Mancur di Depan Gedung BI

Berdasarkan prediksi para ahli ekonomi yang dirilis oleh Bloomberg, Bank Indonesia kemungkinan akan mempertahankan suku bunga sebesar 5,75% bulan ini. Keputusan mengenai besar suku bunga oleh BI akan diumumkan besok (12/4).

Pada bulan Februari lalu, BI telah menurunkan suku bunga sebesar 0,25% menjadi hanya 5,75% dan mempertahankan besar suku bunga tersebut pada bulan berikutnya. Langkah itu diambil guna mengantisipasi kenaikan harga BBM yang sebelumnya dijadwalkan untuk diberlakukan pada tanggal 1 April lalu.

Meski kenaikan harga BBM akhirnya ditunda hingga 6 bulan ke depan, laju inflasi di bulan Maret menguat dibanding bulan sebelumnya. Inflasi meningkat sebesar 0,07% dari 3,56% di bulan Februari menjadi 3,97% bulan Maret 2012 akibat tingginya harga cabai.

Prediksi ditahannya suku bunga oleh BI berpengaruh terhadap kenaikan rupiah beberapa hari ini. Dalam dua hari terakhir, rupiah sempat menyentuh level 9.007 per dolar, level tertinggi sejak 7 minggu yang lalu.

via Bloomberg : Rupiah Snaps Two-Day Gain on Speculation Policy Rate to Be Held

Analis: BBM Batal Naik, Tanda Melemahnya Dukungan Untuk SBY

1:36 pm in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Melalui sidang paripurna DPR pada tanggal 31 Maret 2012 dini hari, pemerintah memutuskan untuk menunda kenaikan harga BBM sambil terus melihat perkembangan harga minyak dunia selama 6 bulan ke depan.

Menurut seorang analis dari Eurasia Group, Shaun Levine, hal tersebut merupakan pertanda bahwa dukungan parlemen terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan partainya semakin melemah.

Golkar yang merupakan partai koalisi terbesar Presiden SBY berbalik menolak rencana kenaikan harga BBM setelah sebelumnya menyatakan setuju. Sementara itu, Partai Keadilan Sosial (PKS) juga terus menyampaikan argumennya untuk menolak kenaikan harga BBM hingga sidang paripurna hampir berakhir.

Shaun Levine berpendapat kegagalan Presiden SBY mendapat dukungan terhadap rencana kenaikan harga BBM bisa berpengaruh terhadap penerapan kebijakan lainnya. Presiden kemungkinan akan mengalami lebih banyak kesulitan untuk memperoleh dukungan dalam kebijakan selanjutnya.

Berdasarkan hasil sidang paripurna lalu, pemerintah setuju untuk menahan harga BBM bersubsidi di level Rp4.500 per liter dan hanya akan menaikkan harga BBM jika harga minyak dunia naik sekitar 15% melebihi perkiraan anggaran sebesar US$105 per barel dalam jangka waktu 6 bulan.

via Bloomberg : Yudhoyono’s Support Falters as Indonesia Stalls on Fuel Policy

Lebih Dari 81.000 Demonstran Ramaikan Demo BBM Hari Ini

4:26 pm in Berita, Nasional by Ririen Restya Sagita

Demonstrasi di Thamrin, Jakarta

Kadiv Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution menyatakan bahwa jumlah demonstran dalam aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di seluruh Indonesia hari ini (30/3) bisa mencapai lebih dari 81.000 orang.

Sementara itu, beliau juga memperkirakan bahwa jumlah pengunjuk rasa di Jakarta adalah sekitar 9.900 orang. Untuk itu, Polri telah menyiagakan 22.000 personil polisi serta TNI di Jakarta.

Selain itu, Polri juga sudah menyiapkan meriam air dan gas airmata untuk berjaga-jaga jika terjadi kericuhan dalam aksi unjuk rasa yang dimulai sejak Selasa (27/3) tersebut.

Hari ini (30/3) dikabarkan sebagai puncak aksi unjuk rasa dimana berbagai kalangan masyarakat mulai dari mahasiswa, simpatisan partai politik, hingga kelompok agama tertentu turut berpartisipasi di berbagai wilayah di Indonesia.

Berdasarkan kabar yang beredar, kelompok demonstran di depan gedung DPR telah merubuhkan pagar pembatas dan memasuki ruas jalan tol di Jalan Gatot Subroto sehingga lalu lintas menjadi tak terkendali.

Di lain pihak, juru bicara presiden berpendapat bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi sangat penting untuk mencegah defisit yang melebihi batas sebesar 3%. Pembatalan kenaikan harga BBM bisa berujung pada berkurangnya anggaran untuk sektor lain yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

via Bloomberg : Indonesia Protests Roil as Yudhoyono Seeks Fuel-Price Boost

Hari Ini, Demo BBM Mencapai Puncaknya

3:31 pm in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Aksi Demonstrasi

Aksi demonstrasi untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi hari ini (30/3) mencapai puncaknya. Berdasarkan keterangan yang beredar, para demonstran telah berhasil memasuki ruas jalan tol di depan gedung DPR.

Kabar tersebut disampaikan oleh Polda Metro Jaya melalui akun Twitter resminya @TMCPoldaMetro. Dalam akun Twitter tersebut, tertulis bahwa pengunjuk rasa telah memasuki tol dalam kota di jalan Gatot Subroto sehingga tidak bisa dilalui oleh mobil.

Bundaran HI yang biasa menjadi titik pusat demonstrasi saat ini diramaikan oleh sekitar 2000 orang pengunjuk rasa. Aksi demonstrasi yang diikuti oleh berbagai kelompok demonstran termasuk dari kalangan mahasiswa, Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), dan berbagai kelompok lainnya telah berlangsung sejak pukul 10 pagi tadi.

Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dikabarkan telah menduduki Gedung DPRD Provinsi DI Yogyakarta tersebut sejak siang hari ini (30/3). Kelompok mahasiswa tersebut akan terus melancarkan aksi demonstrasinya hingga keputusan penolakan kenaikan harga BBM diumumkan dalam sidang paripurna.

Rupiah Dekati Level Terendah Dalam 2 Bulan Terakhir

2:59 pm in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Pecahan Rp50.000

Menjelang keputusan parlemen tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak minggu depan, nilai tukar rupiah anjlok hingga mendekati level terendah dalam dua bulan terakhir.

Rupiah diperdagangkan di level 9.191 per dolar AS hari ini (29/3) pukul 9.27 pagi, merosot 2 poin dibanding kemarin. Pada tanggal 23 Maret lalu, rupiah sempat menyentuh level terendahnya sejak bulan Januari yaitu sebesar 9.225 per dolar AS.

Sejak rencana kenaikan harga BBM diumumkan pada bulan Januari lalu, para investor dari berbagai negara mulai mengurangi kepemilikan obligasi Indonesia menjadi Rp10,57 triliun.

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, kenaikan harga BBM bisa memicu inflasi sebesar 6,8% tahun ini. Padahal, tingkat inflasi sempat melambat dari 3,65% di bulan Januari menjadi hanya 3,56% bulan Februari lalu.

Namun, Penasihat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, M. Chatib Basri menyatakan bahwa diberlakukannya rencana kenaikan harga BBM bulan April mendatang sangat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi negara ini.

via Bloomberg : Rupiah Approaches Two-Month Low Before Fuel-Subsidy Vote

BBM Akan Naik, Peringkat Kredit RI Diharapkan Ikut Naik

4:29 pm in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Air Mancur Arjuna di Depan Gedung Bank Indonesia

Peringkat kredit Indonesia telah dinaikkan ke “Investment Grade” oleh dua lembaga pemeringkat kredit dunia, Fitch Ratings dan Moody’s, pada bulan Desember 2011 dan Januari 2012. Namun hingga saat ini, masih ada satu perusahaan pemeringkat dunia yang menempatkan Indonesia di level “junk”.

Standard & Poor’s masih memberikan peringkat BB+ kepada Indonesia sejak terakhir kali menaikkan level kredit Indonesia tahun lalu. Namun, pejabat S&P tengah mengunjungi Indonesia minggu ini untuk mempertimbangkan dan menilai kemungkinan peningkatan peringkat kredit Indonesia.

Pimpinan PT Manulife Asset Management di Jakarta, Ezra Nazula, berharap S&P akan meningkatkan peringkat kredit Indonesia tahun ini, terlebih dengan adanya rencana kenaikan harga BBM mulai bulan April 2012.

Menurut Ezra, kemauan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi agar mengurangi beban APBN merupakan poin plus yang bisa berpengaruh terhadap penilaian S&P. Peningkatan peringkat kredit Indonesia oleh S&P berpotensi meningkatkan jumlah investor asing yang bersedia menanamkan modalnya di negeri ini.

via Bloomberg : Yield Less Than Italy’s Signal Indonesia Exiting Junk: Economy

Kenaikan BBM Diklaim Penting Untuk Pertumbuhan Ekonomi

1:17 pm in Berita, Nasional by Ririen Restya Sagita

SPBU Pertamina

Penasihat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, M. Chatib Basri, menyatakan bahwa kenaikan Bahan Bakar Minyak bersubsidi sangat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

M. Chatib Basri yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional juga berpendapat bahwa mempertahankan subsidi BBM bisa berakibat pada pengurangan anggaran untuk bidang lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.

Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah Indonesia berencana menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp1.500 mulai tanggal 1 April mendatang. Langkah tersebut diambil karena peningkatan harga dunia telah melebihi anggaran BBM yang telah ditetapkan dalam APBN 2012. Namun, berbagai kelompok masyarakat menentang rencana tersebut dengan melakukan aksi demo BBM hari ini (27/3).

Menurut M. Chatib Basri, pemberian subsidi BBM lebih lanjut oleh pemerintah kemungkinan besar akan menyebabkan defisit fiskal hingga lebih dari batas resmi sebesar 3% dari PDB. Akibatnya, anggaran negara untuk bidang penting lainnya terpaksa dikurangi.

Padahal, menurut seorang ahli ekonomi dari Standard Chartered, subsidi BBM saat ini salah sasaran karena sekitar 90% subsidi dinikmati oleh masyarakat golongan menengah.

via Bloomberg : Indonesia Fuel-Price Rise Needed to Protect Growth, Basri Says

Belasan Kelompok Massa Ramaikan Demo BBM Hari Ini

9:34 am in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi dari Rp4.500 menjadi sekitar Rp6.000 per liter menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat. Hari ini (27/3), belasan kelompok massa beranggotakan ribuan orang akan mengadakan aksi unjuk rasa di berbagai titik di Jakarta.

Kelompok massa terbesar berasal dari DPD PDI-P DKI Jakarta dengan jumlah massa mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 orang. Selain itu, masih ada belasan kelompok seperti Aliansi Hijau, Front Oposisi Rakyat Indonesia, Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia dan lain-lain dengan jumlah anggota masing-masing mencapai 500 orang yang akan meramaikan demo BBM hari ini.

Beberapa titik pusat demonstrasi adalah Istana Negara, Bundaran HI, serta gedung DPR/MPR. Untuk mengantisipasi demo BBM tersebut, Polda Metro Jaya telah mengerahkan sekitar 22.000 personelnya dengan dibantu oleh personnel TNI yang akan mengamankan istana negara.

Sementara itu, SPBU di sekitar jalur demonstrasi memutuskan untuk berhenti beroperasi hari ini. Pihak manajemen PT Pertamina telah mengosongkan stok dan menghentikan distribusi BBM hingga Senin malam (27/3) untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Harga Minyak Dunia Turun, Rupiah Menguat

1:50 pm in Berita, Nasional by Ririen Restya Sagita

Gedung Pusat Bank Indonesia

Rupiah menguat ke level 9.185 per dolar AS hari ini (26/3) menyusul harga minyak yang turun selama 2 minggu berturut-turut. Harga minyak mentah kini menyentuh level US$106,59 per barel, merosot 0,3% dibanding minggu lalu.

Sebelumnya, rupiah sempat menyentuh level terendah yaitu Rp9.225 per dolar AS pada hari Jumat (23/3). Rencana kenaikan harga BBM menjadi Rp6.000 per liter mulai bulan April mendatang merupakan salah satu penyebabnya. Rencana tersebut juga telah membuat pemerintah mengubah target inflasi tahun ini dari 5,3% menjadi 7% pada tanggal 7 Maret lalu.

Penguatan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh adanya spekulasi bahwa Bank Indonesia akan melakukan intervensi. Menurut Robitirtanto Ekaperdana dari BNI Securities, BI ingin memastikan kestabilan rupiah dengan adanya kemungkinan perubahan tiba-tiba akibat harga minyak dunia dan inflasi.

Berdasarkan keterangan kantor manajemen obligasi, BI juga merencanakan untuk melelang obligasi berbasis syariah senilai Rp1 triliun yang akan jatuh tempo tahun 2018, 2022, 2027 dan 2037 pada hari Selasa (27/3) besok.

via Bloomberg : Rupiah Steady on Speculation Central Bank to Support Currency

Anak Pesisir Terancam Putus Sekolah Karena Kenaikan BBM

2:31 pm in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Siswa-siswi SMP

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 April 2012 berpotensi menimbulkan berbagai masalah. Salah satunya adalah ancaman putus sekolah bagi anak-anak yang tinggal di pesisir pulau di kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Beberapa pulau yang ada di Provinsi Kepulauan Riau belum dilengkapi dengan SMP dan SMA, sehingga anak-anak yang tinggal di pulau tersebut harus menyeberang ke pulau lainnya untuk bisa bersekolah.

Biaya yang diperlukan untuk bersekolah memang tidak besar atau bahkan gratis, namun biaya yang dibutuhkan untuk transportasi ke sekolah bisa mencapai Rp40.000 pulang pergi. Padahal, penghasilan penduduk yang mayoritas adalah nelayan hanya sekitar 40.000 per hari setelah dipotong uang bensin untuk berlayar.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah setempat telah membangun asrama untuk anak-anak yang tinggal di pesisir pulau tersebut. Namun, asrama baru tersedia untuk murid laki-laki sementara murid perempuan tetap harus pulang pergi menyeberangi lautan.

Dengan adanya kenaikan harga BBM, ongkos yang harus dikeluarkan para siswa untuk pergi ke sekolah akan membengkak. Hal tersebut kemungkinan besar akan menjadi pemicu bertambahnya jumlah anak putus sekolah di daerah pesisir di Provinsi Kepulauan Riau.

Kenaikan UMR dan Harga BBM Berpotensi Tingkatkan Inflasi

8:58 am in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Aksi Unjuk Rasa Para Pekerja di Indonesia

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi dalam wawancaranya dengan The Wall Street Journal menyatakan bahwa Indonesia bisa mengalami inflasi yang cukup tinggi akibat kenaikan upah minimum regional (UMR) serta rencana kenaikan harga BBM bulan depan.

Bulan lalu, upah minimum regional di kawasan industri sekitar Jakarta memang dinaikkan oleh pemerintah setempat menyusul aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para pekerja di kawasan tersebut. Mereka menutup jalan tol dan mengancam akan menutup bandara jika para pengusaha menolak untuk menyetujui kenaikan upah tersebut.

Sementara itu, harga BBM dipastikan akan naik menjadi sekitar Rp6.000 pada bulan April nanti akibat harga minyak dunia yang melonjak. Selain BBM, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, juga telah mengumumkan akan menaikkan tarif dasar listrik secara bertahap.

Dalam beberapa bulan terakhir, tingkat inflasi di Indonesia cukup terkendali yaitu kurang dari 4%. Namun, sebagian ahli ekonomi berpendapat bahwa inflasi di Indonesia bisa melonjak hingga 8%, sementara nilai tukar rupiah bisa mencapai level 9.500 per dolar tahun ini akibat hal-hal yang telah disebutkan di atas.

via The Wall Street Journal : Indonesia Seen Inflationary Spiral

Jelang Kenaikan Harga BBM, Pemerintah Waspadai Penimbunan

10:44 am in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

SPBU Pertamina

Meski belum diketahui waktu tepatnya, namun kenaikan harga BBM bisa dipastikan akan segera terjadi. Hal tersebut memicu aksi penimbunan yang mungkin dilakukan oleh pedagang eceran ataupun pihak SPBU.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kepala Badan Pengawasan Minyak dan Gas Bumi Andy Noorsaman Someng menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi.

Andy juga menegaskan bahwa sebuah tim telah dibentuk untuk mengawasi distribusi BBM pra dan pasca kenaikan harga BBM. Tim tersebut akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait termasuk pihak kepolisian karena penimbunan BBM sudah termasuk ke dalam tindakan kriminal.

Lebih lanjut, Andy menjelaskan bahwa timnya telah menemukan titik-titik rawan penyimpangan dan penimbunan BBM bersubsidi. Dalam hal ini, beliau menyatakan akan berhati-hati menyelidiki dan mengawasi agar oknum pelaku kejahatan tersebut tidak kabur sebelum tim BPH Migas dan Polri beraksi.

Sign in PasarDana.com BETA
Silahkan login pada form dibawah ini. Belum memiliki akun PasarDana.com click here untuk Register!