
IHSG
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (19/9), IHSG terjungkal 80,129 poin (2,09%) ke level 3.755,052. Sementara Indeks LQ 45 ditutup ambles 15,760 poin (2,36%) ke level 654,336. Menjelang penutupan terjadi tekanan jual yang luar biasa gencar. Para investor tampak waspada terhadap ancaman krisis utang Eropa.
Tak satu pun indeks sektoral yang mampu menguat. Seluruhnya memerah. Terdapat 232 saham yang dilanda aksi jual. Sementara, hanya ada 22 saham yang berhasil naik dan 52 saham lainnya diam tak bergerak.
Adapun frekuensi total transaksi mencapai 91.040 kali pada volume 3,518 miliar lembar saham senilai Rp 3,109 triliun hanya setengah dari transaksi rata-rata harian. Sebanyak 24 saham naik, sisanya 243 saham turun, dan 56 saham stagnan.Transaksi foreign net sell tercatat senilai Rp 94,812 miliar di seluruh pasar.
Saham-saham top gainers antara lain:
-Chandra Asri (TPIA) naik Rp 325 ke Rp 4.025.
-Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 275 ke RP 5.200.
-Telkom (TLKM) naik Rp 100 ke Rp 7.450.
-Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 100 ke Rp 3.400.
-Inti Agri Resources (IIKP) naik 17,24% menjadi Rp 680
-PT Akbar Indo Makmur (AIMS) naik 15% menjadi Rp 230.
-PT Skybee (SKYB) naik 13,33% menjadi Rp 680.
Sedangkan saham-saham top losers diantaranya :
-Sepatu Bata (BATA) turun Rp 1.000 ke Rp 59.000.
-Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 950 ke Rp 14.050.
-Astra Internasional (ASII) turun Rp 900 ke Rp 65.000.
-Unilever (UNVR) turun Rp 800 ke Rp 16.050.
-Sekawan Intipratama (SIAP) turun 17,95% menjadi Rp 96
-Central Omega Resources (DKFT) turun 17,48% menjadi Rp 2.950.
-PT Kedawung Setia Industri (KDSI) turun 16,67% menjadi Rp 225.