Arsip : Tokyo Stock Exchange

Raih Investasi US$1,6 M dari Foxconn, Saham Sharp Meroket

9:09 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Markas Sharp di Jepang

Sharp Corp, perusahaan pembuat LCD terbesar di Jepang, akan menerima investasi dari Foxconn Technology Group sebesar 133 miliar yen atau setara dengan 1,6 miliar dolar AS.

Foxconn telah setuju untuk membeli 121,65 juta saham Sharp dengan harga 550 yen (6,62 dolar) per lembar saham, jauh lebih tinggi dari harga saham Sharp saat penutupan perdagangan di Tokyo kemarin (27/3) sebesar 495 yen (5,96 dolar).

Setelah kabar tersebut diumumkan, saham Sharp melonjak menjadi 570 yen (6,86 dolar) pada pukul 9.49 pagi di Tokyo hari ini (28/3). Jumlah tawaran saham sharp telah melebihi batas harian di Tokyo Stock Exchange sehingga perdagangannya kini dihentikan.

Investasi Foxconn untuk Sharp tercatat sebagai rekor investasi tertinggi dari perusahaan Taiwan untuk perusahaan Jepang. Foxconn bermaksud memiliki 50% industri panel LCD Sharp setelah perusahaan tersebut dikabarkan akan mulai memasok layar untuk iPad terbaru bulan depan.

via Bloomberg : Foxconn Counts on Apple’s Future Through Sharp Investment

Jaksa dan Polisi Jepang Razia Kantor Olympus

3:15 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Kamera Olympus

Hari ini (21/12) sejumlah jaksa, polisi, serta regulator sekuritas di Jepang mengadakan razia secara tiba-tiba di beberapa kantor Olympus Corp.

Mereka merazia kantor Olympus untuk melanjutkan investigasi terkait penipuan perhitungan keuangan perusahaan yang mencapai nilai US$1,7 milyar.

Perusahaan pembuat endoskopi dan kamera itu telah menyerahkan laporan penghitungan ulang ke Tokyo Stock Exchange (TSE) bertepatan dengan batas waktu yang diberikan. Jika Olympus gagal menepati batas waktu yang ditentukan, maka secara otomatis perusahaan tersebut akan dicoret dari TSE.

Terkait razia secara tiba-tiba tersebut, Olympus menyatakan bahwa pihaknya memaklumi dan akan bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kepolisian Jepang untuk membongkar kenyataan yang sebenarnya.

Saham Olympus sendiri turun sebanyak 5% ke titik 1.012 yen pada pukul 2 sore di Tokyo. Perusahaan tersebut telah merosot hingga 58% sejak memutuskan untuk memecat Michael C. Woodford yang telah mempertanyakan keuangan perusahaan dan menyebabkan skandal penipuan Olympus terbongkar.

via Bloomberg : Olympus Offices Raided by Japan Prosecutors

Deadline Penyerahan Laporan Keuangan Olympus Tiba

9:23 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Produk Kamera Olympus

Batas waktu bagi Olympus Corp untuk segera menyerahkan laporan keuangannya akan berakhir pada pukul 5.15 sore waktu Tokyo hari ini (14/12). Jika perusahaan tersebut gagal menyerahkan laporannya, maka secara otomatis Olympus akan dicoret dari Tokyo Stock Exchange (TSE).

Seandainya Olympus berhasil menyerahkan seluruh laporan yang diwajibkan, posisi perusahaan tersebut di Tokyo Stock Exchange masih belum benar-benar aman. Olympus masih harus meyakinkan bursa bahwa perusahaannya telah bebas dari pimpinan-pimpinan sebelumnya yang melakukan kecurangan.

Olympus yang telah menyembunyikan kerugian perusahaan selama lebih dari 10 tahun telah menunda penyerahan laporan keuangan selama sebulan karena menunggu hasil investigasi dari kepolisian Jepang dan bursa yang juga dibantu oleh FBI.

Sebelumnya, Olympus dicurigai memiliki keterlibatan dengan organisasi kriminal Jepang untuk membantu menyembunyikan kerugian. Jika terbukti terlibat, Olympus akan langsung dicoret dari bursa tanpa perlu menunggu laporan keuangan dari perusahaan tersebut. Namun, hasil investigasi menunjukkan bahwa tidak ada bukti keterlibatan Olympus dengan yakuza.

via Bloomberg : Olympus Faces Quarterly Earnings Deadline to Avoid an Automatic Delisting

Woodford Mengundurkan Diri dari Olympus

8:31 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Olympus

Mantan presiden dan CEO Olympus, Michael C. Woodford, akhirnya menyatakan pengunduran dirinya dari Olympus Corp meski banyak investor yang menginginkan ia kembali menjabat di perusahaan tersebut.

Pria asal Inggris ini telah dipecat oleh mantan petinggi Olympus pada bulan Oktober lalu karena dianggap bisa membongkar penipuan yang dilakukan perusahaan. Namun, setelah Olympus benar-benar terbukti melakukan kecurangan, Woodford kembali ke Jepang dan menyatakan siap untuk menjabat kembali di perusahaan tersebut.

Kini, Woodford memaksa pemegang saham untuk membiarkan para pemilik modal memilih pejabat-pejabat Olympus yang baru. Olympus sendiri belum memberikan pernyataan apapun terkait pengunduran diri Woodford tersebut.

Sejak Olympus memecat Woodford, saham perusahaan pembuat alat-alat kedokteran ini telah mengalami kemerosotan hingga lebih dari 50%. Tidak hanya itu, Olympus juga terancam dicoret dari Tokyo Stock Exchange dan mantan pejabatnya terancam hukuman 10 tahun penjara.

Olympus Menanjak Selama 4 Hari Berturut-turut

10:52 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Olympus

Kepercayaan investor bahwa Olympus akan tetap terdaftar di Tokyo Stock Exchange membuat saham perusahaan pembuat endoskopi terbesar di dunia tersebut laris manis.

Pada trading break di Tokyo pukul 11.00, saham Olympus meningkat sebanyak 13% menjadi 835 yen atau setara dengan 10,84 dolar.

Meski nasib Olympus masih belum jelas karena perusahaan tersebut masih harus menghadapi tuntutan pidana serta ancaman tercoret dari bursa jika tidak bisa memberikan laporan keuangan pada pertengahan Desember, investor terus membeli kembali saham perusahaan tersebut.

Olympus telah kehilangan pendapatan sebanyak US$6,1 milyar sejak memecat CEO Michael C. Woodford karena telah membocorkan rahasia perusahaan. Woodfordlah yang menyebabkan penyembunyian kerugian yang dilakukan Olympus selama beberapa dekade terakhir ini terungkap.

Kini, beberapa investor terus berusaha mengembalikan posisi Woodford sebagai presiden dan CEO Olympus.

Olympus Kemungkinan Dicoret dari Bursa Tokyo

12:25 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Tokyo Stock Exchange

Olympus Corp yang baru-baru ini terungkap menyembunyikan kerugian dengan membayar US$687 juta untuk biaya penasehat dalam mengakuisisi Gyrus Ltd. terancam tercoret dari Tokyo Stock Exchange (TSE).

TSE menyatakan sedang mengawasi kemungkinan untuk menghapus Olympus Corp. dari bursa karena banyaknya kritik yang masuk terkait standar tata kelola perusahaan yang ditetapkan oleh bursa terbesar ketiga di dunia tersebut.

Kecurangan Olympus mulai tercium ketika perusahaan tersebut memecat presiden dan CEO-nya, Michael C. Woodford, dengan dalih cara kepemimpinan pria asal Inggris tersebut tidak sesuai dengan budaya kerja Jepang.

Sementara itu, Woodford mengungkap bahwa perusahaan memberhentikannya karena ia mempertanyakan dana sebesar US$687 juta yang digunakan untuk biaya penasehat tadi.

Sejak memecat Woodford pada bulan Oktober 2011, Olympus telah mengalami kerugian hingga US$6,44 milyar.

Sign in PasarDana.com BETA
Silahkan login pada form dibawah ini. Belum memiliki akun PasarDana.com click here untuk Register!