Arsip : Sony Corp

“The Croods” Jadi Film Unggulan Box Office Minggu Lalu

9:03 am in AS, Berita, Highlight by Ririen Restya Sagita

Cuplikan Film The Croods

“The Croods”, film animasi dari DreamWorks Animation SKG berhasil menempati daftar teratas box office minggu lalu. Read the rest of this entry →

Olympus Berniat PHK 2.700 Pekerja Hingga Maret 2014

3:35 pm in Asia, Berita, Highlight by Ririen Restya Sagita

Kantor Olympus

Olympus Corp berencana memberhentikan 2.700 karyawan atau sekitar 7% dari total tenaga kerja Olympus pada bulan Maret tahun 2014.

Langkah tersebut ditempuh Olympus untuk memperbaiki kondisi perusahaan yang merosot akibat skandal penipuan sebesar US$1,7 miliar yen oleh para mantan petinggi Olympus.

Selain memberhentikan ribuan karyawan, Olympus juga tengah mencari perusahaan yang bersedia menanamkan modal untuk produsen alat-alat medis terbesar di dunia tersebut. Beberapa perusahaan elektronik Jepang seperti Sony Corp, Fujifilm Holdings Corp, dan Panasonic Corp dikabarkan sebagai beberapa kandidat yang akan menanamkan modalnya di Olympus.

Menurut Olympus, perusahaannya tengah berusaha untuk meningkatkan rasio modalnya sebesar 30% hingga tahun 2017 mendatang. Berdasarkan kabar yang dirilis oleh sebuah harian Jepang, Nikkei, Olympus akan menjual sekitar 10% kepemilikan saham kepada perusahaan-perusahaan besar seperti Sony atau Panasonic.

Sebelumnya, Panasonic telah membantah kabar yang menyatakan bahwa perusahaannya berniat menanamkan modal di Olympus. Menurut Fumio Ohtsubo selaku Presiden Panasonic, saat ini perusahaannya tidak berniat untuk berinvestasi ke produsen kamera tersebut.

via Bloomberg : Olympus To Cut 2,700 Jobs, Consider Alliances To Boost Capital

Panasonic Bantah Tertarik Berinvestasi ke Olympus

1:21 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Kantor Pusat Panasonic

Presiden Panasonic Corp Fumio Ohtsubo menyatakan bahwa untuk saat ini perusahaannya tidak berniat berinvestasi ke Olympus Corp.

Pernyataan dari Fumio Ohtsubo tersebut membantah kabar yang dirilis agen berita Kyodo pada hari Senin (5/6) lalu mengenai niat Panasonic untuk menanamkan modal sekitar 50 miliar yen (US$629 juta) bagi Olympus.

Sebelumnya, Olympus mengutarakan keinginan untuk menjual sebagian kepemilikan perusahaan kepada Sony Corp, Panasonic Corp, atau Fujifilm Holdings Corp guna memperbaiki kondisi keuangan perusahaan saat ini.

Perusahaan yang memproduksi kamera dan alat-alat kedokteran itu terus-menerus mengalami kemunduran setelah skandal penipuan keuangan Olympus terbongkar tahun lalu. Beberapa mantan petinggi Olympus yang terbukti bersalah akhirnya ditahan dan diharuskan membayar ganti rugi.

Sementara itu, Panasonic dikabarkan tertarik menanamkan modal untuk Olympus guna mengembangkan bisnis dan meraih penghasilan tambahan. Produsen kamera Lumix tersebut mengalami kemunduran akibat kuatnya nilai tukar yen serta anjloknya permintaan TV dari berbagai negara.

via Reuters : Panasonic says no plan now to invest in Olympus

Saham Sony Anjlok ke Level Terendah Sejak 1980

4:31 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Salah Satu Produk Kamera Sony

Sony Corp, perusahaan elektronik terbesar di Jepang, terpuruk ke level terendah sejak tahun 1980 silam. Saham Sony diperdagangkan di level 996 yen (US$12,76) untuk pertama kalinya sejak hampir 32 tahun terakhir.

Produsen TV Bravia tersebut mengalami kemerosotan tajam akibat menguatnya nilai tukar yen terhadap dolar dan euro minggu lalu. Nilai tukar yen per 1 dolar dolar kini mencapai titik 77,66 yen sedangkan nilai tukar terhadap euro melonjak ke level 95,60 yen.

Menurut juru bicara Sony, Mami Imada, untuk setiap penurunan 1 yen terhadap nilai euro, nilai penjualan Sony berkurang sebesar 10 miliar yen (US$128,12 juta) dan keuntungan operasional tahunannya berkurang hingga 6 miliar yen (US$78,87 juta). Sementara itu, untuk setiap penurunan 1 yen terhadap nilai dolar AS, Sony mengalami penurunan nilai penjualan sebesar 50 miliar yen (US$640 juta).

Sejak tahun 2011 hingga saat ini, berbagai masalah terus-menerus melanda perusahaan elektronik Jepang seperti Sony, Panasonic, Toshiba, dan Sharp. Beberapa masalah yang menggerogoti perusahaan tersebut adalah bencana gempa dan tsunami bulan Maret 2011, banjir Thailand, menguatnya nilai tukar yen, krisis Eropa, serta kemunculan rival-rival tangguh seperti Apple Inc dan Samsung Electronics Co.

via Bloomberg : Sony Dips Below 1,000 Yen For First Time Since 1980: Tokyo Mover

Panasonic Umumkan Prediksi Profit Senilai US$627 Juta

11:21 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Markas Panasonic di Jepang

Perusahaan elektronik asal Jepang, Panasonic Corp, mengumumkan prediksi keuntungan sebesar 50 miliar yen (US$627 juta) pada tahun fiskal 2012/2013. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibanding prediksi para analis sebesar US$1,32 miliar.

Panasonic mengikuti jejak Sony Corp dengan memprediksi keuntungan jauh di bawah perkiraan para analis. Kedua perusahaan tersebut sama-sama menderita kerugian besar akibat anjloknya jumlah permintaan TV dan LCD di pasar domestik dan internasional.

Akibat anjloknya bisnis TV, Panasonic mengalami kerugian hingga US$9,65 miliar pada tahun fiskal lalu. Menurut seorang manajer grup bidang akuntansi di Panasonic, Tetsuya Yoshimoto, perusahaannya tetap akan menderita kerugian dari divisi televisi pada tahun ini dengan jumlah penjualan TV menurun menjadi hanya 15,5 juta unit. Tahun lalu, Panasonic mampu menjual 17 juta unit TV.

Meski mengalami kerugian dari bidang televisi, Panasonic menargetkan keuntungan dari bisnis audio-visual dan energi. Tahun lalu, perusahaan tersebut menyatakan akan mem-PHK sekitar 17.000 karyawan dalam 2 tahun ke depan untuk memperbaiki performa perusahaan.

via Bloomberg : Panasonic Profit Forecast Misses Estimates Amid Slump in TVs

Sony Terpuruk ke Level Terendah Dalam 25 Tahun Terakhir

2:58 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Salah Satu Smartphone Sony

Sony Corp mengalami penurunan saham sebesar 4,4% ke level 1.214 yen (US$15,20) pada hari ini (7/5). Penurunan tersebut membuat Sony berada di level terendah dalam 25 tahun terakhir.

Penyebab utama kemerosotan saham Sony adalah melemahnya mata uang euro terhadap yen Jepang. Mata uang 17 negara Eropa tersebut terjerembab ke level terendahnya dalam 3 tahun terakhir.

Nilai euro merosot setelah Francois Hollande terpilih sebagai Presiden Perancis yang baru pada hari Minggu (6/5) kemarin. Janji Hollande untuk mengabaikan penghematan dan mengutamakan pertumbuhan ekonomi menimbulkan kekhawatiran bahwa Eropa akan gagal mencapai target penghematan yang telah disepakati sebelumnya.

Selama ini, sekitar 21% pendapatan tahunan  Sony berasal dari wilayah Eropa. Menurut juru bicara Sony di Tokyo, Mami Imada, setiap  kali euro mengalami penurunan nilai sebesar 1 yen,  Sony kehilangan pendapatan hingga 6 miliar yen atau setara dengan 75 juta dolar AS.

via Bloomberg : Sony Drops to Lowest in 25 Years as Euro Falls: Tokyo Movers

“Think Like A Man” Kalahkan “Hunger Games” di Box Office

10:45 am in AS, Berita, Highlight by Ririen Restya Sagita

Poster Film Think Like A Man

Dominasi “The Hunger Games” yang menempati posisi puncak Box Office selama 4 minggu berturut-turut akhirnya berhasil dipatahkan oleh film “Think Like A Man” besutan Sony Corp.

“Think Like A Man” meraih angka penjualan tiket sebesar US$33 juta di bioskop Amerika Serikat dan Kanada pada akhir pekan lalu. Sementara itu, “The Hunger Games” hanya berhasil meraih posisi ketiga dengan pendapatan sebesar US$14,5 juta.

“Think Like A Man” berkisah tentang perang taktik antara 4 wanita dan 4 pria dalam menentukan hubungan percintaan mereka. Keempat wanita dalam film tersebut menerapkan taktik berdasarkan saran dari buku “Act Like A Lady, Think Like A Man” karangan Steve Harvey, sementara keempat pria berusaha mengantisipasi taktik tersebut dengan membaca buku yang sama.

Film yang juga dibintangi oleh Chris Brown tersebut sebelumnya diprediksi hanya akan meraih pendapatan sebesar US$24 juta. Namun, respon para penikmat film di AS dan Kanada terhadap film tersebut ternyata lebih besar dari yang diperkirakan. Sementara itu, posisi kedua dalam peringkat box office ditempati oleh “The Lucky One” dari Warner Bros dengan perolehan sebesar US$22,8 juta.

via Bloomberg : ‘Hunger Games’ Defeats ‘Stooges’ to Lead Box Office Again

Sony Prediksi Kerugian Tahunan Sebesar US$6,4 Miliar

3:59 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Salah Satu Produk Sony

Perusahaan elektronik terbesar di Jepang, Sony Corp, mengumumkan revisi prediksi kerugian tahunan sebesar US$6,4 miliar. Prediksi jumlah kerugian tersebut naik dua kali lipat dari prediksi Sony sebelumnya sebesar US$2,7 miliar.

Anjloknya angka penjualan televisi serta tingginya beban pajak di Amerika Serikat diklaim Sony sebagai beberapa faktor yang menyebabkan kerugian. Perusahaan tersebut juga belum mampu menerobos dominasi Samsung dan Apple di pasar smartphone global.

Revisi prediksi kerugian Sony diumumkan sehari setelah beredar kabar bahwa produsen PlayStation tersebut akan memecat sekitar 10.000 karyawan di berbagai negara. Kazuo Hirai yang baru menjabat sebagai CEO Sony sejak 1 April 2012 mengungkapkan bahwa Sony perlu menempuh langkah-langkah pahit untuk bisa kembali maju.

Sebelumnya, Sony telah mengambil langkah kontroversial untuk bisa memajukan bisnisnya. Salah satunya adalah dengan melepas usaha patungan panel LCD dengan Samsung dan membeli seluruh saham Ericsson dalam joint-venture di bidang smartphone.

via BBC News : Sony doubles forecast of annual loss to $6.4 bn

Raih US$100 Juta, “Safe House” Jadi Unggulan Box Office

1:59 pm in AS, Berita by Ririen Restya Sagita

Poster Film Safe House

Film thriller yang dibintangi oleh Denzel Washington, “Safe House” berhasil jadi unggulan Box Office minggu lalu dengan pendapatan sebesar US$24 juta di bioskop Amerika Serikat dan Kanada.

Di minggu keduanya, film besutan Relativity Media yang didistribusikan oleh Universal Pictures tersebut telah berhasil memperoleh US$100 juta secara global.

“Safe House” unggul tipis dari film pemuncak Box Office sebelumnya yaitu “The Vow” yang memperoleh pendapatan sebesar US$23,6 juta. Kedua film tersebut sama-sama meraih sekitar US$100 juta secara global setelah tayang selama 2 minggu.

Sementara itu, film sekuel yang ditunggu-tunggu “Ghost Rider: Spirit of Vengeance” hanya bertengger di peringkat ketiga dalam minggu perdananya dengan perolehan US$22 juta. Meski demikian, film yang dibintangi oleh Nicholas Cage itu diperkirakan akan menghasilkan US$25,5 juta hingga hari Senin (20/2) ini.

Top 3 Box Office Hollywood kali ini didominasi oleh film-film yang dirilis oleh studio besar yaitu Universal Pictures dengan “Safe House”, Time Warner Inc dengan “The Vow” dan Sony Corp dengan “Ghost Rider: Spirit of Vengeance”.

via Reuters: ‘Safe House’ lead movie box offfice chart

Jelang Valentine, “The Vow” Jadi Unggulan Hollywood

12:16 pm in AS, Berita, Highlight by Ririen Restya Sagita

Poster "The Vow"

Menjelang perayaan hari Valentine pada tanggal 14 Februari nanti, film romantis “The Vow” berhasil memuncaki daftar film Box Office Hollywood AS dan Kanada dengan pendapatan sebesar US$41,7 juta.

Film yang diproduksi oleh Sony Corp tersebut awalnya hanya menargetkan pendapatan sebesar US$38 juta di akhir pekan. “The Vow” bercerita tentang seorang suami yang berusaha membangun kembali hubungan dengan istrinya. Sang istri lupa akan semua ingatan pernikahan mereka setelah tersadar dari koma.

Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh film thriller berjudul “Safe House”. Meski momen peluncuran “Safe House” agak dirasa kurang bertepatan dengan event Valentine, namun film produksi Universal Picture tersebut mampu memperoleh US$39,3 juta di minggu perdananya.

Peringkat ketiga dan keempat ditempati oleh “Journey 2: Mysterious Island” dan “Star Wars: Episode 1 – The Phantom Menace” dalam versi 3 dimensi. Keduanya memperoleh pendapatan sebesar US$27,6 juta dan US$23 juta.

Menurut salah satu website pengamat film, Hollywood.com, minggu lalu merupakan rekor kedua dimana 4 film teratas Box Office mencatatkan penghasilan lebih dari US$20 juta sepanjang sejarah perfilman.

via Bloomberg : ”The Vow’ Leads Box Office With $41.7 M Sales

Kazuo Hirai Gantikan Howard Stringer Sebagai CEO Sony

3:46 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Kazuo Hirai

Sony Corp akhirnya memutuskan untuk menyerahkan posisi Howard Stringer selaku presiden dan CEO perusahaan kepada Kazuo Hirai. Keputusan tersebut diambil setelah Sony hampir pasti mengalami kerugian selama 4 tahun berturut-turut.

Kazuo Hirai akan mulai menjabat sebagai CEO sekaligus presiden pada tanggal 1 April mendatang. Sementara itu, Howard Stringer yang tadinya menjabat sebagai CEO, presiden, sekaligus ketua dewan direksi hanya akan menempati jabatannya yang terakhir setelah rapat pemegang saham bulan Juni nanti.

Sony telah kehilangan sentuhannya sejak terakhir kali merajai bisnis pemutar kaset portabel miliknya yaitu Walkman pada tahun 1980. Sejak saat itu, Sony mulai menyerahkan kedudukannya pada Apple yang sukses mempopulerkan iPod, serta pada Samsung yang merajai penjualan TV. Sony juga harus mengakui keunggulan Nintendo di bidang konsol video game dan game portabel.

Kazuo Hirai yang memiliki pengalaman kuat di industri musik dan game diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Sony yang telah mengalami kemerosotan hingga lebih dari 50% sejak tahun 2005.

via Bloomberg : Sony Names Hirai President, CEO Succeeding Howard Stringer

Samsung, Panasonic Ingin Jalin Ikatan Modal Dengan Olympus

8:41 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Kamera Olympus

Menurut harian Mainichi, sebuah harian terkemuka di Jepang, Panasonic Corp dan Samsung Electronics Co akan segera mengajukan proposal untuk menjalin ikatan modal dengan Olympus Corp.

Kedua perusahaan tersebut tertarik untuk berhubungan dengan Olympus Corp karena saat ini Olympus masih memegang 70% pasar peralatan kedokteran secara global.

Selain Panasonic dan Samsung, perusahaan lain yang juga tertarik menjalin ikatan dengan Olympus adalah Fujifilm Holdings Corp, Sony Corp, dan Terumo Corp. Fujifilm sendiri sudah mengajukan aliansi dengan Olympus sementara Terumo, produsen alat-alat kedokteran, menyatakan ingin mempererat hubungan dengan Olympus.

Olympus sendiri belum memberikan reaksi terhadap berita tersebut. Perusahaan yang mengalami kemerosotan tajam akibat skandal penyembunyian kerugian tersebut tengah berusaha membenahi susunan manajemen perusahaan.

via Reuters : Panasonic, Samsung to propose tie-up with Olympus: report

Setelah Debut, Penjualan PlayStation Vita Merosot Tajam

9:20 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

PlayStation Vita

Sony Corp baru saja meluncurkan PlayStation Vita, sebuah game portabel penerus yang memiliki layar OLED berukuran 5 inci, pada tanggal 17 Desember lalu.

Dalam 2 hari pertama setelah debut, penjualan PlayStation Vita cukup fantastis dengan total 324.859 unit terjual. Namun seminggu setelahnya, penjualan game portabel tersebut terbilang sangat lamban.

Dalam seminggu terakhir menjelang Natal, PlayStation Vita hanya terjual sebanyak 72.479 unit, jauh dibandingkan dengan rivalnya, Nintendo 3DS, yang terjual hingga lebih dari 482.000 unit dalam minggu yang sama. Penjualan Nintendo 3DS selama seminggu menjelang Natal meningkat hingga 31% dibanding minggu sebelumnya.

Meski demikian, tingginya angka penjualan Nintendo 3DS diperkirakan tidak akan membantu memberikan keuntungan bagi Nintendo Co. Ltd. mengingat harga game tersebut telah dikurangi hingga sekitar 40% dari harga asli untuk memperbaiki buruknya angka penjualan sejak peluncuran perdana.

via Bloomberg : Sony PlayStation Vita Sales Decline After Debut Demand, Researcher Says

Mengekor Wall Street, Bursa Asia Menjerit

9:07 am in Asia, Berita by Fajri Gelu

Ticker Board Bursa Saham Tokyo

Bursa saham Asia hari ini kembali melanjutkan pelemahan. Sampai dengan pukul 9.18 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacifik telah tergerus 0,6% ke level 113,64.

Adapun indeks Nikkei 225 turun 0,25%. Lalu, indeks Kospi melemah 0,21%, dan indeks S&P/ASX 200 terkoreksi sebesar 0,38%.

Sederet saham berkapitalisasi besar yang turut menyeret terkoreksinya bursa Asia antara lain, saham Sony Corp anjlok 1,5% di Tokyo, saham Samsung Electronics Co turun 1,9% di Seoul, serta saham BHP Billition yang merupakan perusahaan tambang terbesar di dunia juga terhempas 1,3%.

Terus terkoreksinya bursa saham Asia ini akibat tidak adanya sentimen positif yang bisa mencerahkan pasar. Sikap Bank Sentral AS yang terkesan menahan diri dalam mengambil langkah baru untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat membuat pasar kian cemas.

Bursa Asia Melaju Awali Pekan

8:39 am in Asia, Berita by Fajri Gelu

Gedung Bursa Saham Tokyo

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan awal pekan ini. Indeks MSCI Asia Pacific melaju 0,9% ke level 116,11.

Adapun  indeks Nikkei 225 sudah naik 1,45%. Lalu, indeks Kospi naik 1,5%, dan indeks S&P/ASX 200 menguat 1,25%.

Penguatan bursa Asia ini berkat sentimen positif dari kawasan Eropa di mana para pemimpinnya sepakat untuk meningkatkan dana talangan untuk membantu negara-negara zona euro mengatasi krisis.

Sederet saham berkapaitalisasi besar yang turut mendongkrak kenaikan bursa Asia antara lain, saham Sony Corp, yang mengandalkan 21% penjualannya ke Eropa, naik 1,9% di Tokyo. Lalu, saham produsen mesin konstruksi dengan pasar terbesar di China, Komatsu Ltd. maju 2%, karena spekulasi China akan melonggarkan kebijakan moneter. Saham perusahaan tambang dan minyak terbesar di Australia, BHP Billiton Ltd. juga reli 2,3% di Sydney, setelah harga tembaga dan minyak mentah naik.

Positifnya pergerakan bursa Asia dalam mengawali pekan juga didorong oleh indeks kepercayaan konsumen Amerika Serikat yang melebihi ekspektasi pasar.

Panasonic Ikut Terjun ke Bisnis Smartphone

3:17 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Ponsel Panasonic

Panasonic Corp, perusahaan elektronik asal Jepang, akan meluncurkan smartphone berbasis Android pertamanya di Eropa pada bulan Maret 2012.

Setelah Eropa, perusahaan tersebut juga merencanakan untuk meluncurkan smartphonenya di Amerika Serikat dan Asia.

Meski terlihat sangat terlambat, Panasonic mengaku optimis dengan keberhasilan mereka di bisnis smartphone. Perusahaan tersebut menargetkan 16 juta unit smartphone terjual dalam 5 tahun pertama, 7 juta unit di Jepang dan 9 juta unit lainnya di luar Jepang.

Para analis memperkirakan bahwa Panasonic akan sangat sulit menyaingi raksasa smartphone saat ini yaitu Apple Inc dan Samsung Electronics Co. Lain halnya jika mereka memulai bisnis smartphone beberapa tahun yang lalu, di saat persaingan tidak terlalu berat dan kondisi perusahaan masih sehat.

Selain Panasonic, perusahaan Jepang yang tengah bersiap mati-matian untuk meningkatkan penjualan smartphonenya adalah Sony Corp. Perusahaan tersebut baru saja membeli separuh saham milik Ericsson seharga US$1,4 milyar agar bisa lebih leluasa mengembangkan bisnis smartphone.

Google Music Store Telat 10 Tahun dari iTunes

10:02 am in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Tampilan iTunes

Google Music Store yang telah dirilis Google di New York hari Rabu (16/11) memiliki koleksi sebanyak 13 juta lagu yang akan diintegrasikan dengan Android Market.

Namun toko musik online tersebut tetap saja jauh tertinggal dibanding iTunes milik Apple. iTunes sendiri pertama kali dirilis Apple pada tanggal 9 Januari 2001 dan kini merupakan layanan musik online terbesar di dunia.

Meski demikian, Google yakin toko musik online miliknya akan mampu menarik perhatian konsumen terutama pengguna Android.

Saat ini, Google telah berhasil menggandeng 3 dari 4 besar perusahaan musik internasional yaitu Sony Corp, EMI Group, dan Universal Music.

Untuk menarik perhatian konsumen, Google  memperbolehkan pengguna jejaring sosial Google+ untuk saling membagi lagu yang ada di toko musik onlinenya. Selain itu, Google juga memperbolehkan tiap pembeli untuk berbagi lagu yang dibelinya dengan salah satu teman di jejaring sosial.

Harga lagu di toko musik online Google berkisar antara 99 sen hingga 1,29 dolar, namun selama masa promosi Google juga memberikan diskon serta menawarkan beberapa lagu secara cuma-cuma.

 

Google Jalin Kesepakatan dengan Sony

10:43 am in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Media Penyimpan Musik

Google Inc akhirnya berhasil menjalin kesepakatan dengan Sony Corp untuk menjual lagu-lagu milik perusahaan tersebut di toko musik online Google yang akan diluncurkan hari ini (16/11).

Sebelumnya, Google juga telah mencapai kesepakatan dengan dua perusahaan musik besar, Universal Music Group dan EMI Group.

Namun sayang, Warner Music selaku perusahaan label rekaman terbesar ketiga di dunia tidak ikut berpartisipasi dalam layanan musik online ini karena perusahaan tersebut tidak sepakat dengan Google terkait masalah harga dan pembajakan.

Kerjasama antara Google dan Sony juga sebenarnya sempat terhambat oleh masalah yang sama dengan apa yang dialami Google dan Warner Music. Akibatnya, Google harus menunda peluncuran toko musik online tersebut dari jadwal yang sudah ditetapkan.

Toko musik online ini didirikan Google untuk bersaing dengan iTunes yang telah lama disediakan Apple. Rencananya, lagu-lagu di layanan musik online Google akan dikenakan tarif sebesar 99 sen hingga US$1,29, namun kemungkinan besar Google akan menawarkan diskon di awal-awal pembukaan website tersebut.

 

LG Luncurkan Google TV Januari 2012

3:59 pm in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Tampilan Layar Google TV

Google TV, produk hasil kerjasama LG Electronics Inc. dan Google Inc. diramalkan akan segera diluncurkan Januari mendatang dalam event Januari Consumer Electronics Show di Las Vegas.

Produk TV tersebut diluncurkan Google dan LG untuk menyaingi Apple serta Microsoft yang baru-baru ini mengeluarkan produk internet TV-nya, hasil bekerjasama dengan Sony Corp.

Sebagai produsen TV terbesar kedua di dunia, LG berharap Google TV bisa meningkatkan angka penjualan TV-nya yang merosot jauh pada tahun 2011 ini.

Google TV yang akan diluncurkan LG merupakan penyempurnaan dari produk-produk internet TV dari Google sebelumnya. Kali ini, Google TV LG juga dilengkapi dengan aplikasi Android serta didesain untuk menampilkan layanan video-sharing Youtube dengan lebih baik.

Saingan terbesar LG di Korea Selatan, Samsung Electronics Co juga dikabarkan akan mengeluarkan produk serupa pada bulan Februari mendatang.

Sony Akan Beli Label Rekaman Big Machine

2:43 pm in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Taylor Swift

Sony Corp, perusahaan elektronik raksasa dari Jepang, saat ini sedang bernegosiasi untuk membeli Big Machines Label Group, sebuah label rekaman tempat penyanyi terkenal, Taylor Swift, bergabung.

Menurut sebuah sumber, negosiasi antara Sony dan Big Machines telah dimulai, dan sepertinya Sony akan membeli Big Machines senilai US$200 juta.

Selain Sony Corp, perusahaan rekaman yang memproduksi album-album bergenre country tersebut juga diminati oleh Universal Music Group.

Seorang analis dari Tokyo menyatakan meskipun langkah Sony dalam mengembangkan bisnis musik ke genre country terbilang baik, namun seharusnya perusahaan tersebut fokus dalam membenahi bisnis TVnya terlebih dahulu.

Industri musik Sony sendiri telah menghasilkan pendapatan senilai US$1,2 milyar dan laba operasional hingga US$315,2 juta pada kuartal lalu.

Sign in PasarDana.com BETA
Silahkan login pada form dibawah ini. Belum memiliki akun PasarDana.com click here untuk Register!