Arsip : saham pemula

Cut Loss

5:39 pm in Teknik & Strategi, Tutorial by Fajri Gelu

Cut-loss atau memotong kerugian, yang disebut juga stop-loss atau stop kerugian, adalah tindakan menjual (menutup posisi) saham yang rugi. Oleh karena di Bursa Efek Indonesia biasanya sulit untuk melakukan short sell, maka pemain saham di Indonesia umumnya membuka saham dengan membeli dan menutup dengan menjual.

Kita ulangi lagi, Cut artinya potong, Loss artinya rugi. Cut-Loss = memotong kerugian atau membatasi kerugian yg bertujuan untuk meminimalkan kerugian anda dan melindungi modal anda.

Cut-loss penting karena saham yang kita beli tidak ada jaminan akan naik terus. Kalau sudah turun, saham bisa saja turun banyak lalu naik sedikit dan lalu turun lebih banyak lagi. Kalaupun akhirnya naik, belum tentu saham itu naik mencapai harga beli kita. Maka cut-loss ini berfungsi seperti sekring yang memutuskan aliran listrik tegangan tinggi yang berpotensi membawa bencana. Dengan cut-loss, kita menjual sebelum saham meluncur bebas dan menyeret kita ke dalam bahaya.

Ada beberapa alasan mengapa melakukan cut-loss:
1. Tak mengenal saham yang dibeli/ tidak tahu isinya. Dari sekian banyak saham yang listing di bursa, berapa banyak yang fundamentalnya kita pahami? Untuk saham-saham yang tidak jelas, valuasi mahal, tidak liquid, yang dibeli hanya berdasarkan rumor, sebaiknya dicut-loss. Jangan berspekulasi dengan kucing dalam karung.
2. Saham yang dibeli dalam posisi puncak atau down trend. Belakangan banyak saham yg membuat new high, rekor tertinggi baru, namun tidak lama kemudian saham-saham ini turun, terus turun di hari berikutnya, lalu terjadi pembalikan arah trend. Perlu diperhatikan support resistance saham-saham seperti ini. Tak perlu ragu untuk membuat Exit plan sebelum masuk. Cut-loss point penting.
3. Faktor Teknikal. Bila telah memenuhi syarat analisa untuk dilepas, sebaiknya dicut-loss dan beralih ke saham-saham yang lebih berpeluang.
4. Faktor Fundamental. Perubahan Fundamental perusahaan sangat mempengaruhi prospektif sahamnya. Valuasi sangat penting bagi kaum fundamentallis Setiap perubahan fundamental yg signifikan, mempengaruhi sahamnya. Saham-saham akan mengikuti valuasinya, khususnya yg blue chips.

Berbagai cara melakukan Cut loss :
1. Cut loss bertahap. Cut loss sebagian dulu, apabila sahamnya rebound nanti cut loss lagi. Kalaupun turun lagi, cut loss sudah dilakukan sebagian
2. Cut loss untuk switching. Cut loss saham loser, lalu masuk ke saham yg berpeluang bagus untuk naik.
3. Cut loss sebagai trading sell. Banyak yg tidak tega Cut loss karena ruginya sudah terlanjur banyak. Padahal ia sadar kalau saham itu masih akan terus turun dan tak tahu naiknya kapan.

Dua hal terpenting dalam praktek cut loss:

1. Tentukan harga cut-loss waktu membuka posisi/membeli, agar psikologi Anda tidak terpengaruh oleh emosi dan pergerakan pasar.

2. Setelah membeli, titik cut-loss boleh diubah, tapi tidak ke arah yang berpotensi merugikan lebih besar. Jika waktu membeli di Rp 100 dan mementukan cut-loss di Rp 95, titik cut loss boleh diubah ke Rp 96, tapi tidak boleh ke Rp 94.

Yang harus diperhatikan, cut-loss ibarat sebuah sarana antisipasi akan bahaya yang bisa tiba-tiba datang mengancam. Cukup berhati-hati dan waspada dan bukan berarti kemudian harus cut-loss semua transaksi yang Anda dimiliki.

Analisa Teknikal Klasik

2:14 pm in Teknik & Strategi, Tutorial by Fajri Gelu

Pengguna analisis teknikal klasik ini biasa disebut sebagai chartist, dimana mereka percaya bahwa tren dan sinyal aksi pasar suatu saham dapat diperoleh berdasarkan bentuk dan pola tertentu dari grafik harga saham. Bentuk lain dari analisis ini adalah penggunaan garis-garis penganalisis yang diaplikasikan pada grafik harga menurut opini individual masing-masing. Analisis ini lebih banyak mengandung seni/art dari pada unsur ilmiahnya. Demikian juga halnya, bahwa menurut masing-masing penggunanya analisis ini juga spesifik untuk tiap-tiap sekuritas. Kelompok analis ini dapat digolongkan ke dalam penganalisis garis gerak harga dan penganalisis pola.

Yang harus diperhatikan dan dipelajari dalam analisis teknikal klasik yaitu mengenai pola-pola grafik, dimana pergerakan harga saham diidentifikasi dengan pola-pola grafik tertentu. Pola grafik tersebut terbagi menjadi dua yaitu reversal pattern (pembalikan) dan continuation pattern (lanjutan). Adapun pola-pola yang terbentuk dalam reversal pattern (pembalikan) yaitu:

 

Head & Shoulder
Keakuratan sinyalnya dapat diandalkan dan sangat populer, serta juga terbentuk dari pergerakan yang menyerupai sepasang bahu dan kepala yang menghadap ke atas sesuai namanya. Sinyal Head & shoulder terjadi dalam tren yg sedang naik/uptrend. Gambar ilustrasinya:

Sedangkan Inverted head & shoulder yaitu kebalikan dari pola Head & shoulder, dimana pola Inverted head & shoulder mengindikasikan kenaikan (bullish),  yang terjadi dalam tren yang sedang turun/downtrend. Berikut ini gambar ilustrasinya:

Double Top
Salah satu pola reversal  yang relatif mudah dikenali karena sering terjadi dan bentuk polanya  menyerupai huruf M. Bila terjadi pola ini maka indikasi yang diberikan adalah akan terjadi penurunan (bearish).

Double Bottom
Kebalikan dari double top, Double bottom menunjukkan indikasi kenaikan (bullish). Dalam mengindikasikan pola double bottom, pastikan bahwa adanya tren menurun yang signifikan dalam beberapa bulan.

Triple Top
Tiga puncak pergerakan harga yang sebaliknya sama tinggi adalah fokus utama pada pola ini. Pola inis eperti pola-pola sebelumnya yang cukup akurat memberikan sinyal akan terjadinya penurunan (bearish). Pola ini sangat jarang ditemui dan biasanya terbentuk dalam jangka waktu yang relatif panjang (1-6 bulan). Target price didapatkan dengan mengambil jarak antara head dengan garis neckline-nya. Sama halnya dengan double top, triple top juga mempunyai kebalikannya yaitu triple bottom.

Rounding Bottom
Jarang muncul namun sinyal yang diberikannya cukup akurat. Rounding bottom dikenal juga dengan Saucer bottom adalah pola yang berupa cekungan/lembah yang cukup dalam yang apabila disatukan dengan garis resistennya maka mirip dengan sebuah mangkuk. Biasanya terbentuk dari pergerakan harga saham yang datar lalu bergerak turun. Rounding bottom mencerminkan periode dari bearish ke bullish, dengan kata lain rounding bottom memberikan sinyal akan terjadi kenaikan (bullish).

Berikut pola-pola yang terbentuk dalam continuation pattern yaitu:

Flag
Flag berbentuk seperti sebuah bendera lengkap dengan tiangnya. Terbentuk dalam pergerakan harga yang bergerak cepat yang biasanya secara bertahap naik/turun. Berlangsung cukup singkat selama beberapa hari hingga beberapa minggu (biasanya tidak lebih dari 3 minggu). Pergerakan harga pada flag relatif cukup signifikan (flagpole) lalu bergerak kearah samping dalam suatu trading range (bendera), kemudian harga bergerak kembali melanjutkan pergerakan trend sebelumnya.

Pennants
Bentuknya hamper mirip dengan pola flag. Bedanya hanya terletak pada bentuk ujungnya, dimana flag berbentuk segiempat sedangkan pennants tampak seperti segitiga simetris atau dua garis yang ujungnya menyempit. Pola ini relative cukup sering terjadi baik pada tren naik atau turun.

Triangle
Pola dasar triangle adalah terbentuk dari dua garis yang ujungnya saling menyempit atau konvergen. Polanya sangat mirip dengan pennant, tapi triangle tidak menggunakan tiang (pole) sebagai target price. Pola triangle memiliki waktu yang lebih fleksibel (1 hingga 3 bulan), jika kurang dari 3 minggu maka cenderung diidenfikasikan sebagai pennants. Sedangkan dari pergerakan volume, normalnya adalah terjadi penurunan sepanjang pembentukan pola dan adanya ekspansi volume yang cukup signifikan mendukung saat terjadinya penembusan pola. Pola triangle yang terbentuk ada dua, yaitu ascending triangle dan descending triangle. Berikut ini gambar ilustrasinya:

descending triangle

Wedge
Sangat mirip dengan pola triangle, bedaannya terletak pada kemiringannya. Terbagi menjadi dua jenis yaitu falling wedge dan rising wedge. Falling wedge mengindikasikan terjadi pergerakan bullish pada saat harga saham sedang bergerak dalam suatu tren naik dan sebaliknya untuk pola rising wedge. Antara triangle dan wedge keduanya memiliki karakteristik yang sama, selama pembentukan pola volume yang bergerak menurun dan mulai menunjukkan pergerakan naik pada saat penembusan dan semakin besar saat penembusan terjadi. Waktu yang diperlukan relative sama dengan pola flag dan pennants. Tidak ada cara khusus untuk mengukur target price, namun cara-cara yang ada dari pola yang lainnya dapat diterapkan misal cara mengukur target price pada pola triangle. Berikut ini gambar ilustrasinya:

raising wedge

sumber: http://coki002.wordpress.com/analisis-teknikal-classic/

Pengantar Analisa Teknikal

2:49 pm in Teknik & Strategi, Tutorial by Fajri Gelu

Agar bisa sukses bermain di bursa saham seorang investor ada baiknya menajamkan pengamatannya sehingga mampu memprediksi arah pasar. Bahkan kalau bisa ia harus bisa mempredikisinya jauh sebelum ada orang lain yang punya prediksi sama. Dengan demikian, ia telah menang langkah dibanding investor yang lain.

Salah satu cara agar mampu meprediksi kemana pasar mengarah, adalah dengan menerapkan metode Analisa Teknikal. Analisa Teknikal, bagi sebagian orang dianggap jauh lebih efektif dan jitu untuk menganalisa pasar dibanding Analisa Fundamental.

Perlu Anda ingat kembali, Analisa Teknikal pada prinsipnya merupakan metode analisis yang menggunakan data-data pasar. Dengan menggunakan data-data mengenai harga, pasokan serta permintaan di masa lalu, analisa teknikal saham dapat memprediksi bagaimana permintaan dan pasokan di masa mendatang, serta menganalisa harga saham yang mungkin akan terbentuk karenanya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi suatu tren atau pola yang berulang dari pergerakan harga saham dan kemudian dieksploitasi untuk mendapatkan kentungan. Berhubung data-data pasar lazim tersaji dalam bentuk grafik (charts), maka para analis teknikal lebih sering menggeluti grafik-grafik.

Oleh karena dalam analisa teknikal yang dipakai adalah data-data pasar, para investor yang menerapkan metode ini cenderung lebih memperhatikan pergerakan harga saham di lantai bursa dibanding mengamati laporan keuangan atau membaca berita dan isu  di koran yang berkaitan dengan emiten yang sedang diamati. Mereka fokus mengamati perubahan harga saham untuk menangkap pola pikir para pelaku pasar modal agar kemudian mereka mampu mampu menganalisa dan memprediksi pergerakan harga saham selanjutnya. Data-data ini semuanya tersaji dalam suatu grafik (charts).

Berikut gambaran mengenai metode analisa teknikal saham yang paling umum digunakan dan tergolong muda dipahami

- Moving Average (MA)
Moving average (MA) adalah rata-rata harga saham selama periode waktu yang telah lalu dan kemudian diplot ke dalam grafik beserta harga saham aktual di pasar saat itu. MA yang berasal dari rata-rata harga saham selama lima hari perdagangan, contohnya, ditulis sebagai MA-5. MA yang berasl dari rata-rata harga selama 15 hari ditulis sebagai MA-15. Jadi moving average menyatakan rata-rata harga saham tersebut akan dihitung lagi seiring dengan berjalannya waktu. Data harga yang digunakan biasanya adalah harga penutupan (closing price).

- Double Top dan Double Bottom
Double Top, pola yang terbentuk ketika ada perubahan harga saham berupa kenaikan sampai pada level tertentu, lalu turun dan kemudian naik lagi (dengan volume perdagangan lebih kecil) menyamai level harga tertinggi sebelumnya dan kemudian menurun lagi. Jika kejadian tersebut berulang sekali lagi, maka akan terbentuk kurva yang memiliki dua puncak kembar (seperti huruf M). Pola dari analisa harga saham ini menunjukan bahwa pasar telah dua kali gagal mencoba menembus batas harga atas (tertinggi) tersebut. Jika harga kemudian menurun sampai menembus tingkat harga terendah sebelumnya (sebelum puncak yang kedua), itu mengindikasikan tren pergerakan harga saham akan terus menurun. Pola double top ini memberikan sinyal untuk segera melakukan aksi jual. Kebalikan dari pola Double Top yaitu pola double bottom (seperti huruf W). Dengan logika yang sama, pola ini memberikan sinyal untuk melakukan aksi beli karena diperkirakan harga akan terus meningkat.

-  Triangle
Metode analisa triangle atau pola kurva segitiga dibagi menjadi dua, yaitu Ascending Triangle (segitiga menaik) dan Descending Triangle (segitiga menurun). Descending Triangle terbentuk jika ada beberapa lembah yang sama rendah dengan beberapa puncak yang semakin menurun. Dengan kata lain, terjadi perubahan harga saham antara garis batas bawah yang horizontal dengan garis batas yang mempunyai kemiringan menurun. Jika harga menembus garis batas bawah disertai dengan peningkatan volume perdagangan, ini memberi sinyal untuk melakukan aksi jual karena analisa harga saham tersebut diperkirakan harga akan terus menurun. Sementara Ascending Triangle terbentuk jika pergerakan harga saham mengikuti pola yang berkebalikan dengan Descending Triangle. Pola ini memberikan sinyal untuk melakukan aksi beli saham karena diperkirakan harga akan terus menaik.

- Head & Shoulder
Analisis Head & Shoulder memberikan sinyal untuk jual karena diperkirakan harga akan terus menurun. Garis leher (neckline) digambarkan dengan menarik garis lurus dari bagian paling bawah kedua bahu untuk mendapatkan suatu sinyal kapan aksi jual dilakukan. Jika dari analisa harga saham, pergerakan harga saham (bahu kanan) menembus garis leher dari atas ke bawah (piercing the neckline), inilah sinyal untuk segera menjual saham untuk mengurangi kerugian (cut loss).
Head & shoulder dapat terjadi secara terbalik (Inverse Head & Shoulder), dua bahu dan kepala mengarah kebawah. Garis leher terbentuk dengan menarik garis lurus diatas kedua bahu. Jika pola itu terbentuk dan kurva harga dibahu kedua (bahu kanan) menembus garis leher dari bawah keatas, maka itu adalah sinyal untuk beli karena ada kecenderungan perubahan harga saham di mana harga bakal terus naik.

- Support Level & Resistance Level
Support Level(SL) maksudnya adalah bila harga berada pada level terendah. Pada level ini pergerakan berupa penurunan sangat sukar terjadi. SL ini umumnya terjadi setalah suatu saham naik cukup signifikan lalu mengalami penurunan karena adanya aksi profit taking dari para investor.Adapun Resistance Level (LV) maksudnya adalah bila harga berada pada level tertinggi dan pada level ini harga sukar naik. SL ini cenderung terbentuk setelah suatu saham mengalami penurunan yang cukup drastis dari harga sebelumnya. Sederhananya SL dan RL dapat diterjadi saat harga sedang dalam tren naik (uptrend), mendatar (sideway) atau turun (downtrend).

Adapun langkah praktis menjadi seorang analis teknikal adalah:

1. Mengenal Chart yang antara lain Candlestick, Barchart, atau yang modern macam Kagi dan Renko.

2. Memahami Tren. Umumnya hanya ada 3 tren, yaitu tren naik, tren turun, atau tren bingung (sideway). Di sini kita kemudian mengenal tentang support dan resistence.

3. Selanjutnya setelah memahami support dan resistence,  kita perlu mengenali pola dari tren.  Misalnya cup n handle dan ascending triangle.

4. Setelah itu belajar tentang indikator

Semuanya mudah untuk dipelajari bila memang ada kemauan. Kemauan yang dimaksud adalah kemauan untuk memperoleh keuntungan. Apakah ada orang yang tak tertarik dengan ‘keuntungan’?

Bila jenis orang seperti itu memang ada, semoga bukan Anda:)

Swing Trading

4:12 pm in Teknik & Strategi, Tutorial by Fajri Gelu

Swing Trading adalah strategi bermain saham dengan memanfaatkan volatilitas (gejolak) harga saham. Sedangkan para trader yang sering menggunakan sistem ini sering dijuluki ‘Swing Trader’.

Swing Trader agak berbeda dengan Day Trader dalam segi aktivitas trading. Day Trader frekuensi trading sahamnya sangat agresif, dalam sehari bisa melakukan jual-beli saham berkali-kali sedangkan Swing Trader memantau momentum yang tepat untuk melakukan trading yang biasanya berdurasi 2-10 hari, dimana mereka mencari keuntungan dengan memanfaatkan secara maksimal gejolak harga dalam sebuah periode waktu dengan melakukan aksi beli pada saat harga swing naik dan melakukan aksi jual saat harga swing turun.

Swing Trader biasanya mencari saham-saham yang memiliki range trading yang cukup lebar seperti BUMI, ASII, AALI, BMRI, dan lain-lain. Namun agar swing trading berjalan dengan baik diperlukan sistem trading yang efektif, yang paling tidak memperhatikan dua komponen dasar dan sangat penting yaitu identifikasi tren secara tepat dan stop loss.

Yang sulit diidentifikasi adalah menentukan tren. Sistem trading yang baik harus dapat mengidentifikasi tren dengan segera. Gagal mengetahui tren berarti malapetaka bagi seorang trader saham. Ingat selalu quote “Follow the Trend” (Ikuti Tren).

Stop Loss atau jual rugi juga merupakan salah satu komponen penting yang harus diketahui seorang trader. Banyak pemain saham biasanya melakukan jual-beli saham tanpa terlebih dahulu menyiapkan level cut loss yang siap ia tanggung apabila saham yang di beli tidak bergerak sesuai harapan. Sistem trading yang baik harus dapat dengan jelas memberikan level cut loss ini.

Tujuan menggunakan strategi Swing Trading adalah masuk posisi pada trading opportunity yang memberikan probabilitas keuntungan yang tinggi sesuai dengan arah tren. Swing Trader biasanya jarang melakukan counter-trading (trading melawan tren). Dengan mengikuti tren kita mengikuti arah uang atau arah bandar. Mengikuti tren memperbesar peluang anda untuk mendapatkan profit besar.

Pada dasarnya ada 3 strategi dalam Swing Trading yaitu :
1.Kenali Tren. Follow the Trend!
2.Tunggu Pullback. Dalam suatu tren harga tidak selalu naik terus. Ada saatnya di mana saham akan pullback (koreksi sehat) sebelum melanjutkan kenaikannya. Swing trader yang baik biasanya menunggu momen pullback ini untuk melakukan aksi beli atau tambah posisi beli.
3.Lakukan Trading.

Kelihatannya sederhana namun penting diingat, diperlukan disiplin yang tinggi untuk mengeksekusi sinyal beli dan terutama sinyal jual menurut sistem Swing trading ini. Sistem Trading apapun yang anda pilih pada akhirnya kembali pada kedisiplinan, money management, dan mentalitas trader yang bersangkutan.

Pada dasarnya sistem ini menggunakan indikator Moving Average, tapi yang jangka pendek ditambah dengan Bollinger Band.  Anda akan mengincar tren dan momentum jangka pendek dan menjual pada waktu ketika overbought di resistance.

Perlu diingat agar harga tak terlalu jauh di bawah MA50, lebih baik kalau di atas dan/ sideways, Bollinger Band harus cukup lebar tidak menyempit karena rawan volatility breakout, Ambil saham dengan volatilitas tinggi (BUMI termasuk).

Konkritnya begini:

>Beli pada hari yang sama, ketika MA5 golden cross dengan MA20;
>A5 harus menunjuk ke atas;
>Jual ketika harga mendekati Bollinger Band atas dan harga menembus ke bawah MA5;
>Jaga (cut loss) ketika MA5 dead cross dengan MA20;
>Target profit di Bollinger Band atas;
>Cut loss di MA20.

Perhatikan!  Harga harus selalu di atas MA5.  Anda boleh take profit jika harga menembus MA5 di dekat Bollinger Band atas. (overbought).  Ukur profit/loss ratio sebelum masuk.

Beberapa yang harus Anda abaikan sama sekali:
-Analisa fundamental;
-Rumor;
-Emosi sesaat.

Anda akan mengalami banyak false signal, banyak cut loss, dan banyak yang ternyata tidak bergerak, dst.  Sistem ini perlu transaksi yang banyak, dan manajemen posisi yang baik, juga kesabaran.  Pastikan posisi Anda lebih dari enam, dan Anda punya waktu setiap hari untuk memeriksa posisi Anda.  Cari saham-saham di top volume dan top frequency untuk kandidat trading.

Alokasikan tidak lebih dari 25% modal Anda untuk swing trading.  Jika Anda bermain dengan benar, Anda akan mendapatkan uang secara rupiah sama dengan trend trading.

Terkadang Anda akan mendapatkan jackpot karena Anda bermain di lapis kedua dan ketiga, namun jangan sampai hal tersebut membuat Anda sombong.  Tetap manajemen posisi Anda dengan disiplin!

Probabilitas Dalam Trading

3:57 pm in Teknik & Strategi, Tutorial by Fajri Gelu

Pada pelemparan sebuah koin, hanya akan ada 2 kemungkinan, yaitu gambar atau angka. Di dalam pendekatan statistik, probabilitas yang akan kita dapatkan adalah sama. Anda dapat mencatat berapa kali muncul gambar dan berapa kali muncul angka dalam setiap lemparan. Apa yang Anda lakukan merupakan suatu eksperirnen yang baik tentang probabilitas.

Menurut Anda, manakah sisi koin yang paling berpeluang muncul dari pelemparan koin sebanyak 10 kali? Lewat eksperimen lemparan koin akan didapatkan sebuah kombinasi probabilitas yang sama antara peluang munculnya sisi gambar dan sisi angka. Ketika koin dilempar 1 kali atau 10 kali, jawaban yang akan didapatkan tentang probabilitas adalah sama, karena masing-masing sisi koin memiliki peluang yang sama untuk muncul. Terkecuali bila keadaan koin tersebut cacat, dimana sisi tertentu dari koin menjadi lebih sering muncul, maka akan sulit memprediksinya. Untuk bisa memprediksi hasil dari lemparan  koin cacat, kita perlu mengerti dan memahami karakter dari koin cacat tersebut sebelum kita melakukan prediksi, dan itu tidak semudah jika kita melakukannya terhadap koin yang tidak cacat.

Uji coba pelemparan koin adalah sebuah peristiwa independen tanpa faktor lain yang mempengaruhi hasil uji coba. Berapa kalipun ujicoba dilakukan, angka probabilitas sisi koin mana yang akan muncul adalah sama. Si koin tidak akan mengingat hasil akhir dari pelemparan sebelumnya, juga tidak tahu menahu sisi mana yang akan muncul pada lemparan berikutnya. Peristiwa lemparan tersebut benar-benar independen.

Berbeda halnya bila melihat contoh dalam kasus lain tentang peristiwa uji coba yang tidak independen. Misalnya kita melakukan uji coba 20 biji kelereng, dimana 19 kelereng berwama hijau dan hanya 1 yang berwama merah, dengan ukuran dan berat yang sempuma sama. Ketika semua kelereng tersebut dimasukkan ke dalam sebuah toples lalu kita mencoba mengambil kelereng berwama merah dengan mata tertutup, berapakah probabilitas keberhasilan kita untuk mendapatkan kelereng merah tersebut? Ketika Anda mulai mengambil kelereng merah tersebut, angka probabilitas yang ditemui adalah 1 banding 20.

Pengambilan pertama bisa jadi kita akan gagal, hingga kemungkinan berikutnya adalah 1 banding 19 karena jumlah kelereng sudah berkurang satu. Jika kita terus mencoba untuk mengambil kelereng merah dengan cara yang sama, dan ketika Anda berhasil mengambil kelereng merah sementara yang masih tersisa hanya beberapa biji kelereng hijau, maka permainan telah
berakhir. Namun jika Anda gagal dan Anda tidak mengganti kelereng hijau yang terambil dengan kelereng berwama merah maka probabilitasnya adalah sama. Kecuali jika Anda melanjutkan pengambilan kelereng tersebut hingga jumlah kelereng di dalam toples terus berkurang hingga akhimya menyisakan satu kelereng saja. Dalam hal demikian bukanlah probabilitas lagi yang
berlaku, namun sebuah kepastian.

Probabilitas berlaku di dalam trading oleh karena trading dipenuhi ketidakpastian. Ketika kita melakukan trading, kita berada di dalam situasi probabilitas yang sempuma. Dengan kata lain kita melakukan trading ketika kita percaya bahwa kondisi yang kita harapkan sesuai dengan probabilitas yang kita harapkan. Adapun cara untuk menetapkan probabilitas adalah dengan menggunakan alat bantu analisis, baik itu teknikal ataupun fundamental. Karena itu jangan lakukan pertaruhan dengan probabilitas yang tidak Anda pahami. Dan sekali lagi, untuk bisa menetapkan probabilitas, diperlukan analisis.

Hal yang paling kita benci di dalam trading adang merugi. Tapi begitulah keadaannya. Mekanisme pasar menyediakan peluang untuk untung dan juga rugi. Tergantung bagaimana strategi yang disiapkan, dan yang tak kalah penting adalah bagaimana menyikapi sebuah kerugian.

Sebagai contoh, kita memulai trading dengan dana $10,000 lalu mengalami kerugian sebesar $2,000, maka kita telah mengalami kerugian sebesar 20% dari dana awal yang dimiliki. Untuk mengembalikan kerugian itu kita harus bisa meraih keuntungan sebesar 25% dan bukannya 20% lagi, karena dana yang tersisa dari kerugiaan $2,000 adalah $8,000, maka besarnya kerugian menjadi 25% dari dana yang tersisa.

Oleh karena itu perlu untuk berhati-hati di dalam trading, siap menghadapi segala risiko yang terjadi Anda harus memahami bagaimana probabilitas dan manajemen keuangan merupakan sesuatu yang teramat penting, tidak lebih penting daripada metode atau sistem trading yang akan Anda jalankan. Gunakan stop loss untuk membatasi tingkat risiko. Menetapkan tingkat risiko juga mempengaruhi kelangsungan trading Anda.

Tingkat risiko sebesar 3% adalah angka yang cukup moderat. Namun ada juga trader yang menetapkan angka risiko yang lebih kecil dari 3%. Penentuan besarya tingkat risiko tergantung dari keberanian masing-masing trader.

Rumusan Umum Strategi Trading

3:29 pm in Teknik & Strategi, Tutorial by Fajri Gelu

Semua orang yang berinvestasi di bursa saham pasti menginginkan sebuah jurus jitu agar bisa sukses di setiap permainan. Setiap investor mendambakan agar ia memiliki strategi yang lebih ampuh dibanding yang lainnya.Tapi benarkah ada strategi yang lebih manjur dibanding strategi yang lainnya?

Seorang investor yang sudah berpengalaman pasti akan menjawab bahwa sebuah strategi tidak selalu lebih baik dari strategi yang lain. Tidak ada sebuah jurus baku yang senantiasa selalu ampuh dalam semua permainan.

Ada beberapa trading strategy yang bisa dilakukan oleh investor dan tidak ada cara trading yang secara konsiten mengungguli cara trading lainnya. Masing-masing trading strategy mempunyai keunggulan dan kelemahan. Harus disadari bahwa strategi bisa jadi berbeda-beda di setiap permainan.

Secara umum ada beberapa rumusan strategi yang sering dimainkan oleh para investor. Mulai dari strategi yang paling konservatif hingga yang lebih spekulatif. Beberapa strategi tersebut adalah :

1. Buy and hold
2. Rupiah cost average
3. Constant rupiah plan
4. Buying on margin

BUY AND HOLD

Membeli saham berkualitas baik dan memegangnya selama jangka waktu cukup panjang ( lebih dari 1 tahun ) dapat menghasilkan return yang relatif besar tanpa anda perlu membaca berita keuangan setiap hari dan tanpa memusingkan market timing yaitu kapan saat yang “tepat” untuk membeli / menjual Efek. Strategi demikian disebut juga passive investment strategy. Strategi buy and hold mengasumsikan bahwa harga saham bergerak dengan trend naik untuk jangka panjang.

Kunci sukses dari strategi ini sangat tergantung pada trend jangka panjang pasar modal, karakteristik saham yang dipilih, dan dividend reinvestment.

Secara historis, pasar modal bergerak dengan trend naik meski tidak selalu. Oktober 1998 hingga Mei 1999 trendnya naik. Sebelumnya Juli 1997 – Desember 1997 dan periode April 1998 – September 1998 terjadi penurunan ( crash market ).

Selanjutnya riset harus dilakukan agar strategi ini bisa sukses. Riset yang dimaksudkan disini adalah riset terhadap perusahaan efek yang sahamnya akan kita beli. Perlu senantiasa memantau perkembangan perusahaan minimal setiap kuartal.

Keuntungan menerapkan buy and hold strategy adalah kesempatan reinvestasi dividen, yaitu dividen yang diterima berupa uang tunai dibelikan saham yang sama sehingga jumlah saham yang dimiliki menjadi bertambah.

RUPIAH COST AVERAGE

Rupiah Cost Average adalah strategi investasi jangka panjang dimana anda menginvestasikan sejumlah uang ke saham atau reksadana pada interval waktu tertentu ( misalnya : bulanan, kuartalan, setengah tahunan dan lain-lain ). Dengan strategi ini anda membeli saham tanpa mempertimbangkan harga pasar pada saat pembelian. Jadi bila anda berinvestasi setiap tanggal 1 maka anda membeli saham tertentu setiap tanggal 1 tidak perduli apakah harga sahamnya sedang naik atau sedang turun. Konsistensi terhadap jumlah dana yang diinvestasikan maupun waktu berinvestasi sangat menentukan kesuksesan strategi ini dalam upaya meminimumkan resiko harga dan resiko timing.

Prinsip sederhana dari strategi ini yaitu ketika harga saham turun, dana investasi yang jumlahnya tetap bisa untuk membeli lebih banyak saham. Sebaliknya ketika harga sham naik, dana investasi yang jumlahnya tetap hanya bisa membeli sedikti saham. Dalam jangka panjang anda akan menemukan biaya setiap saham lebih rendah daripada harga pasar saat ini.

Fluktuasi harga yang berbeda-beda setiap kali Anda membeli(Rupiah Cost Average) bisa membatasi keuntungan Anda selama periode kenaikan harga saham karena rata-rata biaya saham Anda jadi lebih tinggi daripada harga pasar saat pertama kali Anda membeli. Akan lebih untung bila membelikan semua dana anda  pada saat investasi pertama kali yaitu saat harga saham belum naik. Inilah salah satu kekurangan strategi ini. Disamping persoalan disiplin diri yang relatif sulit dilakukan dimana strategi ini cukup merepotkan dibanding buy and hold

CONSTANT RUPIAH PLAN

Dengan strategi ini anda menginvestasikan sejumlah tertentu uang ke portfolio saham dan anda menjaga jumlah investasi pada level tersebut tanpa mempedulikan kenaikan atau penurunan harga saham. Jika harga saham naik, anda menjual sebagian saham sehingga mengurangi nilai portfolio anda menuju ke level sejumlah investasi yang telah anda tetapkan. Hasil dari penjualan diinvestasikan ke efek pendapatan tetap atau didepositokan. Sebaliknya jika harga saham turun, anda membeli saham untuk mengembalikan nilai portfolio anda ke level investasi yang anda tetapkan. Uang yang dipergunakan membeli saham bukan berasal dari penjualan efek pendapatan tetap namun dari sumber lain.

Keuntungan dari strategi ini adalah memaksa anda merealisasikan keuntungan ketika harga saham naik. Dengan demikian, kecenderungan yang terjadi pada kebanyakan investor yaitu membeli lebih banyak saham ketika harga naik atau membeli pada saat harga mencapai puncak tertinggi, dapat dihilangkan. Kebalikannya, ketika harga saham jatuh, strategi ini mengharuskan anda membeli lebih banyak saham, atau dengan kata lain membiarkan anda mengambil keuntungan atas naiknya daya beli uang anda.

MARGIN TRADING

Membeli saham secara margin adalah membeli saham dengan membayar sebagian saja dari total harga pembelian. Anda menyetor dana sebagai “down payment” yang biasa disebut initial margin requirement atau deposit margin. Berdasar Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-09/PM/1997 tanggal 30 April 1997 telah diatur besarnya deposit margin adalah 50 % dari total harga pembelian. Perusahaan Efek memberikan pinjaman sebesar 50 % sisanya. Pinjaman ini disebut margin account’s debit balance dan dijamin oleh saham yang anda beli.

Dalam upaya melindungi investor maupun perusahaan Efek, Bapepam menentukan minimum maintenace margin sebesar 35 % yaitu prosentase terendah dimana modal investor dapat berkurang sebelum perusahaan efek mengirimkan margin call. Margin call adalah permintaan dari perusahaan Efek kepada investornya untuk mendepositkan uang tunai dan atau saham kedalam rekening margin sehingga nilai pembiayaan dari perusahaan efek tidak melebihi 50 %.

Orang yang membeli saham dengan cara margin biasanya tipe spekulator dan trader yang tujuan investasinya jangka pendek. Bagi long-term investor, membeli secara margin kurang menarik karena adanya bunga yang sifatnya compounding atau bunga berbunga dan besarnya resiko.

Karakter Trading

10:33 am in Teknik & Strategi, Tutorial by Fajri Gelu

Karakter bisa diartikan sebagai sebuah sikap mental atau kondisi psikologis seseorang dalam menghadapi, menyikapi, atau menjalani sesuatu hal. Adapun trading yang dimaksud di sini adalah serangkaian aktivitas jual-beli di dunia investasi. Maka ‘Karakter Trading’ adalah sikap mental seorang trader dalam melakoni aktivitasnya di dunia investasi.  Sikap mental seorang trader ini sangat penting untuk dikaji oleh karena hal ini amat menentukan sukses tidaknya seorang trader nantinya.

Trading sebenarnya lebih didominasi unsur seni daripada ilmu, dalam hal ini ilmu eksakta seperti matematika. Setiap menit, jam, hari hingga minggu dan bulan, dan seterusnya, aktivitas trading senantiasa dilingkari oleh ketidakpastian. Belum ada formula, rumus, atau jurus yang benar-benar pasti di dalam trading. Sampai saat ini tidak ada satupun inividu atau institusi bisnis yang bisa menjamin secara kontinyu suatu prediksi/forecasting yang mereka lakukan atas dinamisme pasar. Dengan kata lain, tidak ada yang bisa menjamin bahwa mereka akan selalu memenangkan tiap trade yang mereka lakukan.

Trading adalah bisnis probabilitas. Seni dalam menerapkan serangkaian pola serta metode dengan menempatkan suatu probabilitas berdasarkan sebuah pengamatan atas serangkaian peristiwa untuk meraih kepastian kesuksesan.

Sikap mental seorang trader sangat mempengaruhi jenis tindakan dan keputusan saat berada dalam situasi trading.  Adapun sikap mental atau karakter tersebut terbentuk berdasarkan orientasi awal ketika seseorang memutuskan terjun ke dalam dunia investasi.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Tujuan harus realistis.

Ingatlah bahwa besaran hasil yang ingin dicapai adalah bergantung pada kapabilitas yang dimiliki. Mungkin saja sebagai pendatang baru Anda tiba-tiba meraih keuntungan besar, namun hal tersebut hanya bisa dianggap sebagai sebuah keberuntungan pemula. Tidak bisa dijadikan pegangan.

  1. Tercapainya tujuan.

Realistis dalam menetapkan tujuan adalah berguna untuk memudahkan penggapaian tujuaan yang dimaksud. Bila tujuan yang sudah realistis saja tidak mudah untuk diwujudkan, apalah lagi tujuan yang dilambungkang terlalu tinggi. Saking tingginya sampai tak lagi keliatan.

  1. Tujuan yang terukur.

Sudah cukup realistis memasang tujuan, sudah punya passion untuk mewujudkannya, selanjutnya yang dibutuhkan adalah kesadaran bahwa siapa pun Anda pasti memiliki keterbatasan. Artinya, disamping harus realistis, tujuan yang ditargetkan sudah semestinya adalah tujuan yang terukur. Dari sisi volume pendapatan, jelas persentasinya. Lalu yang jauh lebih penting adalah dari sisi waktu, harus jelas kapan dan sampai kapan?

 

Berikut beberapa contoh karakter seorang trader:

1.  Fundamentalis

Orang dengan tipe trading fundamentalis, lebih bertendensi untuk HOLD barang-barangnya dalam jangka waktu agak lama, selain itu, ia akan lebih tertarik dengan fundamental perusahaan.

2.    Teknikalis

Orang dengan tipe ini, cenderung melakukan trading dalam waktu short-med term karena ia cenderung untuk tidak sabaran. Selain itu, -katanya-, orang teknikalis lebih berjiwa seni, karena senang melihat chart-chart cantik & cakep .

3.  Value Investor

Yang ini sebenernya merupakan himpunan bagian dari fundamentalis. Value investor akan melakukan investasi pada perusahaan yang memiliki harga lebih murah dari inherent valuenya. Benyamin Graham dan David Dodd adalah contohnya. Ciri-cirinya : Investor jenis akan lebih memilih perusahaan dengan P/E rendah dan PBV rendah, memiliki earning growth yang baik, memiliki ekuitas yang lebih besar dari utang, memiliki aset lancar setidaknya 1.5-2 x dari utang lancar, dan setidaknya memiliki dividend yield yang baik.

4. Growth Investor

Ini juga masih menjadi himpunan bagian dari fundamentalis. Investor jenis ini akan mengincar perusahaan yang memiliki pertumbuhan tinggi, laba yang terus meningkat signifikan, ekspansi usaha besar-besaran, dll. Perusahaan dengan growth tinggi, biasanya jarang membagikan deviden.

5. Income Investor

Sedikit berbeda dari Growth Investor, Income Investor akan memilih perusahaan yang sering membagikan deviden. Investor jenis ini biasanya agak konservatif, karena fokus utama penghasilannya dari deviden bukan dari capital gain. Perusahaan yang kerapkali membagikan deviden, biasanya tidak terlalu fluktuaktif.

6. Scalper

Nah, tipe ini merupakan himpunan bagian dari teknikalis. Scalper biasanya akan melakukan trading dalam hitungan beberapa detik-beberapa menit. Sangat pendek sekali waktunya. Biasanya, scalper banyak dijumpai di FOREX Trading.

7. Day Trader

Kalau tipe ini, biasanya akan melakukan trading untuk jangka waktu beberapa menit-beberapa jam (kurang dari satu hari).

8. Swing Trader

Tipe ini biasanya akan melakukan trading untuk beberapa jam-beberapa hari, tetapi kurang dari satu bulan.

9. Position Trader

Tipe ini biasanya akan melakukan trading untuk beberapa hari- (+-) 2 bulan.

10. Long Term Position Trader

Biasanya melakukan trading untuk 2 bulan-6 bulanan.

Ketika kita sudah mengenali karakter trading/investasi masing-masing, kita akan jauh lebih mudah untuk menentukan trading strategy yang akan digunakan nantinya. Ga lucu juga kalau misalkan, saya tipe scalper, tetapi analisisnya masih menggunakan chart daily.

 

 

 

 

Portofolio Investasi

1:32 pm in Teknik & Strategi, Tutorial by Fajri Gelu

Dalam bentuk dasarnya, teori portofolio dimulai dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian atas efek di masa depan dapat diestimasi dan kemudian menentukan risiko dengan variasi distribusi pengembalian. Dengan asumsi tertentu, teori portofolio menghasilkan hubungan linear antara risiko dan pengembalian. Istilah portofolio dalam dunia keuangan digunakan untuk menyebutkan kumpulan investasi yang dimiliki oleh institusi ataupun perorangan. Memiliki portofolio seringkali merupakan suatu bagian dari investasi dan strategi manajemen resiko yang disebut diversifikasi. Dengan memiliki beberapa aset, resiko tertentu dapat dikurangi. Ada pula portofolio yang ditujukan untuk mengambil suatu resiko tinggi yang disebut portofolio konsentrasi (concentrated portfolio).

Teori portofolio adalah pendekatan investasi yang diprakarsai oleh Harry M. Makowitz (1927) seorang ekonom lulusan Universitas Chicago yang telah memperoleh Nobel Prize di bidang ekonomi pada tahun 1990. Teori portofolio berkaitan dengan estimasi investor tehadap ekspektasi risiko dan return, yang diukur secara statistik untuk membuat portofolio investasinya. Markowitz menjabarkan cara mengkombinasikan aset ke dalam diversifikasi portofolio yang efisien. Dalam portofolio ini, risiko dapat dikurangi dengan menambah jumlah jenis aset ke dalam portofolio dan tingkat expected return dapat naik jika investasinya terdapat perbedaan pergerakan harga dari aset-aset yang dikombinasi tersebut. Pada prakteknya para pemodal pada sekuritas sering melakukan diversifikasi dalam investasinya dengan mengkombinasikan berbagai sekuritas, dengan kata lain mereka membentuk portofolio.

Menurut Husnan (2003:45), portofolio berarti sekumpulan investasi. Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut. Pemilihan banyak sekuritas (pemodal melakukan diversifikasi) dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang ditanggung. Pemilihan sekuritas ini dipengaruhi antara lain oleh preferensi risiko, pola kebutuhan kas, status pajak, dan sebagainya.

Dalam kenyataannya kita akan sulit membentuk portofolio yang terdiri dari semua kesempatan investasi, karena itu biasanya dipergunakan suatu wakil (proxy) yang terdiri dari sejumlah besar saham atau indeks pasar. Contohnya di Bursa Efek Indonesia yang menggunakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Indeks LQ45.

Sebuah portofolio investasi adalah kumpulan jenis-jenis investasi yang dimiliki oleh seorang investor. Seringkali dikenal dengan nama keranjang investasi, gambarannya mirip sekali dengan keranjang bahan makanan di supermarket. Seorang investor perlu memiliki portofolio investasi untuk memenuhi tujuan investasi, baik itu untuk Dana Pensiun, Dana Pendidikan, atau lainnya, yang telah ditetapkan sebelumnya. Ia dapat memiliki investasi dalam bentuk kas di deposito, investasi di reksadana, dan mungkin investasi di emas. Ada juga investor lain yang memiliki investasi di deposito, investasi di obligasi, investasi di reksadana, dan investasi di saham. Masing-masing investor dapat memiliki variasi dalam hal jenis investasi yang dimiliki dan persentase kepemilikian dari total dana investasinya.

Tahapan-tahapan dari dalam membuat portofolio investasi.

- Pertama, kenali profil resiko Anda. Secara umum, investor terbagi menjadi tiga karakter utama, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Apabila Anda selalu jantungan melihat nilai investasi Anda naik turun dan menjadi tidak bisa tidur nyenyak, maka besar kemungkinan Anda tergolong investor dengan profil resiko konservatif. Sedangkan, bila Anda tergolong masih di usia produktif dan sangat ingin melihat nilai investasi Anda tumbuh diatas rata-rata bunga deposito, maka besar kemungkinan Anda tergolong investor dengan profil resiko agresif.

- Kedua, tentukan tujuan investasi Anda. Tujuan investasi sangat mempengaruhi berapa lama uang tersebut perlu Anda kembang biakkan dan di produk yang mana.

- Ketiga, tentukan berapa lama Anda berinvestasi. Semakin panjang waktu Anda menempatkan dana tanpa digunakan untuk keperluan sehari-hari, maka Anda dapat berinvestasi di produk yang lebih beresiko untuk mengharapkan tingkat imbal hasil (atau return) yang lebih tinggi.

- Keempat, berapa banyak uang investasi Anda. Pisahkan terlebih dahulu sejumlah uang untuk dijadikan Dana Darurat dan juga untuk simpanan kebutuhan sehari-hari. Investasi merupakan kegiatan ekonomi untuk meningkatkan nilai dari uang Anda. Artinya, jangan pernah menginvestasikan seluruh uang Anda padahal Anda tidak punya simpanan untuk hidup bulan ini dan bulan depan. Beberapa jenis investasi juga membutuhkan angka minimum. Misalnya, bila dana investasi yang saat ini tersedia baru 2 juta, Anda mungkin belum dapat ikut berinvestasi di Obligasi Ritel yang minimal investasinya 5 juta. Atau investasi di properti misalnya butuh dana minimal diatas 100 juta.

Terakhir, sesuaikan produk investasi dengan tujuan-tujuan investasi Anda. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari perencana keuangan independen untuk mengolah strategi investasi terutama untuk Anda yang masih pemula dalam berinvestasi.

Laporan Keuangan

11:37 am in Teknik & Strategi, Tutorial by Fajri Gelu

Kondisi keuangan sebuah perusahaan tergambar dengan jelas dalam sebuah laporan keuangan. Bagi seorang investor, memahami dengan cermat data-data yang tersaji dalam sebuah laporan keuangan sebuah perusahaan adalah penting dan harus. Karena informasi yang tersaji dalam laporan keuangan bisa menjadi pijakan dasar dalam menentukan pilihan untuk berinvestasi.

Laporan keuangan sebuah perusahaan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Salah satu pihak yang berkepentingan itu adalah Anda,  selaku  investor.

Analisa laporan keuangan biasanya dipakai dalam teknik analisis fundamental. Walau demikian, buat para trader yang akrab dengan chart dengan analisis teknikalnya bukan berarti harus menafikan informasi yang ada pada sebuah laporang keuangan.

Neraca, laba-rugi, laporan perubahan modal maupun laporan arus kas, yang tersaji dalam sebuah laporan keuangan seperti bahan baku masakan yang bila investor piawai mengolahnya, maka ia akan mampu memprediksi prospek masing-masing perusahaan dengan lebih detil dan jelas.

Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, modal dari suatu perusahaan yang menunjukkan posisi keuangan pada suatu saat tertentu. Laporan laba-rugi berisi data dari penjualan, berbagai biaya dan laba yang diperoleh dalam satu periode tertentu. Adapun laporan perubahan modal adalah suatu ikhtisar tentang perubahan modal yang terjadi selama jangka waktu tertentu yang bisa disebabkan oleh adanya investasi tambahan dari si pemilik, keuntungan, kerugian, atau pengambilan untuk keperluan pribadi. Sedangkan laporan arus kas adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai (kas) perusahaan.

Akan tetapi seorang investor tidak cukup sekedar membaca angka-angka yang tersaji dalam sebuah laporan keuangan. Yang harus dilakukan oleh si investor selanjutnya adalah menganalisa laporan keuangan tersebut. Ada beberapa teknik analisa laporan keuangan yang bisa dipakai. Namun sebelum jauh menganalisa, seorang investor ada baiknya memahmi faktor-faktor penting dalam menganalisa.

Faktor penting dalam menganalisa laporang keuangan adalah:

1. Likuiditas. Menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi atau pada saat ditagih. Kewajiban keuangan secara garis besar terbagi dua, yaitu yang berhubungan dengan pihak luar (kreditur) yang lazim disebut likuiditas badan usaha, dan kewajiban keuangan yang berhubungan dengan proses produksi (intern perusahaan) yang disebut dengan likuidasi perusahaan .

2. Solfabilitas. Menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasikan baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.

3. Rentabilitas atau profitability. Menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.

4. Stabilitas Usaha. Menunjukan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga atas hutangnya dan akhirnya membayar kembali hutang – hutang tersebut tepat pada waktunya.

Selanjutnya metode dan teknik analisa yang biasa dipakai dalam menganalisa sebuah laporan keuangan. Terdapat dua metode yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan keuangan, yaitu analisa horisontal dan analisa vertikal.

Analisa horisontal adalah analisa yang menggunakan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya. Metode ini disebut metode analisa dinamis.

Analisa vertikal adalah apabila laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja. Metode ini disebut metode analisa statis.

Adapun teknik yang biasa dilakukan dalam menganalisa laporan keuangan adalah:

1. Analisa Perbandingan Laporan Keuangan yaitu metode dan teknik analisa dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih.

2. Trend atau tendensi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam prosentase adalah teknik analisa guna mengetahui tendensi daripada keadaan keuangannya, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau turun.

Hal penting lain yang tak bisa dikesampingkan adalah fakta bahwa sebuah laporan keuangan ternyata memiliki keterbatasan-keterbatasan, yang antara lain:

a. Dibuat secara periodik antara waktu tertentu yang sifatnya sementara dan bukan laporan final. Makanya semua angka-angka dan jumlah atau hal-hal yang dilaporkan tidak menunjukkan likuidasi atau realisasi dimana dalamnya terkandung pendapat pribadi pihak akuntan atau manajemen yang bersangkutan.

b. Laporan keuangan menunjukan angka dalam rupiah yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dasar penyusunannya dengan standar nilai mungkin berbeda atau berubah.

c. Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah berbagai waktu atau tanggal yang lalu dimana daya beli uang tersebut semakin menurun, dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya sehingga kenaikan volume penjualan yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu menunjukan unit yang terjual semakin besar, mungkin kenaikan itu disebabkan karena naiknya harga jual barang tersebut yang mungkin juga diikuti kenaikan tingkat harga – harga.

d. Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan secara utuh dan menyeluruh karena faktor – faktor tersebut tidak dapat diukur dengan satuan uang.

Selamat. Bila Anda telah selesai melakukan analisa dengan hati-hati dan cermat, Anda layak mendapatkan salam selamat. Selanjutnya, semoga Anda seterusnya selamat. Semoga :)

Analisa Fundamental

3:39 pm in Teknik & Strategi, Tutorial by Fajri Gelu

Ada dua jenis analisa yang umum digunakan oleh para analis maupun investor sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham di lantai bursa, yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal. Tanpa melakukan analisis, seorang investor akan tampak seperti seseorang yang berjalan dalam kegelapan.

Analisa fundamental adalah analisa sekuritas dengan menggunakan data-data fundamental dan faktor-faktor eksternal yang berhubungan dengan perusahaan/ badan usaha tersebut. Data fundamental yang dimaksud adalah data keuangan, data pangsa pasar, siklus bisnis, dan sejenisnya. Sementara data faktor eksternal yang berhubungan dengan badan usaha adalah kebijakan pemerintah, tingkat suku bunga, inflasi, dan sejenisnya. Dengan mempertimbangkan data-data seperti tersebut diatas, analisa fundamental menghasilkan penilaian atas sebuah badan usaha dengan kesimpulan apakah perusahaan tersebut sahamnya layak dibeli atau tidak. Jika nilainya mahal atau overvalued, saham tersebut dianggap nilainya lebih tinggi berdasarkan analisa fundamental melalui perbandingan harga yang berlaku di pasar. Dengan kata lain harganya sudah terlalu mahal jadi lebih baik tidak dibeli atau dijual jika memiliki sahamnya. Sementara jika yang terjadi sebaliknya, saham itu layak untuk dibeli dengan alasan harganya murah.

Secara umum, faktor-faktor itu bisa dikelompokkan ke dalam dua golongan, yaitu faktor-faktor yang bisa dikendalikan perusahaan dan faktor-faktor yang di luar kendali perusahaan. Faktor-faktor yang bisa dikendalikan perusahaan mencakup faktor-faktor yang berhubungan dengan operasional perusahaan, seperti penjualan, laba, teknologi, karyawan, dan lain-lain.
Sedangkan faktor-faktor yang di luar kendali perusahaan misalnya: tingkat suku bunga, inflasi dan pertumbuhan ekonomi, serta inflasi. Selain itu, ada pula kebijakan-kebijakan pemerintah — seperti peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) yang bisa mempengaruhi kinerja perusahaan.

Analisa ini memiliki horizon jangka panjang, karena selain menggunakan data historis (berupa laporan keuangan perusahaan) analisa ini juga menggunakan data masa depan berupa estimasi pertumbuhan perusahaan, estimasi perubahaan ekonomi di masa mendatang, dan berbagai jenis estimasi lainnya yang dianggap dapat mempengaruhi kinerja dan kelangsungan usaha. Meskipun menggunakan pendekatan kuantitatif dalam proses analisanya, banyak variabel ditentukan berdasarkan judgment, misalnya tingkat pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. Akibatnya, meskipun beberapa orang menggunakan metode analisa fundamental dengan cara yang sama, hasilnya bisa jadi berbeda.

Karenanya, laporan keuangan diperlukan untuk mengukur prospek saham perusahaan tertentu. Semakin bagus laporan keuangannya, tentu saja, semakin bagus prospek saham perusahaan itu di masa mendatang. Artinya, semakin besar pula keuntungan yang bisa diperoleh investor. Membeli saham adalah membeli prospek perusahaan. Pasalnya, semakin bagus prospek perusahaan penerbit saham atau emiten saham tersebut, semakin besar pula kemungkinan pembeli saham atau investor bisa menangguk untung. Keuntungan yang bisa dinikmati investor saham sendiri ada dua. Yaitu, keuntungan berupa kenaikan harga saham atau capital gain dan keuntungan yang berupa pembagian keuntungan atau dividen.

Malah bila prospek suatu emiten saham semakin bagus, tentu semakin besar pula kemungkinan bagi harga sahamnya untuk meningkat. Dengan demikian, semakin bagus prospek emiten saham itu, semakin besar pula potensi pembagian dividennya.

Cara mengukur prospek si emiten adalah dengan melihat laporan keuangannya. Setiap tiga bulan sekali (triwulan) dalam periode satu tahun, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) mewajibkan semua emiten saham yang mencatatkan dan memperdagangkan sahamnya di bursa untuk menyampaikan laporan keuangan. Karenananya kinerja keuangan sering disebut juga faktor fundamental penentu harga saham. Analisanya disebut analisa fundamental.

Ada empat komponen yang tak bisa dipisahakan dalam sebuah laporan keuangan, yaitu neraca (balance sheet), laporan rugi laba (income statement), laporan arus kas (statement of cash flow), juga catatan atas laporan keuangan.

Agar analisa fundamental itu lengkap, kita harus mencermati semua jenis laporan keuangan itu. Jadi, tidak cukup kita hanya melihat neraca saja, laporan rugi-laba saja, atau arus kas saja. Soalnya, masing-masing jenis laporan keuangan itu memberikan informasi yang berbeda-beda tentang kondisi perusahaan.

Neraca, misalnya, memberikan gambaran tentang posisi aset, modal, dan kewajiban perusahaan. Sementara itu, laporan rugi-laba memberikan gambaran tentang kinerja operasional perusahaan, mulai dari pertumbuhan penjualan, biaya produksi, sampai kemampuan perusahaan dalam mencetak untung. Jadi, perlu membaca secara lengkap.

Sembilan Kriteria Saham ala Benjamin Graham

2:34 pm in Memulai, Tutorial by Fajri Gelu

Mr. Graham

Benjamin Graham adalah pelopor dari value investing. Baginya saham merupakan sebuah bisnis dan tidak hanya sebagai komoditi perdagangan. Menurut Graham, investasi adalah tindakan yang melalui analisis mendalam, menjanjikan keamanan modal kita dan memberikan imbal hasil yang memuaskan. Graham tidak menyukai tindakan spekulatif dan cenderung berhati-hati serta konservatif dalam memilih saham. Hal ini dapat dimaklumi karena kepanikan pasar tahun 1907 telah menyebabkan kebangkrutan bagi keluarganya akibat tindakan spekulatif di bursa saham.

Graham pernah mengalami depresi besar tahun 1929 yang menyebabkan dana investasi nasabah yang dikelolanya ikut terseret bersama dengan investor lain. Setelah mengkaji lagi filosofi investasinya ia hanya membutuhkan waktu lima tahun untuk mengembalikan modal nasabahnya. Nama Graham sebagai fund manager semakin bersinar. Salah satu muridnya, Warran Buffet yang juga terkenal sangat berhasil dalam bisnis investasi sangat mengagumi Graham.

Oleh karena itu strategi investasi Ben Graham tentu sangat menarik untuk dicermati. Walaupun untuk dapat secara akurat menerapkannya membutuhkan waktu dan usaha yang cukup besar, namun konsep-konsep dasar mengenai cara melakukan screening saham dan valuasi dari Graham bisa dipelajari karena cukup sederhana.

Strategi Graham dalam Memilih Saham:

  1. Sektor. Graham tidak berinvestasi pada saham-saham teknologi.
  2. Revenue. Graham memilih perusahaan yang memiliki cukup besar aset karena kinerjanya cenderung lebih stabil.
  3. Current Ratio. Graham menyukai perusahaan dengan likuiditas yang tinggi sehingga risiko terkena permasalahan keuangan menjadi semakin kecil.
  4. Utang Jangka Panjang tehadap Net Current Assets. Graham tidak menyukai perusahaan yang utangnya terlalu besar. Yang dimaksud dengan net current assets adalah current asset dikurangi dengan current liabilities atau biasa disebut juga dengan working capital (modal kerja). Kita harus memastikan bahwa jika saat ini juga aset suatu perusahaan dilikuidasi, perusahaan tersebut mampu untuk membayar utang baik jangka pendek maupun jangka panjang.
  5. Pertumbuhan EPS Jangka Panjang. Walaupun Graham adalah pelopor value investing namun growth tetap berperan penting dalam pemilihan sahamnya. Berbeda dengan growth investing, Graham menggunakan pertumbuhan EPS (Earning per Share) masa lalu untuk memperkirakan pertumbuhan EPS di masa datang. Dengan kata lain, Graham menggunakan pertumbuhan EPS sebagai indikator kestabilan keuangan suatu perusahaan. Graham menggunakan data selama 10 tahun ke belakang sebagai acuan.
  6. P/E Ratio (Price to Earning Ratio). Rasio ini digunakan Graham untuk membandingkan harga wajar suatu saham terhadap harga yang diberikan oleh pasar. Graham menggunakan P/E ratio rata-rata selama 3 tahun terakhir.
  7. P/BV Ratio (Price to Book Ratio). Rasio lain yang digunakan untuk membandingkan harga wajar saham dengan harga di pasar adalah P/BV ratio. Graham berpendapat bahwa perkalian antara P/BV ratio dengan P/E ratio tidak boleh melebihi 22.
  8. Total D/E Ratio (Debt to Equity Ratio). Secara umum, total utang perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang tidak boleh melebihi nilai ekuitasnya. Untuk perusahaan utilitas, telekomunikasi, dan jalan raya yang perlu diperhatikan adalah Long Term Debt to Equity Ratio saja karena adanya earning power.
  9. Konsistensi Pembayaran Dividen. Graham sangat menyukai perusahaan yang membayarkan dividen secara terus-menerus selama 20 tahun terakhir berapapun jumlahnya.

Nilai Harga Saham

2:09 pm in Memulai, Tutorial by Fajri Gelu

Sebelum memutuskan membeli atau menjual saham, harus diketahui dulu posisi Bid dan Offer saham tersebut. Ada pun Bid dan Offer adalah istilah harga saham ketika transaksi berlangsung di bursa.

Saat menjual saham dan diberitahu bahwa harga saham BBRI adalah Rp 5000, informasi tersebut tentu  belum begitu spesifik sebab masih membawa pertanyaan tentang apakah artinya bisa menjual BBRI di 5000 dan langsung laku atau anda harus mengantri jual dulu dimana tidak langsung laku? Perbedaan ini mungkin terdengar tidak penting bagi masyarakat umum yang tidak berkepentingan dengan harga saham, tapi bagi trader/investor yang hendak melakukan jual-beli saham perbedaaan ini tentu sangatlah penting.

Oleh karenanya saat hendak trading, harga spesifik saham yang akan transaksikan harus diketahui. Dan harga spesifik tersebut selalu terdiri dari dua komponen, harga bid dan harga offer. Arti bid dan offer, tergantung konteks kalimat, adalah sebagai berikut:

Bid   = penawaran beli, minat beli, antri beli.

Offer = penawaran jual, minat jual, antri jual.

Perhatikan gambar tampilan  Order Book dari Indo Premier Online Trading (IPOT) untuk saham Garuda Indonesia (GIAA) di atas.

Tampilan harga bid dan offer ini dipisah menjadi dua kolom: biasanya kolom kiri adalah harga bid dan kolom kanan harga offer. Dari tampilan tersebut bisa dilihat bahwa harga penawaran beli (bid) tertinggi GIAA adalah Rp 520 sebanyak 23,328 lot sedangkan harga penawaran jual (offer) terendah GIAA adalah Rp 530 sebanyak 9,782 lot.

Perhatikan: harga bid tertinggi dan harga offer terendah selalu berada di baris pertama.

Kalau mau menjual GIAA dan langsung laku, harus jual di harga bid Rp 520; dan bila mau membeli GIAA dan langsung dapat, maka harus beli di harga offer Rp 530.

Sebenarnya, arti bid adalah semua harga penawaran beli di kolom kiri (dari Rp 520 sampai dengan 460 ) dan arti offer adalah semua harga penawaran jual di kolom kanan (530 sampai dengan 620). Tapi dalam praktek sehari-hari, pemain saham memakai istilah bid biasanya untuk harga penawaran beli tertinggi dan offer untuk harga penawaran jual terendah.

Menggunakan contoh di atas, hendak bertanya harga GIAA melalui telepon, pialang anda akan menjawab bid Rp 520, offer 530. Artinya, kalau anda mau menjual GIAA langsung laku, anda harus jual di Rp 520; kalau anda mau beli GIAA langsung dapat, anda harus beli di Rp 530.

Misalkan menurut anda harga 520 terlalu mahal dan hanya mau membeli GIAA di harga 500. Nah, anda bisa mengantri beli di harga 500 dengan berkata seperti ini, “Bid GIAA di (harga) 500 sebanyak 100 lot.” Atau kalau anda mau jual di 550, “Offer GIAA di 550 100 lot.”

Pada konteks kalimat di atas, kata bid dan offer menjadi kata kerja yang berarti antrikan beli dan antrikan jual.

Intinya, kalau anda bertanya bid/offer saham saat ini, pialang berasumsi anda menanyakan harga minat beli tertinggi dan harga minat jual terendah saat ini (harga pada baris pertama bid/offer). Setelah anda mendapat informasi itu, anda bisa antri beli (bid) di harga minat beli tertinggi tersebut ataupun harga lebih rendah; anda juga bisa antri jual (offer) di harga minat jual terendah tersebut atapun harga lebih tinggi.

Kata bid dan offer dari bahasa Inggris ini kerap dipakai pemain saham Indonesia sebagai istilah umum bermain saham karena belum adanya padanan kata bahasa Indonesia yang sama singkat dan sama padatnya.

Selanjutnya berkaitan dengan harga,  saham memiliki  empat komponen harga:  OPEN, HIGH, LOW, CLOSE.

OPEN adalah harga transaksi pertama suatu saham pada hari bersangkutan. Yang dimaksud transaksi adalah jual-beli yang sudah terjadi, yang bahasa Inggrisnya adalah trade done atau order matched. Kalau pada tanggal 1 Juli 2011 saham INDS ditransaksikan pertama kali pada harga Rp 4950, harga 4950 inilah yang disebut harga OPEN.

Perhatikan: harga OPEN tidak harus sama dengan harga terakhir (CLOSE/LAST) pada hari sebelumnya. Sebagai contoh: UNTR pada tanggal 28 Juni 2011 ditutup di harga Rp 23.650, sedangkan pada tanggal 29 Juni UNTR OPEN di harga Rp 23.900.

HIGH adalah harga tertinggi yang dicapai suatu saham pada saat/hari itu. Ketika perdagangan saham masih berlangsung, harga HIGH adalah harga tertinggi pada saat itu. Hanya ketika bursa sudah tutup, harga HIGH adalah harga tertinggi untuk hari itu.

LOW adalah harga terendah yang dicapai suatu saham pada saat/hari itu. Ketika transaksi saham masih berjalan, harga LOW adalah harga terendah pada saat itu. Ketika bursa tutup, harga LOW adalah harga terendah untuk hari itu.

CLOSE–sering juga disebut LAST– adalah harga transaksi terakhir suatu saham pada saat/hari itu. Ketika perdagangan saham masih berlangsung, harga CLOSE adalah harga terakhir yang terjadi sampai saat itu.

Harga CLOSE ini biasanya adalah harga Bid atau harga Offer pada saat itu, tergantung apakah transaksi terakhir terjadi di harga Bid atau harga Offer. Ketika bursa sudah tutup, harga CLOSE adalah harga transaksi terakhir pada hari itu.

Lembaga Pemeringkat Efek

4:52 pm in Memulai, Tutorial by Fajri Gelu

Ada 2 lembaga yang mempunyai reputasi internasional yaitu :

  1. - Standard’s & Poor’s
  2. - Moody’s

 

Penilaian ditentukan melalui kode tertentu, sesuai dengan tradisi yang dimiliki masing-masing lembaga. Di Indonesia, lembaga rating demikian ditangani oleh PT Pefindo (Peringkat Efek Indonesia).

Interpretasi standard rating menurut Standard’s & Poor dan Moody’s

Standard’s & Poor’s Moody’s Interpretasi
 AAA  Aaa  Kualitas tinggi - resiko min
 AA  Aa  Kualitas tinggi - resiko rendah
 A  A  Kualitas menengah tinggi - resiko tinggi
 BBB  Baa  Kualitas menengah - resiko menengah
 BB  Ba  Kualitas menengah rendah - agak spekulatif
 B  B  Kualitas rendah - spekulatif
 CCC  Caa  Kualitas sangat rendah - spekulatif
 CC  Ca  Tingkat spekulasi tinggi, mendekati gagal
 C  -  Tidak membayar bunga
 -  C  Kualitas sangat rendah
 DDD  DD, D  Gagal

 
Interpretasi standard rating menurut Pefindo

idAAA Memiliki kapasitas superior dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya.
idAA Hanya berbeda tipis dengan idAAA, tingkat idAA berarti memiliki kapasitas yang sangat kuat dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya.
idA Memiliki kapasitas kuat dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya, namun lebih sensitif terhadap efek yang pasif dan perubahan situasi dan kondisi ekonomi.
idBBB Memiliki kapasitas cukup atau memadai dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. Namun, kondisi ekonomi yang merugikan atau perubahan situasi dan kondisi lingkungan akan memperlemah kapasaitas obligor.
idBB Memiliki kapasitas agak lemah dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. Obligor menghadapi ketidakpastian secara terus menerus untuk melawan kondisi bisnis, keuangan dan ekonomi yang memubat kapasitas obligor menjadi tidak memadai.
idB Memiliki kapasitas yang lemah dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. Melawan kondisi bisnis, keuangan dan ekonomi akan merusak kapasitas obligor.
idCCC Kondisi obligor ini rentan dan bergantung pada kondisi bisnis dan keuangan yang membantu untuk mencapai financial commitments.
idSD Gagal, namun masih ada kemungkinan mencapai financial commitments
idD Gagal

 

Rating idAA sampai idB dapat dimodifikasi dengan menambahkan tanda (+) atau (-) untuk menunjukkan seberapa kekuatan sesuai dengan kategori rating.

 

Kapitalisasi Pasar

4:05 pm in Memulai, Tutorial by Fajri Gelu

Kapitalisasi pasar yang disebut juga market capitalization adalah nilai dari saham perusahaan yang beredar di pasar. Menghitung kapitalisasi pasar sangat mudah, cukup mengalikan jumlah saham beredar dengan harga saham di pasar.

Misalnya sebuah perusahaan memiliki saham sejumlah 1 miliar lembar yang dilepas di pasar dengan harga Rp. 3000,-  berarti kapitalisasi perusahaan tersebut adalah Rp 3 triliun.

Yang harus dipahami secara tepat adalah bahwa nilai saham perusahaan berbeda dengan total aset perusahaan. Maksudnya kapitalisasi pasar sebuah perusahaan di bursa tidaklah secara otomatis menggambarkan keseluruhan aset perusahaan. Kapitalisasi pasar sangat mungkin nilainya lebih besar dari aset perusahaan atau bahkan lebih kecil.

Kapitalisasi pasar sebenarnya lebih kepada soal klasifikasi perusahaan guna memudahkan analisa. Bagi para investor hal ini tentu sangat penting. Sebab saham yang berkapitalisasi pasar besar, menengah, dan kecil, masing-masing tentu mempunyai karakter dan kelebihannya masing-masing.

Seperti misalnya untuk investor yang ingin main aman, tentu hanya akan berinvestai ke saham-saham berkapitalisasi besar karena memang rendah risiko, sebab saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) pada umumnya berasal dari perusahaan-perusahaan besar yang sudah mapan sehingga jauh dari risiko pailit.

Nilai kapitalisasi pasar ditentukan oleh dua hal: jumlah saham beredar dan harga di pasar. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai kapitalisasi pasar berubah-ubah dari waktu ke waktu. Entah naik atau turun. Bila harga saham naik, maka naik pula nilai perusahaan tersebut dan begitu pula sebaliknya.

Dari sekitar 4oo-an perusahaan yang listing dan sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia memiliki nilai kapitalisasi pasar yang tentu berbeda. Ada yang kecil (small cap), sedang (midle cap) dan juga besar (big cap atau large cap). Perbedaan-perbedaan ini hanya soal upaya klasifikasi untuk memudahkan analisa saja.

Akan tetapi tidak ada ketentuan dari BEI tentang batasan ukuran kapitalisasi pasar sehingga dapat disebut kecil, sedang, atau besar. Berbeda dengan bursa luar negeri yang pasar modalnya sudah maju, perusahan disebut memiliki kapitalisasi pasar besar jika nilainya di atas USD10 miliar dólar AS. Kapitalisasi pasar sedang berada di kisaran USD2 miliar hinggá USD10 miliar dan kapitalisasi pasar kecil di bawah USD2 miliar.

Over Trading

3:54 pm in Memulai, Tutorial by Fajri Gelu

Mempelajari teknik-teknik analisa saham dan mengimplementasikannya dalam bursa saham memang penting. Namun yang jauh lebih penting bagi seorang yang berinvestasi saham terutama yang jangka pendek (trading), adalah kemantapan MENTAL. Mental adalah faktor utama dalam permainan ini.

Indikasi bahwa mental kita masih cukup rapuh adalah ketidakmampuan dalam membendung keinginan atau dorongan hati untuk bertransaksi, apakah itu beli ataupun jual, tanpa didasari alasan yang jelas dan logis. Hal ini akan menjadi kebiasaan dan membuat ketagihan untuk terus melakukan transaksi alias over trading.

Banyak cerita sedih dari para trader yg gagal dalam bermain saham dan kehilangan modalnya berawal dari gagalnya mengerem dorongan hatinya melakukan transaksi yang berlebihan. Ada beberapa hal yg dapat memicu terjadinya over trading sbb :

1. Rekomendasi Pialang
Sebagai seorang trader, terutama mereka yang masih pemula biasanya beranggapan bahwa pihak pialang pasti jauh lebih paham dalam soal transaksi yang menguntungkan. Anggapan ini membuat para trader cenderung menerima begitu saja setiap rekomendasi yang datang dari para broker. Yang perlu diingat adalah terkadang pialang sebenarnya lebih tertarik dengan fee, karena semakin sering Anda bertransaksi semakin besar pula fee yang masuk ke kantong pialang. Hal ini membuat objektivitas rekomendasi pialang patut diragukan. Adalah lebih baik bila Anda menghubungi seorang analis pasar profesional atau bisa juga dengan membaca rekomendasi dari berbagai situs yang menyediakan jasa tersebut.

2. Teknik, Strategi, dan Planing
Anda perlu memperjelas berapa besar presentase return yang ditargetkan dalam rentang waktu yang jelas. Target ini hendaknya dikaji secara rasional agar teknik dan strategi yang akan dirumuskan bisa tepat. Anda juga bisa menaksir secara hati-hati batasan kerugian yang masih bisa Anda tolerir. Intinya, semua pergerakan Anda dalam bertransaki senantiasa terkontrol, teratur, dan terukur.

3. Kemajuan Teknologi
Kecanggihan teknologi membuat akses untuk bertransaksi semakin mudah dan semakin cepat. Hal ini bisa membuat Anda tanpa sadar terdorong melakukan transaksi terus-menerus sampai lupa waktu, bahkan sampai lupa bahwa deposit Anda ternyata telah terkuras habis. Karenanya sesekali Anda perlu menjaga jarak dari segala perangkat teknologi yang bisa menghubungkan Anda dalam bertransaksi. Ada saatnya Anda istirahat sejenak, santai, sembari menghitung-hitung kembali.

4. Bukan Judi
Bursa saham bukanlah meja kasino. Anda harus secara jernih membedakannya agar Anda dapat membangun sikap mental positif. Menghabiskan sekian banyak uang di meja kasino tentu berbeda dengan trading di bursa saham. Bersyukur ketika untung, bersabar ketika rugi, dan berdoa sebelum memulai.

Beta Saham

11:40 am in Memulai, Tutorial by Fajri Gelu

Apa sebenarnya Beta Saham itu?
Beta merupakan index dari resiko sistematis karena kondisi pasar. Semakin tinggi Beta suatu saham, semakin tinggi reaksinya terhadap index.

Bila index naik atau turun, saham dengan Beta besar akan bergerak naik/turun lebih cepat daripada index.
Bila nilai Beta-nya 1, berarti pergerakannya seiring dengan index.
Bila betanya kecil sekali, 0 misalnya, berarti tidak ada hubungannya dengan index bahkan kadang kala berlawanan dengan arah index. Biasanya ini terjadi pada saham-saham kategori ‘gorengan’

Beberapa hasil-hasil penelitian tentang pengaruh beta saham terhadap return saham menunjukan bahwa beta saham memiliki pengaruh terhadap return saham pada pasar modal yang sedang berkembang (India dan Turki), sebalilmya pada pasar modal yang telah maju (Perancis, Inggris dan Jerman) menunjukan bahwa pengaruh beta saham terhadap return saham adalah sinsignifikan.

Beta saham merupakan pengukur risiko sistematik saham terhadap risiko pasar. Beta suatu saham dapat digunakan dalam mempertimbangkan alternatif pemilihan investasi saham. Dalam perkembangan investasi pada suatu perusahaan, dapat dilihat pada volume perdagangan sahamnya. Volume perdagangan saham menunjukkan banyaknya transaksi yang terjadi dalam satu kali sesi perdagangan. Untuk mengetahui volume perdagangan saham yang terjadi dapat dilihat dari aktivitas perdagangannya. Aktivitas perdagangan suatu saham dapat dihitung dengan TVA (Trading Volume Activity).

Bagaimana menghitung beta suatu saham?
Untuk menghitung beta saham kita harus cari angka COVARIAN return saham terhadap return pasar. Kemudian dibagi VARIAN return pasar. Cukup rumit namun jangan khawatir, tips di bawah ini akan menunjukkan bagaiman mendapatkan beta saham dengan cepat.

Bagaimana mencari beta saham dengan cepat?
Untuk mencari data beta saham perusahaan dapat melalui website Reuters – www.reuters.com
Ikuti langkah-langkah berikut ini:
>Bukalah browser kesayangan kamu.
>Dari address bar, ketikkan alamat http://www.reuters.com/
>Klik tombol Go atau tekan Enter.
>Pada menu News & Market, ada tanda panah, letakkan kursor di sana, maka akan muncul kotak Markets, News, dan Featured Topics.
>Pada area Markets, pilih dan klik “Stocks”.
>Pada kotak isian Search Stocks, ketik code / symbol perusahaan. Misal: AALI.JK
>Setelah itu, klik tombol “SEARCH” untuk menemukan beta saham PT Astra Agro Lestari, Tbk
Drop down, pada area OVERALL Beta saham PT Astra Agro Lestari, Tbk adalah sebesar 1,23

Jika anda ingin membanding Beta saham PT Astra Agro Lestari, Tbk dengan beta saham Sector, Industry, dan S&P 500. Tetap pada  halaman langkah ke-8, klik menu “Financial”. Pada area VALUATION RATIOS, anda dapat mengetahui nilai beta saham PT Astra Agro Lestari, Tbk dibandingkan dengan Sector, Industry dan S&P 50

Manajemen Cash Flow

10:43 am in Memulai, Tutorial by Fajri Gelu

Seperti apa kondisi kehidupan Anda, berbanding lurus dengan keadaan finansial Anda. Faktor finansial senantiasa berperan penting dalam perjalanan kisah hidup Anda, seperti apapun ideologi hidup yang Anda anut. Maka berhati-hati dan selektif dalam setiap hal yang menyangkut uang adalah penting!

Susah payah kita mengumpulkan uang, tujuannya tak lain agar uang tersebut bisa mengalir memenuhi berbagai kebutuhan konsumsi, tabungan dan investasi kita.

Adapun prinsip penting dalam berinvestasi adalah investasi dilakukan ketika segala kebutuhan rutin seperti kebutuhan dapur, asuransi, cicilan, terpenuhi. Dimana bila masih ada dana yang tersisa dan menganggur, itulah yang kemudian dijadikan modal untuk investasi.

Memang banyak kisah tentang orang yang sukses dalam saham, tapi  tak sedikit juga yang malah hartanya melayang, bahkan keluarga dan hidupnya juga.

Bila Anda berkesempatan bertemu dan bertanya kepada mereka yang sukses, pasti jawaban mereka sederhana saja, ‘Aturlah cash flow Anda agar tak macet!’

Ada beberapa tips mengelola cash flow

1. Skala Prioritas

Prioritaskan kebutuhan konsumsi rutin, biaya sekolah anak, asuransi, cicilan, dan sebagainya.  Setelah semua beban pokok bulanan terjawab, sisanya adalah dana nganggur untuk investasi. Sekali-kali jangan memaksa diri berinvestasi saham apabila kondisi keuangan anda masih mengganggu urusan dapur. Ingatlah! Meskipun keuntungan yang menjanjikan, resiko berinvestasi saham sangat tinggi.

2. Pembukuan Yang Baik.

Buatlah rapi dan bersih. Mencatat lalu lintas transaksi jual beli berdasarkan urutan waktu atau lainnya. Biasanya sekuritas akan memberikan trade confirmation dan portfolio statement setiap hari. Anda dapat mencocokkan catatan pembukuan anda dengan trade confirmation sekuritas, apakah sesuai atau tidak. Catatan yang baik membuat tidur anda makin pulas!

3. Perencanaan Trading

Adalah bijak untuk memiliki trading plan sebelum melakukan transaksi. Buatlah aturan dan berdisiplinlah pada aturan yang Anda buat itu. Jangan lupa, takut (fear) dan serakah (greed) itu berbeda tipis. Dua sifat inilah yang sering mengacaukan trading plan Anda. Pelajari, pahami, dan berlatihlah dengan berbagai strategi. Trading plan yang baik adalah sebuah kesuksesan awal.

4. Fasilitas Margin Trading

Margin trading biasanya disediakan sekuritas yang besarnya satu hingga dua kali dari besarnya dana yang dimiliki. Jika Anda memiliki rekening Rp 200 juta, maka anda dapat bertransaksi hingga Rp 400-600 juta. Dengan fasilitas ini investor pasti mudah tergoda untuk terus menerus trading. Namun untuk mengantisipasi saat bursa saham longsor (crash) sebaiknya Anda memiliki dana cadangan sebesar mungkin.

5. Siaga Dana Tunai

Cash is everything, begitulah kata kasir yang baik. Setelah bursa saham koreksi dalam (deep bearish), dana tunai sangat berguna untuk mengkoleksi saham-saham diskon yang berpotensi kuat untuk rebound (naik kembali). Menyisihkan 20-30 persen sebagai dana siaga adalah prinsip penting lainnya bertrading saham.

6. Jangan Berhutang

Membeli saham dengan utang yang terlampau besar karena merasa harga saham akan melejit setinggi bintang adalah sama dengan berjudi di meja kasino. Sebuah tekanan psikologis yang luar biasa menyiksa menanti Anda saat harga saham ternyata anjlok sedangkan hutang Anda sudah jatuh tempo. Bila kemudian terpaksa harus jual rugi (forced sell), maka akumulasi kerugian menjadi lebih besar.

7. Evaluasi

Sebelum semua hal buruk seperti kebangkrutan, perceraian, menjadi gila, atau bahkan bunuh diri terjadi, sebaiknya Anda rutin berkontemplasi, mereview dan mengevaluasi pengaturan cash flow anda pada bulan ke bulan. Dengan demikian, secara mental Anda menjadi lebih siap menghadap segala gejolak dunia investasi saham, dan secara finansial Anda menjadi lebih awas untuk tetap di jalur aman.

Matematika Dalam Investasi

10:35 am in Memulai, Tutorial by Fajri Gelu

Matematika ekonomi berguna untuk mempelajari ekonomi mikro dan makro, sedangkan matematika keuangan sangat relevan untuk memahami akuntansi, keuangan, dan investasi. Bila tak paham matematika keuangan, seseorang akan sulit membedakan tingkat bunga versus tingkat diskonto, bunga biasa vs bunga tepat, bunga sederhana vs bunga majemuk, bunga diskrit vs bunga kontinu, bunga flat vs bunga efektif, anuitas biasa vs anuitas di muka, aplikasi present value vs future value, skedul amortisasi utang (KPR dan KKB) vs skedul akumulasi dana (sinking fund), return berdasarkan waktu vs return berdasarkan uang, return aritmetik vs return geometrik, dan macam-macam metode penghitungan indeks saham.

Pada dasarnya ada tiga pasar dalam perekonomian, yaitu pasar barang dan jasa atau sektor riil, pasar finansial yang terdiri atas pasar uang dan pasar modal, dan pasar tenaga kerja. Dalam pasar barang dan jasa, variabel utama adalah harga, dan dalam pasar tenaga kerja adalah gaji dan upah.Adapun, dalam pasar finansial, variabel paling penting itu adalah tingkat bunga dan istilah lain yang berkaitan dengannya yaitu yield, tingkat diskonto, dan return. Karena itu, memahami matematika keuangan yang sering juga disebut matematika tingkat bunga adalah kunci untuk menguasai akuntansi, keuangan, dan investasi.

Aplikasi dalam investasi

Bila dalam ilmu fisika, dikenal kecepatan dan percepatan sebagai turunan pertama dan kedua dari fungsi jarak yang ditempuh (dalam waktu). Maka dalam investasi, turunan pertama dan kedua itu adalah return nominal dan pertumbuhan return.Aplikasinya, kita dapat merumuskan strategi investasi yang tepat dengan menggunakan turunan pertama dan turunan kedua. Pertama, carilah aset yang refum nominalnya positif sebagai necessary condition dan hindari aset yang return-nya negatif.

Kedua, carilah aset yang juga mampu memberikan pertumbuhan return positif sebagai sufficient condition. Tidak sulit mencari altematif investasi yang mampu memberikan return nominal positif. Sebagian besar aset memenuhi kriteria ini, tetapi tidak banyak yang memberikan pertumbuhan return positif.Memahami konsep sederhana di atas, kita akan dapat menjawab perbedaan antara pernyataan The rich get riclief dan The rich get faster richer1.

Ungkapan yang kaya semakin kaya mengandung arti turunan pertama adalah positif, tetapi tidak menyebutkan apa-apa tentang turunan kedua. Turunan kedua mungkin positif, negatif, atau nol.Adapun, dalam ungkapan yang kaya semakin lebih cepat kaya, baik turunan pertama maupun turunan kedua positif. Contohnya adalah investasi dalam saham yang fungsi harganya Rpl.000, Rpl.200, Rpl.600, Rp2.500, dan seterusnya.Orang kaya terutama pengusaha umumnya tidak hanya ingin menjadi lebih kaya. Karena, jika sekadar menjadi lebih kaya, mungkin saja diperlukan waktu yang lebih lama untuk mendobelkan kekayaan, misalnya dari sebelumnya 8 tahun menjadi 10 tahun.

Yang diinginkan adalah semakin lebih cepat kaya yaitu semakin cepat dapat mendobelkan kekayaannya. Jika sebelumnya, diperlukan waktu 8 tahun, berikutnya mesti 6 tahun, setelah itu target menjadi 4 tahun, demikian seterusnya. Ini hanya dapat terealisasi jika turunan kedua juga positif.Aplikasi penting lainnya dari kalkulus dalam investasi adalah mengukur risiko harga atau risiko tingkat bunga sebuah obligasi. Ukuran untuk ini dikenal sebagai durasi yang tidak lain adalah elastisitas perubahan harga obligasi terhadap perubahan yield.

Elastisitas harga obligasi terhadap perubahan yield ini adalah turunan pertama fungsi harga obligasi terhadap yield. Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat terutama untuk perubahan yield yang cukup besar, investor umumnya juga memerlukan turunan keduanya yaitu konveksitas.Mengetahui durasi dan konveksitas sebuah obligasi, kita mudah menghitung perubahan nilai obligasi atau portfolio obligasi jika terjadi perubahan yield di pasar.Contohnya, jika durasi sebuah obligasi adalah 4, maka kenaikan yield 1% akan menyebabkan penurunan harga sekitar 4%. Berapa persentase tepatnya hingga dua angka desimal ditentukan oleh konveksi lasnya. Kesimpulannya, keuangan dan investasi itu sangat dekat dengan matematika.

Matematika itu ilmu yang bersifat universal. Sangat berguna untuk menjelaskan berbagai hal, tidak luput juga investasi. Seringkali justru penjelasan matematis sederhana yang akan dapat membantu kita dengan baik. Hal-hal yang akan diingatkan kembali berguna untuk menyegarkan ingatan mengenai dasar-dasar investasi yang tidak boleh dilupakan, diantaranya:

-Keuntungan sebesar 100% akan terhapus oleh kerugian sebesar 50%. Sebiaj fakta yang pahit. Saat kita berhasil melipatduakan investasi kita, keuntungan yang didapatkan akan hilang total dengan kerugian hanya 50%. Fakta ini akan membawa kita kepada logika kedua.

-Bahwa untuk mengembalikan kerugian sebesar 50%, maka kita harus meraih keuntungan sebesar 100%.

-Aturan 72. Walaupun sudah umum, saya mengingatkan kembali pentingnya aturan ini. Bagilah angka 72 dengan imbal hasil periodik (dalam persen), maka kita akan mengetahui berapa lama dana kita akan berubah menjadi dua kali lipat. Jika imbal hasil tahunan portfolio kita adalah 10%, maka diperlukan 72/10 = 7,2 tahun untuk melipatduakan dana investasi kita.

-Rata-rata geometris lebih baik daripada aritmetik untuk menghitung kinerja investasi. Rata-rata aritmetik didapatkan dengan menjumlahkan persentase keuntungan per tahun selama x tahun dan kemudian dibagi dengan x (jumlah tahun). Hal ini akan menimbulkan masalah karena tahun-tahun yang luar biasa (rendah atau tinggi) akan mempengaruhi hasil perhitungan rata-rata secara keseluruhan. Rata-rata geometris menangani  hal tersebut dengan lebih baik karena sejalan dengan konsep compounding.

-Jangan lupakan nilai nominal, terkadang persentase bisa menyesatkan. Sebagai contoh, jika dana investasi kita tidak terlampau besar, fee yang dibebankan pada kita untuk membeli suatu produk reksadana mungkin tidak terasa. Katakanlah biaya pembelian (subscription) suatu reksadana adalah 2%. Sepertinya terlihat kecil namun carilah nilai nominal dari fee itu. Apabila nilai investasi kita adalah 300 juta rupiah. Fee 2% mungkin tidak kita anggap besar namun nilai nominal 6 juta rupiah mungkin akan sedikit menyadarkan kita.

-Pada kondisi tertentu, imbal hasil 0% mungkin adalah alternatif terbaik. Apabila setelah melakukan analisis ternyata tidak ada saham yang prospektif dan dijual dengan harga murah, ada baiknya kita menyimpan dana kita dalam bentuk tunai. Memang tidak ada hasil yang didaptkan, namun paling tidak kita tidak akan terjerumus untuk mengambil risiko yang tidak perlu.

Selamat berhitung. Semoga beruntung!

Mencicil Saham

5:42 pm in Memulai, Tutorial by Fajri Gelu

Bila Anda tergolong investor kecil yang tidak punya cukup modal untuk bisa memiliki saham yang ditawarkan perusahaan, maka Anda bisa memperoleh saham dengan cara mencicil. Tentu saja Anda mencicilnya dari sisa gaji/pendapatan rutin Anda setiap bulannya setelah dikurangi semua pengeluaran. Seperti halnya mencicil rumah dimana Anda tak perlu menunggu terlalu lama untuk memiliki sekian ratus juta atau sekian miliar untuk bisa mendapatkan rumah, begitu pula untuk menjadi seorang investor.

Strategi ini cukup efektif karena waktu di dalam investasi sangat penting. Semakin cepat Anda memulai dalam investasi saham, hasil yang akan Anda dapatkan akan semakin besar. Sebaiknya Anda memilih sekuritas yang setoran awalnya tidak terlalu tinggi dan tidak memberlakukan komisi minimal per hari transaksi. Strategi ini juga berguna untuk menyiasati harga saham yang berfluktuasi.

Beberapa tips dalam mencicil saham:

- Saham big caps yang memiliki fundamental kuat tentu yang harus menjadi pilihan Anda. Perusahaan-perusahaan ini rajin membagi deviden, dan memiliki tren pertumbuhan harga tahunan tinggi secara konsisten. Misalnya saham Aneka Tambang (ANTM), Adaro (ADRO), Tambang Bukit Asam (PTBA), Indofood (INDF), Telkom (TLKM), Bank Mandiri (BMRI), Bank BCA (BBCA), Holcom (SMCB), dan lainnya.

- Dalam pemasukan rutin  bulanan, setelah dikurangi urusan dapur, cicilan, asuransi, biaya sekolah anak dan kebutuhan rutin lain sudah terjawab, maka dana yang tersisa digunakan membeli saham yang anda minati secara konsisten pada harga berapapun. Karena ada faktor averaging (rata-rata), maka anda tidak kuatir dengan harga murah atau mahal sebab perusahaan memiliki uptrend yang kuat.

Sebagai contoh, setiap bulan anda membeli sebuah saham big caps yang sama sebanyak 1 lot (1 lot = 500 lembar saham).
(Januari Rp 1000, Februari Rp 1100, Maret Rp 1200, April Rp 1300, Mei Rp 1200, Juni Ro 1300, Juli Rp 1400, Agustus Rp 1500, September Rp 1400, Oktober Rp 1600, November Rp 1800, Desember Rp 2000).
Maka harga rata-rata adalah Rp 1400. Artinya jika anda melepas saham tersebut ketika harga saham tersebut Rp 2000, maka return yang anda peroleh adalah (Rp 2000 – Rp 1400) / Rp 1400 x 100% = sebesar 42,8 persen.

- Sebisa mungkin, simpanlah saham yang Anda cicil selama yang Anda bisa.
Sebagai contoh, yang paling menarik adalah betapa bahagianya para pemegang saham Aqua Missisippi (AQUA), saat IPO dibeli cuma seharga seribu perak, sekarang dihargai Rp 300.000 per lembar saham. Bahkan pihak manajemen ingin buy back saham beredar AQUA dengan harga fantastis di atas Rp 600.000, namun pemegang saham menawar ingin lebih tinggi lagi sampai sejuta rupiah per lembar saham.

Kesimpulannya, menjadi kaya itu bisa ditempuh dengan berbagai strategi. Mencicil saham adalah salah satu strateginya. Silahkan pikirkan, dan secepatnya ambil tindakan!

Goreng-Menggoreng Saham

5:11 pm in Memulai, Tutorial by Fajri Gelu

Hampir semua saham sebenarnya bisa digoreng. Namun umumnya yang gemar digoreng adalah saham lapis kedua atau lapis ketiga. ‘Cornering’ adalah cara menggoreng yang cukup canggih. Bisa dilakukan oleh siapa saja, baik oleh investor atau sekuritas.

Selain melempar isu di bursa, dalam cornering, para bandar biasanya merekayasa dan menciptakan permintaan palsu atas saham yang menjadi target sehingga tercipta kesan bahwa saham tersebut banyak diminati. Alhasil harga saham tersebut pun terdongkrak naik.

Diistilahkan permintaan palsu oleh karena si penggoreng sendirilah yang memborong saham tersebut. Dan ketika para investor lain mulai ramai membeli, si bandar langsung pasang posisi jual. Otomatis si bandar kemudian meraih untung karena sebelumnya ia memborong saham tersebut dengan harga murah.

Seorang penggoreng biasanya adalah mereka yang memiliki kekuatan modal besar dan umumnya telah punya jaringan sendiri. Jaringan yang dimaksud adalah para sekuritas disamping sesama para bandar. Meski demikian konspirasi seperti ini jarang bisa dibuktikan.

Kejadian goreng menggoreng saham biasanya dilakukan saat pasar lagi sepi. Para bandar kemudian berkomplot untuk membangunkan saham tidurnya. Memancing sedikit demi sedikit, mengerek naik harga tersebut hingga menarik perhatian investor lain untuk ikutan berilusi ambil untung. Semakin banyak investor yang terlibat aksi beli, maka semakin cepat harga melejit. Dan, selanjutnya seperti gempa bumi yang tiba-tiba datang, saham tersebut kemudian terjun bebas.

Beberapa teknik yang biasa dilakukan untuk menggoreng saham:

Seperti busur yang terlepas pertumbuhan saham gorengan seringkali melesat secepat busur. Praktik menggoreng saham sebenarnya sudah dilarang Bapepam karena tidak mencerminkan perilaku pasar yang wajar. Namun kaidah dan aturan Bapepam sendiri memiliki celah bagi praktik ini. Bandar bisa memiliki banyak nama dan account berbeda di setiap sekuritas sehingga sulit bagi Bapepam menyeret bandar.

Sebagai contoh saham perusahaan TMPI dikerek harganya dari 100 perak melonjak menjadi 3000 perak, lalu terjun bebas menjadi 300 perak dan terjadi hanya dalam hitungan bulan.

Salah satu teknik menggoreng saham adalah dengan memanfaatkan repo (repurchase agreement) atau gadai saham. Setelah meniup rumor, bandar membeli sebanyak mungkin saham itu lalu digadai repo (dengan imbalan bunga). Kemudian dana repo tersebut digunakan untuk membeli saham kembali. Terus, di repo lagi hingga bandar memegang mayoritas saham yang digoreng. Selanjutnya dilakukan penjualan saham secepat kilat setelah harga rata-rata sudah memberi keuntungan bagi bandar.

Teknik lain seperti yang disebutkan di atas, cornering, yaitu bandar bekerja sama dengan beberapa sekuritas memborong saham yang digoreng sehingga pasar bereaksi dan harga saham terdongkrak naik. Setelah harga yang disasar tercapai, bandar melepas seluruh sahamnya. Biasanya dalam hitungan detik harga saham turun drastis, pemegang saham terakhir akan mengalami kerugian besar kerena terlambat keluar.

Teknik lainnya, dengan cara berkoordinasi dan mengunci para pemilik saham mayoritas untuk berdiam diri selama proses goreng-menggoreng berlangsung, biasanya dengan perhitungan bahwa saham yang beredar dapat mereka kendalikan. Kepiawaian mereka menuntun harga merupakan  imbal yang mereka terima selama pada akhir sesi penggorengan.

Yang perlu Anda garis bawahi adalah : JANGAN MELAWAN BANDAR!
Bandar biasanya selalu menang. Melawan bandar seperti memindahkan isi dompet anda ke dompet orang lain dengan sukarela. Kecuali anda mau jadi bandar. Ikutilah arah bandar dalam menggoreng saham. Bila anda sudah mendapatkan profit beberapa poin saja, segeralah realisasikan keuntungan dengan keluar secepatnya. Begitupula seandainya harga saham mulai meluncur turun, segeralah cut loss agar kerugian  anda tidak terlalu dalam.

TIPS :
- Pelajarilah karakteristik dan perilaku saham yang diincar sebelum memutuskan membeli. Umumnya saham tertentu dikelola oleh bandar tertentu pula.
- Gunakanlah maksimal 5 persen dana anda bila terlanjur tergoda untuk ikut main. Kalaupun harus menanggung kerugian, tidak akan mengganggu portofolio anda.
- Jangan pernah menyimpan saham gorengan dalam waktu lama. Saham gorengan memiliki kadaluarsa harian bahkan jam. Besok, bandar sudah migrasi ke saham lain karena memang itulah pekerjaannya. Keluarlah segera bila posisi anda telah untung (jangan serakah). Dan segeralah cut loss bila harga mulai meluncur turun.
- Anda perlu melakukan sedikit investigasi tentang sumber rumor! Biasanya koran bisnis menyediakan kolom rumor. Berisi informasi tentang potensi kenaikan harga seperti corporate  action, merger, akuisisi, pembagian dividen, penerbitan obligasi, laporan surplus keuangan, arus masuk investor asing dan sebagainya. Kebanyakan informasi tersebut hanya make up untuk menggaet investor turut tergoda ilusi untung.
- Belilah ketika saham perlahan mulai naik dengan cara bertahap. Jangan terlalu mencolok agar tak termangsa ole bandar. Setelah matched, segera pasang order jual di level harga yang Anda inginkan. Sebaiknya jangan serakah. Beberapa poin saja sudah cukup lumayan untuk kemudian segera keluar.

Selamat makan gorengan !

Sign in PasarDana.com BETA
Silahkan login pada form dibawah ini. Belum memiliki akun PasarDana.com click here untuk Register!