Arsip : penipuan

Komisi Pengawas di Jepang Ingin Olympus Didenda US$2,5 Juta

1:43 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Kantor Olympus di Tokyo

Komisi Pengawas Bursa Efek di Jepang (SESC) memberi usulan kepada Agen Layanan Keuangan Jepang (FSA) agar Olympus didenda sebesar US$2,5 juta atas kasus penipuan keuangan yang dilakukannya.

Menurut SESC, denda tersebut merupakan salah satu prosedur hukum yang harus dijalani Olympus akibat penipuan laporan keuangan sebesar US$1,7 miliar yang dilakukan perusahaan selama lebih dari 10 tahun.

Sebelumnya, Olympus sempat menghadapi ancaman delisting dari Bursa Efek Tokyo jika tidak berhasil menyerahkan laporan keuangan yang sebenarnya hingga pertengahan Desember tahun lalu.

Olympus berhasil memenuhi deadline penyerahan laporan keuangan pada tanggal 14 Desember 2011, namun harus menjalani penggeledahan kantor oleh regulator sekuritas, jaksa, dan pihak kepolisian Jepang satu minggu setelahnya.

Setelah skandal itu terungkap, Olympus memutuskan untuk mengajukan tuntutan hukum dan meminta ganti rugi sebesar US$55 juta terhadap beberapa petinggi dan mantan petinggi perusahaan yang terlibat dalam kasus penyembunyian kerugian tersebut.

via Reuters : Japan market watchdog recommends $2.5 million fine for Olympus

Mantan Pemimpin Olympus Akhirnya Ditahan

10:52 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Tsuyoshi Kikukawa

Mantan pemimpin Olympus, Tsuyoshi Kikukawa yang terlibat dalam skandal penipuan keuangan senilai US$1,7 milyar akhirnya ditahan oleh pihak berwenang Jepang.

Kikukawa dan 18 orang lainnya yang terdiri dari mantan eksekutif serta petinggi Olympus yang masih menjabat saat ini menghadapi tuntutan hukum dengan total gugatan mencapai US$55,66 juta akibat skandal penyembunyian kerugian tersebut.

Akibat dari skandal penipuan tersebut, saham Olympus merosot tajam hingga 48%. Skandal mulai terkuak ketika Presiden sekaligus CEO asing pertama Olympus, Michael Woodford mempertanyakan secara terang-terangan biaya besar yang digunakan untuk mengakuisisi Gyrus Ltd.

Meski Olympus berhasil menghindari delisting, perusahaan tersebut harus membayar denda sekitar Rp1,14 milyar pada bursa Tokyo. Olympus sendiri telah memperkirakan kerugian sebesar US$408,15 juta pada akhir tahun fiskal bulan Maret mendatang. Namun, pihak Olympus mengklaim bahwa kerugian lebih disebabkan oleh bencana banjir Thailand ketimbang skandal penipuan.

via Bloomberg : Olympus Ex-Chairman Kikukawa Arrested Over Role in Fraud, Kyodo Reports

Kerugian Olympus Tahun Ini Bisa Mencapai US$412 Juta

3:17 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Kantor Olympus di Tokyo

Olympus Corp, perusahaan pembuat kamera dan peralatan kedokteran, hari ini (13/2) memperkirakan kerugian tahunan sebesar US$412 juta atau setara dengan Rp3,7 triliun.

Prediksi kerugian Olympus tersebut jauh melebihi perkiraan para analis dari Barclay Capitals dan Deutsche Bank Group yang hanya sekitar US$328 juta.

Perusahaan yang terbukti melakukan skandal penyembunyian kerugian selama beberapa dekade tersebut akan mengadakan rapat pemegang saham pada tanggal 20 April mendatang untuk membentuk dewan direktur yang baru. Dalam pertemuan tersebut, petinggi dewan Olympus yang lama kemungkinan besar akan mengundurkan diri.

Olympus berhasil menghindari pencoretan dari bursa Tokyo dengan memenuhi deadline penyerahan laporan keuangan baru pada tanggal 14 Desember 2011. Namun, perusahaan tersebut harus membayar denda sebesar US$13.000 atas skandal penipuan yang dilakukan.

Sejak kasus penipuan Olympus mencuat, perusahaan tersebut telah merosot sebanyak 48%. Meski demikian, Olympus diprediksi masih menjadi produsen endoskopi terbesar di dunia saat ini.

via Bloomberg : Olympus Forecast $412 M Annual Net Loss

April 2011, Investor Olympus Bentuk Dewan Manajemen Baru

9:58 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Tsuyoshi Kikukawa, Mantan Presiden Olympus yang Terlibat Skandal Penipuan

Pihak Olympus hari ini (7/2) mengumumkan bahwa para investor akan mengadakan pertemuan pada tanggal 20 April 2012 untuk menyetujui pembentukan dewan manajemen perusahaan yang baru.

Dalam pertemuan pemegang saham tersebut, Olympus juga diperkirakan akan mengumumkan strategi untuk memperkuat tata kelola perusahaan dengan cara membatasi kekuatan direktur, memperkenalkan sistem wajib pensiun bagi direksi, serta membentuk komite independen untuk mencari calon direksi.

Selain itu, dewan manajemen lama termasuk Presiden Shuichi Takayama juga kemungkinan akan mundur serta bertanggung jawab terkait skandal penipuan keuangan yang dilakukan Olympus selama beberapa dekade.

Saat ini, dua komite independen Olympus telah ditugaskan untuk memilih orang yang tepat dari dalam dan luar perusahaan sebagai jajaran manajemen Olympus yang baru. Kemungkinan keduanya akan mulai memilih kandidat dewan manajemen baru pada pertengahan bulan Maret mendatang.

via Daily Yomiuri Online : Olympus Shareholders Meetings Set

Berantas Situs Phising, Jepang Rancang Hukum Baru

10:48 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Contoh Email Jebakan Untuk Masuk ke Website Phising

Pemerintah Jepang menyatakan akan segera membentuk hukum baru guna memberantas keberadaan situs-situs phising, mencegah terjadinya pencurian identitas serta penipuan secara online.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh AgenKepolisian Nasional Jepang pada hari Selasa (24/1) menyusul maraknya kejahatan pencurian identitas secara online di Jepang akhir-akhir ini. Dalam jangka waktu 10 tahun, kasus pencurian identitas dan penipuan secara online di Jepang telah meningkat sebanyak 24 kali lipat menjadi 1.601 kasus.

Dari seluruh kasus, 90% diantaranya menggunakan cara phising untuk mencuri identitas pribadi termasuk ID dan password yang digunakan untuk internet banking. Phising merupakan cara pencurian ID dengan menggunakan website palsu yang mirip dengan website milik bank ataupun website terkenal lainnya.

Selama ini, Jepang tidak memiliki hukum yang menindak tegas tindakan phising ataupun pencurian ID melalui website phising. Kepolisian Jepang baru bisa bertindak jika si korban telah mengalami kerugian materi akibat kejadian tersebut.

Hukum yang tengah dirancang pemerintah Jepang saat ini berisi ancaman pidana selama 1 tahun penjara dan denda sebesar 500.000 yen bagi pelaku pencurian ID dan pembuat website phising. Menurut pihak kepolisian Jepang, hukum tersebut bisa membuat tindakan pencurian ID terdeteksi sebelum terjadi kerugian materi.

via Daily Yomiuri Online : Police to set up Net fraud fight / Agency announces bill to prohibit operation of fake financial websites

Woodford Mengundurkan Diri dari Olympus

8:31 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Olympus

Mantan presiden dan CEO Olympus, Michael C. Woodford, akhirnya menyatakan pengunduran dirinya dari Olympus Corp meski banyak investor yang menginginkan ia kembali menjabat di perusahaan tersebut.

Pria asal Inggris ini telah dipecat oleh mantan petinggi Olympus pada bulan Oktober lalu karena dianggap bisa membongkar penipuan yang dilakukan perusahaan. Namun, setelah Olympus benar-benar terbukti melakukan kecurangan, Woodford kembali ke Jepang dan menyatakan siap untuk menjabat kembali di perusahaan tersebut.

Kini, Woodford memaksa pemegang saham untuk membiarkan para pemilik modal memilih pejabat-pejabat Olympus yang baru. Olympus sendiri belum memberikan pernyataan apapun terkait pengunduran diri Woodford tersebut.

Sejak Olympus memecat Woodford, saham perusahaan pembuat alat-alat kedokteran ini telah mengalami kemerosotan hingga lebih dari 50%. Tidak hanya itu, Olympus juga terancam dicoret dari Tokyo Stock Exchange dan mantan pejabatnya terancam hukuman 10 tahun penjara.

Pemegang Saham Olympus Ingin Mantan CEO-nya Kembali

9:32 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Michael C. Woodford

Setelah terungkap kenyataan bahwa Olympus Corporation melakukan kecurangan, beberapa pemegang saham menginginkan mantan CEO Olympus, Michael C. Woodford kembali menjabat di perusahaan tersebut.

Michael C. Woodford memang merupakan sosok yang berperan penting dalam mengungkapkan kecurangan Olympus. Pria asal Inggris tersebut dipecat dari jabatannya sebagai presiden dan CEO Olympus akibat mempertanyakan dana sebesar US$687 juta yang dikeluarkan perusahaan pada tahun 2008.

Ternyata, dana tersebut digunakan Olympus untuk menutupi kerugian perusahaan dalam beberapa dekade terakhir. Terungkapnya kecurangan Olympus membuat publik mempertanyakan standar yang ditetapkan oleh bursa efek Jepang.

Terkait hal tersebut, Tokyo Stock Exchange (TSE) akhirnya mempertimbangkan untuk terus mengawasi Olympus dan meneliti adanya kemungkinan menghapus perusahaan tersebut dari bursa.

Tidak hanya itu, ketiga mantan pejabat Olympus juga terancam hukuman 10 tahun penjara jika terbukti bersalah dalam persidangan.

 

Sign in PasarDana.com BETA
Silahkan login pada form dibawah ini. Belum memiliki akun PasarDana.com click here untuk Register!