Arsip : Uni Eropa

Dana Nasabah Bank Siprus Bisa Terpotong 60%

8:33 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Bank Sentral Siprus

Para nasabah bank Siprus dengan jumlah simpanan di atas 100.000 euro (Rp1,24 miliar) bisa kehilangan simpanannya hingga 60%. Read the rest of this entry →

Penarikan Uang di Bank Siprus Dibatasi 300 Euro per Hari

9:14 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Bank Sentral Siprus

Bank-bank di Siprus akan kembali beroperasi pada Kamis (28/3) pukul 10.00 GMT setelah tutup selama kurang lebih 10 hari. Read the rest of this entry →

Bank-bank Siprus Tutup Hingga Kamis

8:42 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Bendera Siprus dan Uni Eropa

Seluruh bank di Siprus akan tutup hingga Kamis (28/3) sehubungan dengan adanya kesepakatan dana talangan senilai 10 miliar euro (Rp125 triliun) dengan Uni Eropa (UE) dan Dana Moneter Internasional (IMF). Read the rest of this entry →

Siprus Tolak Syarat Pemberian Dana Bailout

10:05 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Bendera Siprus dan Uni Eropa

Parlemen Siprus menolak rencana pengenaan pajak simpanan di bank sebagai syarat penerimaan dana bailout dari Uni Eropa. Read the rest of this entry →

Masalah Penghindaran Pajak Masih Hantui Yunani

9:56 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Bendera Yunani

Meski berhasil memperoleh kenaikan peringkat kredit dari Standard & Poor’s, Yunani masih harus berhadapan dengan masalah penghindaran pajak yang kian marak di negaranya. Read the rest of this entry →

Singapura dan Eropa Sepakati Perdagangan Bebas

9:25 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Bendera Negara-Negara Eropa

Uni Eropa menyepakati perjanjian perdagangan bebas (FTA) keduanya dengan salah satu negara di Asia Tenggara, Singapura. Read the rest of this entry →

Merkel Dan Hollande Akhiri Perbedaan

10:01 pm in Berita, Highlight, Internasional by Fajri Gelu

Angela Merkel

Presiden Prancis Francois Hollande dan Kanselir Jerman Angela Merkel, yang hari ini bertemu di Reims, sebuah kota di Prancis bagian timur, untuk merayakan 50 tahun penandatanganan perjanjian damai Prancis-Jerman, menyatakan bahwa persahabatan kedua negara adalah sangat penting untuk menyelamatkan negara-negara pengguna mata uang Euro.

Pemimpin dua negara dengan perekonomian terbesar di Uni Eropa tersebut sepakat untuk melupakan perbedaan antara mereka dalam masalah penanganan pemulihan krisis utang Eropa.

Dalam pertemuan menteri keuangan zona euro yang dilaksanakan hari ini (9/7/2012), dan pertemuan berikutnya pada 20 Juli nanti, juga akan membahas masalah perbedaan pandangan antara Jerman dan Prancis dalam pemulihan krisis utang sebagai agenda utama. Hal tersebut merupakan tindak lanjut setelah keduanya berbeda pendapat dalam KTT Uni Eropa pada 28-29 Juni lalu.

Holande mengungkapkan, persahaban Jerman dan Perancis merupakan pondasi utama pembangunan Eropa. Sementara di kesempatan yang sama Merkel menjelaskan bahwa mata uang Euro yang dibentuk sejak 20 tahun lalu ternyata tidak cukup kuat. Hal tersebut kiranya menjadi pelajaran bagi generasi mendatang. Keduanya sepakat membuka pintu baru dalam persahabatan yang lebih akrab.

Antonis Samaras Dilantik Sebagai Perdana Menteri Yunani

1:33 pm in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Antonis Samaras

Pimpinan Partai Demokrasi Baru, Antonis Samaras, akhirnya dilantik sebagai Perdana Menteri Yunani yang baru pada hari Rabu (20/6).

Peresmian dilakukan setelah Antonis Samaras bertemu dengan Presiden Karolos Papoulias di kediamannya. Presiden Yunani tersebut meminta Samaras untuk membentuk pemerintahan Yunani yang baru.

Antonios Samaras dinobatkan sebagai Perdana Menteri Yunani untuk menggantikan Panagiotis Pikrammenos setelah partainya memenangkan pemilihan umum yang berlangsung tanggal 17 Juni lalu dengan total perolehan suara mencapai 29,7%.

Kemenangan Partai Demokrasi Baru dalam pemilu tersebut sedikit menghapus kekhawatiran akan keluarnya Yunani dari zona euro. Pasalnya, partai tersebut menyatakan mendukung dana bailout beserta persyaratan yang diajukan oleh Uni Eropa dan IMF.

Meski mendukung dan menerima persyaratan dana bailout, Antonis Samaras mengaku berniat menegosiasikan ulang ketentuan penghematan ketat yang diajukan oleh Uni Eropa, IMF, dan ECB sebagai syarat bagi Yunani untuk menerima dana bailout. Untuk itu, pemerintah Yunani yang baru akan bertandang ke Brussel bulan ini untuk menemui para petinggi Uni Eropa.

via CNN : Samaras sworn in as head of new Greek government

Yield Obligasi Jangka Pendek Spanyol Ikut Melonjak

4:06 pm in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Penampakan Kota Barcelona, Spanyol

Kondisi perekonomian Spanyol kian hari makin mengkhawatirkan dengan semakin melonjaknya biaya pinjaman untuk obligasi jangka panjang di negeri tersebut.

Kondisi tersebut diperparah dengan ikut melambungnya yield untuk obligasi jangka pendek Spanyol pada pelelangan hari Selasa (19/6) kemarin.

Spanyol diharuskan membayar biaya pinjaman sebesar 5,07% untuk obligasi berjangka 12 bulan dan 5,11% untuk obligasi yang berjangka 18 bulan.

Pada hari Senin (18/6) lalu, biaya pinjaman obligasi berjangka 10 tahun yang menjadi patokan dari yield obligasi Spanyol juga telah melonjak ke level 7,1%.

Para ahli berpendapat Spanyol tak akan mampu menahan biaya pinjaman sebesar itu dalam jangka waktu yang lama. Sebelumnya, Irlandia, Portugal, dan Yunani terpaksa meminta dana bailout dari Uni Eropa, IMF, serta ECB akibat biaya pinjaman yang melambung hingga lebih dari 7%.

Sebagai negara dengan perekonomian terbesar keempat di zona euro, para analis khawatir bahwa besar dana yang dibutuhkan untuk membantu Spanyol akan sangat besar.

Pada tanggal 9 Juni lalu, para petinggi Uni Eropa telah sepakat memberikan dana bailout sebesar 100 miliar euro (US$127 miliar) untuk rekapitalisasi bank Spanyol. Namun, Spanyol kemungkinan kembali membutuhkan dana bailout dengan tingginya biaya pinjaman obligasi seperti saat ini.

via Reuters : Spanish short-term debt costs reach alarm levels

Yield Obligasi Spanyol Kembali Naik Hingga Lebih Dari 7%

4:38 pm in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Penampakan Kota Sevilla di Spanyol

Biaya pinjaman obligasi berjangka 10 tahun Spanyol kembali melonjak ke level 7,1% pada hari ini (19/6) setelah sempat menurun menjadi 6,9% akhir minggu lalu.

Kemenangan partai pro-bailout dalam pemilihan umum di Yunani tidak mampu menyurutkan keraguan investor akan kemampuan Spanyol dalam mengatasi krisis dan mengurangi beban utang negaranya.

Para ahli memprediksi bahwa Spanyol tidak akan mampu mempertahankan kondisi keuangan yang stabil dengan biaya pinjaman di atas 7% dalam jangka panjang. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, Spanyol kemungkinan akan memerlukan dana bailout dari Uni Eropa serta IMF.

Sebelumnya, Uni Eropa telah sepakat untuk menggelontorkan dana bailout sebesar 100 miliar euro (US$126 miliar) untuk rekapitalisasi perbankan di Spanyol. Namun, adanya dana bailout malah menambah kekhawatiran investor terhadap kemampuan Spanyol dalam membayar kembali utang-utangnya.

Lembaga pemeringkat kredit dunia, Moody’s, Fitch Ratings dan Standard & Poor’s juga telah memangkas peringkat kredit negara tersebut hingga 2 sampai 3 tingkat. Moody’s menurunkan peringkat kredit Spanyol menjadi Baa3, Fitch Ratings menempatkan Spanyol di level BBB, sedangkan S&P melabeli Spanyol dengan peringkat BBB+.

via CNN Money : Spanish bond yields top 7% (again)

G20 Minta Eropa Lakukan Segalanya Untuk Atasi Krisis

10:12 am in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Para Petinggi G20 di KTT 2011

Pada KTT G20 yang berlangsung di Los Cabos, Meksiko, mulai hari Senin (18/6) kemarin, para petinggi G20 meminta Eropa untuk menerapkan segala macam kebijakan guna mengatasi krisis di wilayahnya.

Dalam perkumpulan 20 negara dengan perekonomian terbesar di berbagai wilayah tersebut, sebagian besar petinggi negara mengkhawatirkan kondisi perekonomian di kawasan euro yang dulunya tercatat sebagai zona ekonomi tunggal terbesar di dunia.

Kemenangan partai pro-bailout pada pemilihan umum di Yunani hari Minggu (17/6) lalu belum memberikan lonjakan berarti di bursa dari berbagai belahan dunia. Padahal, kemenangan partai Demokrasi Baru di Yunani telah menyurutkan kekhawatiran akan keluarnya Yunani dari zona euro yang bisa memicu terjadinya kekacauan perekonomian.

Para petinggi G20 menyuarakan kekhawatiran setelah melihat hanya ada sedikit kemajuan dalam penanganan krisis di Eropa. Oleh sebab itu, pimpinan Bank Dunia Robert Zoellick menyatakan menunggu Eropa menjelaskan kondisi krisis yang sebenarnya sedangkan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper meminta Uni Eropa melakukan perubahan terstruktur guna mengatasi krisis.

Menanggapi kekhawatiran para petinggi G20, Jose Manuel Barosso selaku Presiden Komisi Eropa menyatakan bahwa masalah perekonomian saat ini tidak hanya dihadapi oleh Eropa melainkan dunia. Lebih lanjut, Barosso juga menegaskan bahwa sejauh ini Uni Eropa telah memasang pertahanan yang kuat dalam menangani krisis ekonomi di wilayahnya.

via BBC News : G20 summit: Leaders alarmed over eurozone crisis

Moody’s Turunkan Peringkat Kredit Spanyol Hingga 3 Level

8:49 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Bendera Spanyol

Moody’s Investor Service memutuskan untuk menurunkan peringkat kredit Spanyol hingga ke level investasi terendah setelah Uni Eropa sepakat untuk memberikan dana bailout sebesar 100 miliar euro (US$125,61 miliar).

Peringkat kredit Spanyol merosot dari A3 menjadi Baa3 dengan adanya kekhawatiran bahwa Spanyol akan mengalami kesulitan dalam membayar kembali utang-utangnya.

Menurut Moody’s, bantuan yang ditawarkan oleh Uni Eropa untuk rekapitalisasi bank-bank Spanyol malah akan menambah beban utang negeri tersebut.

Keputusan Moody’s untuk menurunkan peringkat kredit Spanyol diambil hanya 1 minggu berselang penurunan peringkat kredit negara yang sama oleh Fitch Ratings. Fitch memotong peringkat Spanyol sebanyak 3 level dari A menjadi BBB yang hanya berjarak 2 tingkat dari peringkat ‘limbah’ atau ‘junk’ dengan prediksi negatif.

Menurut Moody’s, Spanyol bisa mengalami penurunan peringkat kredit lebih lanjut akibat melemahnya kondisi ekonomi dalam negeri dan terbatasnya akses pemerintah ke pasar internasional dengan tingginya biaya pinjaman obligasi.

Salah seorang analis dari Moody’s, Kathrin Muehlbronner menyatakan bahwa pihaknya akan memperhatikan segala macam hal termasuk persyaratan dana bailout Spanyol serta kondisi negara-negara anggota euro lainnya sebagai pertimbangan akan penurunan lebih lanjut terhadap peringkat kredit Spanyol.

via Reuters : Moody’s slashes Spain debt ratings three notches

Biaya Pinjaman Spanyol Tertinggi Sejak Euro Berdiri

8:55 am in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Uang Kertas Euro

Biaya pinjaman obligasi berjangka 10 tahun Spanyol kini melonjak ke level 6,81%. Angka tersebut tercatat sebagai rekor tertinggi sejak euro pertama kali didirikan pada tahun 1999 lalu.

Pada pelelangan obligasi senilai 2,1 miliar euro (US$2,62 miliar) yang dilakukan Spanyol hari Kamis lalu (7/6), yield obligasi berjangka 10 tahun Spanyol hanya sebesar 6,044%.

Terus melonjaknya biaya pinjaman untuk obligasi Spanyol menandakan bahwa keyakinan investor akan kemampuan Spanyol untuk membalikkan kondisi perekonomiannya mulai memudar. Sebelumnya, Fitch Ratings telah menurunkan peringkat kredit Spanyol dari A menjadi BBB yang menunjukkan bahwa resiko investasi di negeri tersebut semakin besar.

Terlebih dengan adanya rencana pemberian dana bailout dari Uni Eropa sebesar 100 miliar euro (US$125 miliar) untuk rekapitalisasi perbankan di negeri tersebut. Rencana pemberian dana bailout untuk Spanyol malah menimbulkan pertanyaan terkait dari mana dana bantuan berasal dan apakah jumlahnya cukup untuk mengatasi masalah perekonomian Spanyol.

via BBC News : Spain borrowing cost hit euro-era record high

Uni Eropa Pinjamkan US$125 Miliar Untuk Bank-bank Spanyol

2:47 pm in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Kantor Bankia, Bank Terbesar Keempat di Spanyol

Para petinggi Uni Eropa sepakat untuk memberikan pinjaman sebesar 100 miliar euro (US$125 miliar) untuk bank-bank di Spanyol pada hari Sabtu (9/6) lalu.

Sebelumnya, IMF memperkirakan bahwa bank-bank tersebut akan membutuhkan dana bantuan sekitar 40 miliar euro, namun Fitch Ratings memprediksi bahwa besar bantuan yang dibutuhkan Spanyol akan berkisar antara 60-100 miliar euro.

Kabar mengenai pemberian dana bantuan sebesar US$125 miliar untuk Spanyol menyebabkan nilai tukar euro terhadap dolar AS melonjak hingga 1% ke level US$1,26694 hari ini (11/6). Lonjakan nilai euro sebesar 1% tercatat sebagai yang tertinggi sejak 8 bulan yang lalu.

Tidak hanya itu, bursa Eropa, Asia, dan Amerika juga ikut melonjak seiring dengan beredarnya kabar tersebut. Meski demikian, para analis khawatir bahwa lonjakan yang terjadi saat ini hanya akan menjadi kelegaan sementara mengingat Yunani akan segera menentukan masa depannya pada tanggal 17 Juni mendatang.

Saat itu, Yunani akan mengadakan pemilihan umum yang akan berpengaruh besar terhadap keluar atau tidaknya negara tersebut dari zona euro. Sebelumnya, para petinggi Eropa bahkan Wakil Presiden Boediono telah menyarankan Yunani untuk tetap mempertahankan keanggotaan euro dan terus menjalankan penghematan anggaran yang telah disepakati sebelumnya.

via Reuters : Global shares, euro jump as EU aids Spanish banks

Perdana Menteri Finlandia: Spanyol Tak Butuh Dana Bailout

10:15 am in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Jyrki Katainen, Perdana Menteri Finlandia

Perdana Menteri Finlandia Jyrki Katainen menyampaikan pandangannya bahwa Spanyol bisa bertahan tanpa perlu menerima dana bailout.

Meski demikian, Katainen juga menyatakan bahwa pemerintah Spanyol harus bertindak cepat untuk mencegah menyebarnya permasalahan yang tengah dihadapi Spanyol ke Eropa.

Dalam wawancaranya dengan Reuters di Washington, AS, pada hari Rabu (6/6), Perdana Menteri Finlandia tersebut mengungkapkan keyakinan bahwa Spanyol tidak memerlukan dana bailout. Hal yang harus dilakukan Uni Eropa saat ini adalah memastikan bahwa Spanyol mampu menangani rekapitalisasi bank dengan baik.

Sebelumnya, Spanyol memang tengah menghadapi kesulitan karena adanya permintaan dana bantuan senilai US$23,5 miliar yang diajukan oleh bank terbesar keempat di Spanyol, Bankia. Meski demikian, pemerintah Spanyol membantah kabar yang menyatakan bahwa negaranya berniat meminta dana bailout ke IMF ataupun Uni Eropa.

Menurut Katainen, langkah-langkah yang harus ditempuh oleh bank-bank Spanyol untuk mengatasi kesulitan ekonomi adalah dengan mencari modal dari para investor, baru kemudian meminta dana bantuan kepada pemerintah. Jika langkah-langkah tersebut belum membuahkan hasil, Eropa harus membantu mencarikan jalan untuk menangani rekapitalisasi tersebut.

via Reuters : Finnish PM says Spain can live without bailout

Angka Pengangguran Spanyol Bulan Mei Menurun

3:57 pm in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Aksi Unjuk Rasa di Spanyol

Spanyol yang tercatat sebagai negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di Eropa kini mulai menunjukkan adanya pemulihan di sektor tenaga kerja.

Angka pengangguran di negeri tersebut pada bulan Mei 2012 tercatat menurun sebesar 0,63% menjadi 4,71 juta orang dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan data dari Uni Eropa, tingkat pengangguran Spanyol saat ini adalah adalah 24,3%.

Jika dibandingkan dengan bulan Mei tahun lalu, angka pengangguran Spanyol tercatat mengalami lonjakan sebesar 12,5% atau sebanyak 524.463 penduduk. Untuk mengurangi jumlah pengangguran di negerinya, pemerintah Spanyol telah menerapkan reformasi buruh, namun kebijakan tersebut malah memicu aksi unjuk rasa besar-besaran di negeri matador tersebut.

Beberapa kebijakan yang diterapkan pemerintah Spanyol adalah mengurangi jumlah pesangon serta membatasi jumlah kenaikan gaji yang diterima oleh para pegawai. Menurut para buruh di Spanyol, reformasi buruh yang digalakan oleh Perdana Menteri Mariano Rajoy hanya menguntungkan pihak perusahaan namun menyengsarakan tenaga kerja.

via BBC News : Spain’s jobless level falls for second month

Huawei Bantah Gunakan Subsidi Ilegal dari Pemerintah

10:02 am in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Kantor Huawei di Cina

Huawei Technologies Co Ltd membantah tuduhan bahwa perusahaannya telah mendapatkan subsidi ilegal dari pemerintah. Bantahan tersebut disampaikan Huawei sehubungan dengan kabar yang dirilis oleh Financial Times pada hari Senin (28/5) kemarin.

Berdasarkan kabar yang dirilis oleh harian AS tersebut, Uni Eropa tengah mengumpulkan penyelidikan terhadap dua perusahaan Cina, Huawei dan ZTE, terkait penggunaan subsidi ilegal dari pemerintah negaranya. Dengan demikian Huawei dan ZTE bisa menjual produk dengan harga yang jauh lebih murah sehingga melukai persaingan dengan perusahaan teknologi lainnya.

Huawei merespon kabar tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menggunakan subsidi ilegal atau menjual produk di bawah harga normal di kawasan Eropa. Selain itu, Huawei juga membantah laporan mengenai adanya penyelidikan dari Komisi Eropa terkait masalah tersebut.

Perusahaan teknologi nomor 1 di Cina tersebut menganggap Eropa sebagai salah satu pasar terpenting untuk pemasaran produk-produknya. Saat ini, Huawei tercatat memiliki 7.000 orang karyawan di Eropa dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi 6.000 penduduk Eropa lainnya secara tidak langsung. Sementara itu, salah satu perusahaan teknologi Cina lainnya, ZTE, hingga saat ini belum memberikan tanggapan terkait kabar penggunaan subsidi ilegal.

via Reuters : Huawei denies getting illegal Chinese subsidies

Uni Eropa Tuduh ZTE dan Huawei Gunakan Subsidi Ilegal

3:55 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Salah Satu Produk Huawei

Dua perusahaan teknologi besar asal Cina, ZTE dan Huawei, tengah menghadapi masalah dengan pihak regulator Uni Eropa. Kabar tersebut disampaikan oleh Financial Times (FT) pada hari ini (28/5)

Uni Eropa menyatakan bahwa Huawei dan ZTE telah menggunakan subsidi ilegal dari pemerintah negaranya untuk menjual produk dengan harga yang jauh lebih murah dari harga aslinya. Hal tersebut menyebabkan perusahaan-perusahaan teknologi Eropa kesulitan bersaing dengan mereka.

Pihak Uni Eropa menyatakan telah melakukan penyelidikan terhadap kedua perusahaan Cina tersebut. Jika terbukti melakukan tindakan ilegal, baik Huawei maupun ZTE bisa diwajibkan untuk membayar denda dalam jumlah tertentu kepada Uni Eropa. Hingga saat ini, Huawei dan ZTE belum memberikan tanggapannya atas kasus tersebut.

Huawei dan ZTE telah menjalankan bisnisnya di Eropa dan bersaing dengan beberapa perusahaan teknologi dan jaringan besar di wilayah tersebut seperti Ericsson, Siemens-Nokia, dan Alcatel-Lucent. Selama ini, Cina merupakan partner dagang terbesar kedua bagi Eropa setelah Amerika Serikat. Eropa sendiri tercatat sebagai mitra dagang terbesar bagi Cina.

via The Times of India : Huawei, ZTE under EU scanner: Report

India Tolak Penerapan Pajak Emisi Karbon di Eropa

2:40 pm in Asia, Berita by Ririen Restya Sagita

Pesawat Indian Airlines

India menyatakan penolakannya terhadap penerapan pajak emisi karbon bagi setiap maskapai penerbangan yang terbang ke dalam dan keluar Eropa.

Untuk menunjukkan penolakannya, India mengancam akan melarang seluruh maskapai penerbangan Eropa terbang ke wilayah negaranya. Sebelumnya, maskapai penerbangan India juga telah menolak untuk menyerahkan laporan emisi karbon kepada Uni Eropa.

Selain India, negara-negara lainnya seperti Cina, Rusia, dan AS ikut menentang kebijakan emisi karbon yang diajukan oleh Uni Eropa. Menurut menteri penerbangan sipil India, Ajit Singh, penerbangan merupakan lalu lintas 2 arah, sehingga Uni Eropa tidak bisa begitu saja mengajukan peraturan untuk maskapai penerbangan dari negara lain.

Ajit Singh juga menyatakan bahwa kebijakan yang diberlakukan Uni Eropa akan membawa pengaruh buruk bagi India maupun kawasan Eropa. Pasalnya, kebijakan tersebut bisa menyebabkan jumlah permintaan penerbangan menurun sehingga pemasukan negara-negara Eropa dari sektor tersebut akan berkurang drastis.

via CNN : India warns EU over airline carbon tax

Uni Eropa Ingin Yunani Tetap di Zona Euro

1:50 pm in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Herman van Rompuy

Presiden Dewan Eropa, Herman van Rompuy, menyatakan bahwa para petinggi Eropa ingin agar Yunani tetap berada di zona euro. Namun, negara tersebut harus menghormati kesepakatan yang pernah dibuat mengenai penghematan anggaran.

Dalam pidatonya pada KTT Uni Eropa, Herman van Rompuy mengungkapkan bahwa Yunani perlu menerapkan penghematan lebih lanjut untuk memperbaiki kondisi perekonomian di negaranya.

Selain itu, van Rompuy juga menyatakan bahwa para petinggi Eropa mengerti akan usaha yang telah dilakukan oleh penduduk Yunani dalam menerapkan penghematan. Oleh karena itu, Uni Eropa akan mulai mengambil tindakan untuk membantu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Yunani.

Terkait pemilihan umum yang akan berlangsung di Yunani bulan Juni mendatang, van Rompuy berharap pemimpin Yunani berikutnya akan mendukung dan meneruskan segala komitmen yang pernah dibuat bersama dengan Uni Eropa, IMF dan ECB untuk tetap menjadi anggota zona euro. Meski demikian, para petinggi Eropa dikabarkan mulai mempersiapkan kemungkinan keluarnya Yunani dari zona tersebut.

via BBC News : EU wants Greece to stay in eurozone, says van Rompuy

Sign in PasarDana.com BETA
Silahkan login pada form dibawah ini. Belum memiliki akun PasarDana.com click here untuk Register!