Arsip : MEDC.IDX

BEI Luncurkan Indeks Baru

9:02 am in Berita, Bursa by Siti Nurjanah

Terhitung hari ini, Kamis (31/1/2012), Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan kemungkinan adanya tambahan indeks baru di sektor infrastruktur sebanyak 18 saham. Bahkan, BEI telah menjalin kerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) guna merilis indeks harga saham bernama Indeks SMinfra18. Indeks SMinfra18 bertujuan untuk mengukur kinerja ke-18 saham di sektor infrastruktur. Read the rest of this entry →

Anggaran Capex MEDC untuk 2013 Rp5,54 Triliun

2:45 pm in Berita, Bursa by Ririen Restya Sagita

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan anggaran belanja modal (capital expenditure / capex) senilai US$574 juta (Rp5,544 triliun). Jumlah anggaran capex 2013 MEDC meningkat sebesar 27,55% dibanding belanja modal tahun 2012 sebesar US$450 juta. Anggaran belanja modal MEDC akan berasal dari kas internal perseroan dan project financing. Read the rest of this entry →

MEDC Akuisisi 49% Saham Api Metra Graha

11:14 am in Berita, Bursa by Ririen Restya Sagita

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengakuisisi 49% saham PT Api Metra Graha (AMG) senilai US$101,61 juta (Rp980,536 miliar). Awalnya, saham tersebut dimiliki oleh Jaden Holdings Limited. Dengan ditandatanganinya perjanjian jual beli saham AMG oleh MEDC, sebesar 50,32% saham AMG kini dimiliki oleh Jaden Holdings, 49% oleh MEDC, dan 0,68% oleh Jaden Investment Inc. Read the rest of this entry →

MEDC Akuisisi Block 9 Di Yaman

5:16 pm in Berita, Bursa by Fajri Gelu

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, Medco Yemen Malik Ltd telah menandatangani perjanjian jual beli dengan Reliance Exploration and Production (Rep) DMCC untuk membeli 21,25% hak kepemilikannya di Block 9, Yaman pada 5 Juli 2012.

Setelah selesainya prasyarat dari transaksi ini, termasuk mendapatkan persetujuan dari Kementerian Minyak dan Mineral Yaman, Medco secara efektif akan memiliki 21,25% hak kepemilikan, setelah memperhitungkan pembagian yang dilakukan secara proporsional dari kepemilikan di Yemen Oil and Gas Company (YOGC).

Adapun struktur kepemilikan di dalam Block 9 production sharing agreement antara lain Cavalley Petroleum (Cyprus) Ltd sebesar 42,50%, Medco Yemen Malik Ltd sebesar 21,25%, Hood Oil Limited sebesar 21,25%, dan YOGC sebesar 15%.

MEDC Terbitkan Obligasi Tahap III US$ 20 Juta

2:54 pm in Berita, Bursa by Fajri Gelu

PT Medco Energi International Tbk (MEDC) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Medco Energi International I Tahap III tahun 2011 senilai US$ 20 juta. Obligasi ini telah dicatatatkan perseroan ke dalam penitipan kolektif Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Obligasi tersebut ditawarkan dengan tingkat bunga tetap 6,05% per tahun dengan tenor lima tahun. Bunga akan dibayarkan per tiga bulan dan masa jatuh tempo pada 30 Juli 2012.

Masa penawaran pada 23,24,dan 25 Juli 2012, dan didistribusikan secara elektronik pada 30 Juli, serta dicatatkan di BEI pada 31 Juli 2012, di mana PT Bahana Securities menjadi penjamin pelaksana emisi. Sebelumnya perseroan telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Medco Energi International I Tahap I dan II pada tahun lalu dengan nilai masing-masing sebesar US$ 50 juta dan US$ 30 juta.

MEDC Habiskan US$ 11,44 Juta Eksplorasi 2 Blok

10:59 am in Berita, Bursa by Fajri Gelu

PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC) sampai dengan Juni 2012 ini telah menghabiskan dana sebesar US$ 11,44 juta yang digunakan untuk biaya eksplorasi di Blok Rimau PSC dan Blok Senoro Toili PSC. Luqman Mahfoedz selaku Direktur Utama MEDC menjelaskan, untuk Blok Rimau yang berada di Musi Banyu Asin, Sumatera Selatan, biaya kegiatan seismik telah sebesar US$ 3,6 juta.

Sedangkan untuk Blok Senoro Toili, Sulawesi Tengah ini dikelola oleh JOB Pertamina Medco Tomori Sulawesi (JOB P0MTS). Di mana Pertamina memilii 50%, PT Medco E&P Tomori Sulawesi memiliki 30%, dan Tomori E&P Limited sebesar 20%. Biaya kegiatan seismik sampai akhir di Blok Senoro ini  mencapai US$ 7,79 juta.

MEDC Akan Terbitkan Obligasi Tahap III

5:29 pm in Berita, Bursa by Fajri Gelu

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap III dengan jumlah pokok sebesar US$ 20 juta. Obligasi tersebut merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan dengan total nilai US$ 150 juta. Obligasi tahap III dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 6,05% ini berjangka waktu 5 tahun, dan telah mendapatkan peringkat idAA- dari Pefindo.

Obligasi berkelanjutan yang totalnya sebesar US$ 150 juta tersebut, sebesar  60% atau US$ 90 juta akan digunakan untuk pelunasan seluruh atau sebagian surat hutang perseroan yang akan jatuh tempo dan hutang-hutang dengan suku bunga yang lebih tinggi. Sedangkan 40% akan digunakan untuk belanja modal. Perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi dan wali amanat dalam aksi ini adalah PT Bank Mega Tbk.

MEDC, Laba Q1 2012 Naik 22,9%

8:34 pm in Berita, Bursa by Fajri Gelu

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) hingga kuartal I 2012 ini mencatat kenaikan laba bersih menjadi sebesar US$ 12,1 juta atau naik 22,9% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar US$ 9,8 juta. Peningkatan tersebut dikarenakan stabilnya jumlah produksi minyak dan penjualan gas dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 66,1 MBOEPD atau naik 3,9%.

Pendapatan usaha perseroan naik 10,6% menjadi US$ 282,2 juta dari US$ 255,1 juta di periode sama tahun lalu. Laba usaha Perseroan pun meningkat 7,1% dari US$ 53,1 juta menjadi US$ 56,9 juta. Perseroan  juga berhasil meningkatkan posisi neraca di mana kas dan setara kas yang melesat 110,7% menjadi US$ 632 juta dari US$ 300,1 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

MEDC Lunasi Obligasi Rp 513,5 Miliar

12:49 pm in Berita, Bursa by Fajri Gelu

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dalam keterbukaan informasi di BEI hari ini (19/6/2012) menyampaikan bahwa perseroan telah melakukan pembayaran atas pelunasan seluruk pokok obligasi rupiah Medco Energi Internasional II tahun 2009 seri A senilai Rp 513,500 miliar, serta bunga ke-12 obligasi tersebut sebesar 17,170 miliar.

Obligasi tersebut memiliki tingkat bunga 13,375% per tahun untuk jangka waktu pinjaman tiga tahun, yang diterbitkan pada 17 Juni 2009 dan jatuh tempo 17 Juni 2012. Adapun dana yang digunakan untuk melunasi obligasi itu berasal dari kas internal perseroan. Direktur Keuangan MEDC, Syamsurizal mengungkapkan, dengan pelunasan tersebut, maka perseroan tidak lagi membukukan obligasi II Seri A sebagai utang jangka panjang.

MEDC Tawarkan Obligasi Rp 1,5 Triliun

9:45 am in Berita, Bursa by Fajri Gelu

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan melakukan penawaran umum obligasi MEDC III, bertenor lima tahun dengan tingkat suku bunga tetap sejumlah Rp 1,5 triliun. Dalam keterangan tertulis perseroan hari ini (16/5/2012), disebutkan obligasi ini telah mendapatkan peringkat idAA dari Pefindo. Penawaran awal obligasi ini akan dilaksanakan pada 16-29 Mei 2012, tanggal efektif pada 8 Juni, lalu penawaran umum pada 12-14 Juni, penjatahan pada 15 Juni dan pencatatan di bursa pada 20 Juni.

PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas dan PT Standard Chartered Securities Indonesia telah ditunjuk sebagai penjamin emisi, dengan Bank Mega sebagai wali amanat. Adapun 70% dari hasil penawaran obligasi ini akan digunakan untuk melunasi utang yang jatuh tempo tahun ini. Sisanya akan digunakan untuk tambahan modal kerja perseroan. Direktur Keuangan MEDC, Syamsurizal Munaf, sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa secara keseluruhan MEDC berencana menerbitkan obligasi dengan nilai total US$ 450 juta sepanjang tahun ini.

MEDC, Utang Jatuh Tempo Tahun Ini US$ 534 Juta

10:37 pm in Berita, Bursa by Fajri Gelu

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) pada tahun 2012 ini memiliki utang jatuh tempo sebesar US$ 534 juta yang terbagi antara utang bank senilai US$ 413 juta, dan utang obligasi berdenominasi rupiah sebesar US$ 120 juta. Adapun total seluruh utang perseroan mencapai US$ 1,3 miliar.

Syamsurizal Munaf selaku Direktur Keuangan MEDC mengungkapkan, perseroan akan kembali menerbitkan obligasi guna melunasi utang obligasi berdenominasi rupiah yang jatuh tempo tahun ini yang sebesar US$ 120 juta. Rencananya obligasi yang bakal diterbitkan nilainya akan lebih besar dari total utang obligasi jatuh tempo tahun ini, di mana sisanya akan digunakan untuk belanja modal perseroan.

MEDC Bagi Dividen US$ 22,5 Juta

7:01 pm in Berita, Bursa by Fajri Gelu

PT Medco Energi International Tbk (MEDC) lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan hari ini (9/5/2012) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar US$ 22,5 juta atau US$ 0,00766 per saham. Angka tersebut setara 30% dari laba bersih perseoan pada 2011 yang mencapai US$ 85,1 juta.

Nilai dividen ini naik 2,4% dibandingkan pembagian dividen 2010 yang hanya US$ 0,00748 per saham. Adapun pembagian dividen ini akan dilaksanakan pada 20 Juni 2012 nanti. Sementara sisa laba bersih yang sekitar US$ 62,5 juta akan digunakan sebagai laba ditahan.

BMRI Berikan Kredit Ke Anak Usaha MEDC

6:05 pm in Berita, Bursa by Fajri Gelu

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) rencananya akan memberikan kredit investasi sebesar Rp 75 miliar kepada anak usaha PT Medco Energi International Tbk (MEDC), yaitu PT Bio Jathropha Indonesia. Proses penyaluran kredit bertenor 7 tahun tersebut saat ini berada dalam tahap finalisasi.

Bio Jathropha nantinya akan menggunakan dana tersebut untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro dengan kapasitas 9 megawatt di Sukabumi, Jawa Barat. Adapun Bank Mandiri tertarik untuk membiayai proyek listrik tenaga hidro ini oleh karena proyek ini ramah lingkungan yang belum banyak digarap.

20 Perusahaan Paling Dikagumi Di Indonesia

10:30 am in Berita, Highlight, Nasional by Fajri Gelu

Majalah Fortune

Indonesia’s Most Admired Companies yang digelar majalah Fortune Indonesia pada Rabu (25/1/2012) seperti yang dilansir laman kontan hari ini, menobatkan 20 perusahaan paling dikagumi di Indonesia.

Fortune Indonesia bekerja sama dengan Hay Group Indonesia dalam proses penilaian perusahaan paling dikagumi di Indonesia ini lewat survei selama satu bulan dengan melibatkan 20.000 responden.

Adapun ke-20 perusahaan yang paling dikagumi ini disaring dari 100 perusahaan terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan pendapatan dan kapitalisasi pasar, dengan merujuk pada kualitas manajemen dan kualitas produk.

Ke-20 perusahaan paling dikagumi tersebut adalah sebagai berikut :

1. PT Astra International Tbk (ASII).
2. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
4. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
5. PT Garuda Indonesia Tbk(GIAA).
6. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).
7. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
8. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
9. PT Gudang Garam Tbk (GGRM).
10.PT United Tractors Tbk (UNTR).
11.PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
12.PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
13.PT Indosat Tbk (ISAT).
14.PT XL Axiata Tbk (EXCL).
15.PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
16.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
17.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
18.PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI).
19.PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
20.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Hanya 29 Saham Yang Naik, IHSG Memerah

9:59 am in Berita, Bursa by Fajri Gelu

Dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia pagi ini, Senin (9/1/2012) hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG telah melemah 17,229 poin (0,45%) ke level 3.852,186. Sementara Indeks LQ 45 berkurang 3,785 poin (0,55%) ke level 679,141.

Sebelumnya IHSG dibuka turun 8,829 poin (0,23%) ke level 3.860,586. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 2,227 poin (0,32%) ke level 680,699.

Ada 84 saham yang melemah, hanya 29 yang naik, sementara 57 lainnya stagnan, dengan volume perdagangan 108,3 juta saham senilai Rp 45,7 miliar.

Delapan sektor memerah, dengan sektor pertambangan turun paling parah, yaitu sebesar 0,66%, diikuti sektor industri dasar yang melemah 0,63%.

Top losers :
- Gadjah Tunggal Tbk (GJTL) turun 3,39% ke Rp 2.850.
- Charoen Pokphan Indonesia Tbk (CPIN) turun 3,26% ke Rp 2.175.
- Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) turun 1,92% ke Rp 55.

Top gainers :
- Minna Padi Investasi Tbk (PADI) naik 12,60% ke Rp 455.
- Medco Energi International (MEDC) naik 2,11% ke Rp 2.425

MEDC Siapkan US$ 1,17 Miliar Kembangkan Usaha

9:16 am in Berita, Bursa by Fajri Gelu

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) pada tahun 2012 nanti telah menyiapkan dana sebesar US$ 1,17 miliar untuk mengembangkan bisnisnya, dimana anggaran tersebut terbagi untuk biaya operasional US$ 818 juta dan belanja modal US$ 356 juta.

Selain minyak dan gas serta listrik, tahun depan Medco akan  merambah bisnis baru yakni batubara. Tambang batubara berlokasi di Nunukan, Kalimantan Timur. “Mulai Februari 2012 sudah beroperasi dengan kapasitas 8.500 metrik ton per bulan, kemudian akan diperbesar menjadi 45.000 metrik ton pada Juni 2012.

Indeks Terkoreksi Seiring Regional

9:59 am in Berita, Bursa by Fajri Gelu

Dalam perdagangan awal hari ini, Kamis (8/12/2012), hingga  pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melemah 24,255 poin (0,64%) ke level 3.768,980. Sementara Indeks LQ 45 turun 5,314 poin (0,79%) ke level 666,173. Sebelumnya dalam pembukaan, indeks telah terkoreksi 13, ,186 poin (0,35%) ke level 3.780,049.

Pelemahan indeks di awal perdagangan Kamis ini seiring dengan anjloknya bursa Asia yang tengah menanti perkembangan penyelesaian krisis Uni Eropa.

Addapun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.080 per dolar sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

88 saham jatuh, 20 saham berhasil menguat, dan 49 saham lainnya stagnan. Secara sektoral, sektor industri dasar terkoreksi paling dalam yakni 1,08%.

Top losers pagi ini antara lain:
- Holcim Indonesia (SMCB) turun 4,76% ke Rp 2.000.
- Medco Energi International(MEDC) turun 2,02% ke Rp 2.425.
- United Tractor Tbk (UNTR) turun 1,57% ke Rp 25.050.

Top gainers diantaranya:
- Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) naik 2,02% ke Rp 5.050.
- Krakatau Steel (Persero)Tbk (KRAS) yang maju 1,2% ke Rp 840.

MEDC Investasikan US$ 400 Juta Garap Gas

9:26 am in Berita, Bursa by Fajri Gelu

PT Medco Energi International Tbk (MEDC) telah menginvestasikan US$ 400 juta untuk tahap pertama dalam pengembangan produksi gas di wilayah kerja migas Blok A, Nanggroe Aceh Darussalam.

Kegiatan produksi ini akan dilakukan anak usaha perseroan, yaitu PT Medco E&P Malaka dan mitra kerjanya Premier Oil dan Japex. Proyek pengembangan gas Block A diharapkan dapat mulai berproduksi pada tahun 2014 sebesar 60 mmscfd.

Indeks Perlahan-lahan Menguat (22/11/2011)

10:02 am in Berita, Bursa by Fajri Gelu

Dalam pembukaan perdagangan pagi ini, Selasa (22/11/2011), IHSG sempat menipis 5,681 poin (0,16%) ke level 3.674,148. Indeks LQ 45 juga melemah tipis 1,423 poin (0,21%) ke level 647,166.

Namun kemudian sampai dengan pukul 9.35 waktu JATS, IHSG balik arah dan bisa menguat tipis 5,589 poin (0,15%) ke level 3.685,418. Demikian juga dengan indeks LQ 45 yang naik tipis 1,403 poin (0,22%) ke level 649,992.

Delapan sektor berhasil menghijau, dipimpin sektor konstruksi dengan kenaikan 0,51%, disusul sektor industri dasar yang menguat 0,43%.

Ada 71 saham yang menguat,  47 masih melemah,  dan 61 saham lainnya stagnan,  dengan volume perdagangan  120,85 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 133,53 miliar. Asing juga menepi dari pasar pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 15,18 miliar.

Top gainers pagi ini antara lain :
- Viva Media Asia  (VIVA) naik 15,56% ke Rp 520.
-  Bumi Citra Permai  (BCIP) naik 11,11% ke Rp 250.
-  Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) naik 8% ke Rp 540.

Top losers diantaranya :
- International Nickel Indonesia (INCO) turun 2,34% ke Rp 3.125.
- Bank Tabungan Negara (BBTN) turun 2,29% ke Rp 1.280.
- Medco Energi International  (MEDC) turun 2,17% ke Rp 2.250.

Indeks Tembus Level 3800 (8/11/2011)

10:07 am in Berita, Bursa by Fajri Gelu

Dalam perdagangan pagi ini, Selasa (8/11/2011) pukul 9.35 waktu JATS, IHSG menanjak 22,763 poin (0,60%) ke level 3.801,003. Sementara Indeks LQ 45 dibuka menguat 4,779 poin (0,71%) ke level 678,610.

Penguatan indeks ini seiring dengan menanjaknya Wall Street, meski bursa Asia malah melemah. Sentimen optimisme Eropa dalam penyelesaian krisis juga menjadi penopang indeks di zona hijau.

Seluruh sektor menguat, dengan sektor pertambangan memimpin kenaikan sebesar 1,16%, disusul sektor industri lain-lain yang naik 0,97% dan sektor manufaktur yang terdongkrak 0,82%.

Top gainers pagi ini diantaranya :
- Catur Sentosa Adiprana (CSAP) naik 7% ke Rp 235.
- Medco Energi (MEDC) naik 4% ke Rp 2.450.
- Agis (TMPI) naik 4% ke Rp 118.

Top losers antara lain :
- Cahaya Kalbar (CEKA) turun 11% ke Rp 1.050.
- Multifiling Mitra Indonesia (MFMI) turun 7% ke Rp 200.
- Bakrie Telecom (BTEL) turun 4% ke Rp 255.

Sign in PasarDana.com BETA
Silahkan login pada form dibawah ini. Belum memiliki akun PasarDana.com click here untuk Register!