
Penampakan Kota Barcelona, Spanyol
Kondisi perekonomian Spanyol kian hari makin mengkhawatirkan dengan semakin melonjaknya biaya pinjaman untuk obligasi jangka panjang di negeri tersebut.
Kondisi tersebut diperparah dengan ikut melambungnya yield untuk obligasi jangka pendek Spanyol pada pelelangan hari Selasa (19/6) kemarin.
Spanyol diharuskan membayar biaya pinjaman sebesar 5,07% untuk obligasi berjangka 12 bulan dan 5,11% untuk obligasi yang berjangka 18 bulan.
Pada hari Senin (18/6) lalu, biaya pinjaman obligasi berjangka 10 tahun yang menjadi patokan dari yield obligasi Spanyol juga telah melonjak ke level 7,1%.
Para ahli berpendapat Spanyol tak akan mampu menahan biaya pinjaman sebesar itu dalam jangka waktu yang lama. Sebelumnya, Irlandia, Portugal, dan Yunani terpaksa meminta dana bailout dari Uni Eropa, IMF, serta ECB akibat biaya pinjaman yang melambung hingga lebih dari 7%.
Sebagai negara dengan perekonomian terbesar keempat di zona euro, para analis khawatir bahwa besar dana yang dibutuhkan untuk membantu Spanyol akan sangat besar.
Pada tanggal 9 Juni lalu, para petinggi Uni Eropa telah sepakat memberikan dana bailout sebesar 100 miliar euro (US$127 miliar) untuk rekapitalisasi bank Spanyol. Namun, Spanyol kemungkinan kembali membutuhkan dana bailout dengan tingginya biaya pinjaman obligasi seperti saat ini.
via Reuters : Spanish short-term debt costs reach alarm levels