Situs berbagi video milik Google, YouTube merilis sebuah aplikasi bernama “Capture” untuk iPhone. Aplikasi tersebut memungkinkan penggunanya merekam video kapanpun dimanapun mereka mau.Read the rest of this entry →
Google Inc mengumumkan bahwa pihaknya telah menghapus sekitar 640 video yang diduga mempromosikan terorisme di situs berbagi video miliknya – Youtube.
Menurut Google, penghapusan ratusan video tersebut dilakukan pada semester kedua tahun lalu atas permintaan dari Asosiasi Petugas Polisi Inggris (UK’s Association of Police Officers). Selain menghapus video, Google juga telah memblokir 5 akun yang mengunggah video tersebut ke Youtube.
Sepanjang periode Juli-Desember 2011, Google mengaku telah mendapatkan 461 perintah untuk menghapus 6.898 item berupa video ataupun tautan pada situs mesin pencari miliknya. Google menyatakan bahwa sejauh ini pihaknya baru menuruti sekitar 68% dari perintah penghapusan konten dari pengadilan.
Perusahaan internet asal Amerika Serikat tersebut menolak sejumlah permintaan penghapusan konten dari beberapa negara karena khawatir bahwa hal tersebut akan berpengaruh terhadap kebebasan berekspresi di internet. Salah satu yang ditolak Google berasal dari pemerintah Polandia yang meminta perusahaan tersebut menghapus segala macam tautan yang mengarah ke situs pengkritik Lembaga untuk Pengembangan Usaha (Agency for Enterprise Development) di negaranya.
Situs jejaring sosial terbesar di dunia, Facebook, telah digunakan oleh hampir 1 miliar orang di seluruh dunia. Meski demikian, pertumbuhan pengguna Facebook di Amerika Serikat mulai melambat.
Berdasarkan penelitian dari comScore Inc, jumlah kunjungan unik ke situs Facebook di bulan April 2012 telah mencapai 158 juta kali, meningkat 5% dibanding tahun sebelumnya. Namun, kenaikan kunjungan tersebut tercatat sebagai yang terendah sejak tahun 2008.
Menurut comScore, Facebook meraih kenaikan jumlah pengguna sebesar 24% pada bulan April 2011, sedangkan di tahun sebelumnya, pertumbuhan pengguna Facebook bahkan mencapai 89%.
Selain itu, comScore juga mencatatkan bahwa durasi waktu yang dihabiskan para pengguna Facebook di situs tersebut mengalami kenaikan sebesar 16% pada bulan April 2012. Di tahun sebelumnya, kenaikan durasi kunjungan ke Facebook adalah sekitar 23%.
Para pengguna Facebook di AS menghabiskan waktu lebih dari 6 jam dalam sebulan untuk mengakses situs tersebut. Lama kunjungan yang dilakukan oleh para pengguna internet ke Facebook telah melebihi lama kunjungan ke situs-situs populer lainnya seperti Youtube dan Yahoo.
Situs berbagi video milik Google, YouTube, memenangkan kasus persidangan melawan sebuah perusahaan televisi di Perancis.
Hakim sebuah pengadilan sipil di Perancis pada hari Selasa (29/5) memutuskan bahwa YouTube tidak wajib mengawasi seluruh konten video yang diunggah ke situsnya.
Pada tahun 2008 lalu, sebuah stasiun televisi Perancis TF1 menuntut YouTube ke pengadilan karena situsnya memuat beberapa video berisi acara televisi dan wawancara yang pernah disiarkan oleh TF1.
Menurut TF1, pihaknya memiliki hak komersil atas acara-acara tersebut sehingga YouTube tidak boleh menampilkan video tersebut. Tidak hanya itu, saluran televisi Perancis tersebut juga menuduh YouTube telah melakukan kompetisi yang tidak adil dan mengambil keuntungan dari acara-acara miliknya.
Sementara itu, hakim pengadilan Perancis menolak gugatan TF1 dengan menyatakan bahwa perusahaan tersebut gagal memberikan bukti kerugian yang ditimbulkan akibat dimuatnya tayangan video di YouTube. Untuk itu, hakim mewajibkan TF1 untuk membayar biaya persidangan sebesar 80.000 euro (US$100.000).
Situs microblogging populer, Twitter, tak bisa diakses selama 12 jam di Pakistan pada hari Minggu (20/5) kemarin.
Berdasarkan keterangan dari pemerintah Pakistan, akses ke Twitter memang ditutup pada hari Minggu karena adanya konten berisi ‘penghujatan’ terhadap Nabi Muhammad.
Pemerintah Pakistan menolak untuk memberi keterangan mengenai konten mana yang dianggap menghujat. Selain itu, pemerinta negeri tersebut juga enggan memberi alasan mengapa larangan akses ke Twitter hanya diberlakukan selama 12 jam.
Berdasarkan keterangan dari Menteri Dalam Negeri Pakistan yang juga seorang pengguna Twitter, Rehman Malik, pemblokiran Twitter dibatalkan karena ia segera menghubungi Perdana Menteri Pakistan untuk memperbolehkan akses ke Twitter.
Pada tahun 2011 lalu, Pakistan juga pernah memblokir Facebook karena adanya lomba menggambar Nabi Muhammad di situs tersebut. Selain Twitter dan Facebook, terdapat sekitar 1000 situs lainnya termasuk Youtube yang pernah diblokir di Pakistan.
Situs video sharing populer milik Google, Youtube, kalah dalam persidangan mengenai hak cipta melawan sebuah organisasi pemegang royalti di Jerman, Gema.
Gema berpendapat Youtube selama ini belum melakukan tindakan yang cukup untuk melarang beredarnya konten video yang melanggar hak cipta pada situs berbagi video miliknya.
Pengadilan setuju dengan klaim Gema dan memutuskan bahwa Youtube harus bertanggung jawab atas segala konten yang dimuat oleh pengguna situs tersebut.
Dalam persidangan tersebut, Gema mewakili sekitar 60.000 musisi dan penulis lagu di Jerman. Kekalahan dari Gema di persidangan bisa mengakibatkan Youtube harus membayar royalti dengan jumlah yang tidak sedikit.
Tidak hanya itu, Gema juga meminta Youtube untuk memasang pelindung pada situsnya untuk bisa mendeteksi pengguna Youtube yang berusaha mengunggah konten berisi hak cipta milik Gema.
Sementara itu, juru bicara Youtube menyatakan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas segala konten yang diunggah pengguna. Namun, Youtube akan merespon jika ada laporan tentang pelanggaran hak cipta di situsnya.
Hasil penelitian Extreme Tech yang dirilis oleh The Times of India menunjukkan bahwa sekitar 30% lalu lintas internet saat ini dikuasai oleh situs-situs pornografi.
Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa jumlah halaman yang dilihat di situs pornografi terbesar di dunia mencapai 4 miliar halaman. Setiap bulannya, situs tersebut memiliki jumlah kunjungan unik (unique visits) sebesar 350 juta kali, tiga kali lipat dari kunjungan ke situs berita CNN atau situs olahraga ESPN.
Sementara itu, data yang digunakan untuk memuat konten pada situs pornografi terbesar kedua di dunia mencapai 100 terabyte dengan total transfer data sekitar 100 gigabyte per hari. Beberapa bulan lalu, hacker mencuri ribuan nama pengguna dan kata sandi pada situs pornografi tersebut dan menyebarkannya di internet.
Sejauh ini, hanya situs sekelas Google dan Facebook yang mampu mengalahkan jumlah traffic dari situs-situs pornografi, dan hanya Youtube yang bisa menyaingi besar data yang ditransfer oleh situs-situs tersebut setiap harinya.
Youtube telah menjalin kesepakatan dengan Paramount Pictures terkait layanan rental film yang disediakan oleh situs berbagi video terpopuler milik Google tersebut.
Dengan masuknya Paramount Pictures, rental film Youtube kini ketambahan koleksi judul film sebanyak 500 buah, termasuk film fenomenal seperti “Transformer” dan “The Godfather”. Paramount Pictures menjadi perusahaan film kelima yang ikut menyediakan koleksi filmnya di Youtube.
Harga sewa satu judul film di rental online tersebut sekitar US$2,99 hingga US$3,99 dengan masa peminjaman selama 2 hari. Setelah 48 jam, pengguna Youtube tidak dapat lagi mengakses film yang telah ia sewa. Untuk menarik penikmat film agar mau menggunakan fasilitas rental di Youtube, situs tersebut menyediakan cuplikan dari berbagai koleksi film yang tersedia.
Kerjasama antara Paramount Pictures dengan Youtube kemungkinan akan mencairkan hubungan antara Youtube dan Viacom selaku pemilik Paramount Pictures. Pada tahun 2007 lalu, Viacom pernah menuntut Youtube yang dianggap sebagai sarana pelanggaran hak cipta.
Google membuat kejutan dengan menampilkan prototipe dari produk terbarunya, Google Glasses, melalui sebuah video di Youtube dan Google+.
Google Glasses merupakan sebuah produk yang memungkinkan penggunanya mengambil foto, melakukan panggilan, mencari informasi tentang cuaca dan arah jalan, serta mengakses internet hanya lewat perintah suara.
Sekilas, teknologi tersebut agak mirip dengan Siri yang ada pada iPhone 4S. Namun, Google bermaksud melakukan hal yang berbeda dengan menanamkan teknologi tersebut pada sebuah kacamata.
Dalam video yang dibuat Google untuk mendemonstrasikan produk terbarunya, Google Glasses mampu melakukan berbagai perintah termasuk mengambil foto dan mengunggahnya ke situs jejaring sosial dengan cepat dan sempurna. Sekilas Google Glass tampak seperti produk masa depan yang sering muncul di film fiksi ilmiah.
Menurut Google, proses pengembangan Google Glasses akan memakan waktu sekitar 2 tahun, dan produk tersebut akan segera dites oleh tim Google di hadapan publik. Meski teknologi pada Google Glasses sangat canggih, namun beberapa orang menyampaikan komentar miring terkait produk tersebut di Youtube.
Video Demonstrasi Google Glasses
Beberapa pengguna Youtube menyatakan bahwa Google Glasses bisa mengurangi kemampuan seseorang untuk melakukan segala sesuatu sendiri serta berpotensi melonjakkan angka kecelakaan lalu lintas.
EMarketer Inc, sebuah perusahaan riset yang berbasis di Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa Google bisa mengungguli Facebook dalam hal display ad pada tahun 2013 mendatang. Display ad adalah tampilan iklan pada website yang dilengkapi dengan gambar, banner atau video.
Menurut Comscore, tahun 2011 lalu Facebook menguasai sekitar 28% dari seluruh display ad yang ada di Amerika Serikat. Perusahaan pengelola situs jejaring sosial tersebut telah merebut posisi Yahoo sebagai pemilik display ad terbanyak tahun 2011 dan diprediksi akan mampu mempertahankan keunggulannya hingga akhir tahun ini.
Namun, pasar penguasaan display ad kemungkinan akan berubah pada tahun 2013. EMarketer Inc memperkirakan Google akan unggul dengan perolehan 19,8% display ad di berbagai website miliknya dengan total pendapatan sebesar US$3,68 milyar. Sementara itu, Facebook menguntit di belakang Google dengan meraih 17,7% display ad senilai US$3,29 milyar.
Salah satu faktor yang akan mempengaruhi keberhasilan Google adalah kekayaan produk website miliknya seperti situs mesin pencari Google, situs berbagi video Youtube, serta situs pengedit gambar Picassa yang akan menarik minat para advertiser untuk memasang iklan.
Atas perintah pengadilan India, Google menyatakan akan menyensor konten yang dianggap ofensif di negara tersebut. Konten yang dimaksud bisa berupa gambar tokoh agama tertentu serta tulisan yang bisa memicu permusuhan antara kelompok tertentu di India.
Seluruh konten tersebut akan disensor Google dari Youtube, blog, serta mesin pencari miliknya. Meski diblokir di India, Google menyatakan konten-konten tersebut akan tetap tersedia di berbagai negara lainnya.
Tidak hanya Google, perusahaan internet lain seperti Facebook dan Yahoo juga diperintahkan oleh pemerintah India untuk menghapus konten ofensif di websitenya. Namun, kedua website tersebut belum memberikan pernyataan apapun terkait perintah penghapusan konten tersebut.
Selama ini, pemerintah India memang terkenal ketat dalam mengatur kebijakan internet di negerinya, meski tidak seketat China. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2011, pemerintah India telah meminta Google untuk menghapus sekitar 358 konten di berbagai website miliknya.
Kemunculan smartphone yang dilengkapi dengan fitur kamera beresolusi tinggi serta kemampuan auto fokus dan pencahayaan yang baik membuat konsumen mulai berpaling dari kamera digital.
Pada bulan November 2011 lalu, penjualan kamera digital menurun sebanyak 17% dibanding tahun sebelumnya menjadi hanya 12 juta unit. Sementara itu, penjualan smartphone malah meroket menjadi 95 juta unit pada periode yang sama.
Untuk kembali merebut perhatian konsumen, produsen kamera seperti Samsung, Sony, dan Canon akan meluncurkan puluhan jenis terbaru kamera digital dengan harga terjangkau dalam event Consumer Electronics Show di Las Vegas minggu ini.
Kamera-kamera tersebut akan dilengkapi dengan beberapa fitur khusus, misalnya anti air dan auto fokus yang lebih tajam sehingga bisa menangkap gerakan cepat dengan sempurna.
Sebagai contoh, kamera digital terbaru dari Sony kini dilengkapi dengan kemampuan untuk mengambil gambar 3D serta mampu digunakan di dalam air. Samsung tak mau ketinggalan dengan menciptakan kamera digital yang bisa langsung dihubungkan ke situs-situs berbagi foto dan video seperti Facebook, Youtube, dan Flicker.
Melonjaknya transaksi perbelanjaan online menjelang perayaan Natal membuat perusahaan-perusahaan retailer dan pengiriman barang mengalami kesibukan yang luar biasa.
Kesibukan tersebut akhirnya mengakibatkan kekacauan yang berujung pada terjadinya beberapa kasus bagi perusahaan pengiriman barang dan retailer online.
Salah satu kasus yang tengah menjadi perbincangan banyak orang menimpa salah satu perusahaan pengirim barang terkemuka, FedEx. Seorang supir sekaligus pengirim barang FedEx tertangkap kamera ketika tengah melemparkan barang yang ia kirimkan ke halaman rumah seseorang. Padahal, barang yang ia lemparkan tersebut adalah sebuah LCD monitor yang sangat rentan terhadap benturan.
Video rekaman pelemparan barang tersebut kemudian diunggah ke Youtube, situs video sharing terpopuler, dan mendapat respon yang luar biasa besar dari pengguna situs tersebut. Akhirnya, pihak perwakilan FedEx mengunggah video lain di Youtube yang berisi permintaan maaf dari seluruh staf dan petinggi perusahaan tersebut.
video pengirim barang FedEx melemparkan barang kirimannya
Dalam blognya hari ini (21/12), Youtube meluncurkan daftar video yang paling banyak dilihat sepanjang tahun 2011. Daftar video tersebut terbagi menjadi 3 yaitu, video dari label rekaman, video selain dari label rekaman, serta channel Youtube yang paling banyak dilihat.
Di kategori video dari label rekaman, Jennifer Lopez dengan videonya yang berjudul “On the Floor” bersama dengan Pitbull muncul di posisi teratas. Video tersebut telah ditonton sebanyak sekitar 453 juta kali sejak pertama kali diluncurkan di Youtube pada bulan Maret lalu.
Sementara itu, posisi teratas dalam kategori video selain dari label rekaman ditempati oleh Rebecca Black dengan video klipnya yang berjudul “Friday”. Anehnya, meski menempati posisi teratas, video tersebut juga mendapat tag dislike terbanyak dengan perolehan lebih dari 302.000 tag dislike.
Posisi teratas dalam channel Youtube dimiliki oleh “machinima”, sebuah channel yang memperlihatkan berbagai grafis 3D dalam produksi film.
Lady Gaga dan Justin Bieber, dua orang penyanyi terpopuler di dunia, masuk ke dalam daftar 30 pemuda/i berprestasi di bawah umur 30 tahun versi majalah Forbes.
Selain menyanyi, Lady Gaga yang terlahir dengan nama Stefani Joanne Angelina Germanotta pada tanggal 28 Maret 1986 juga merupakan seorang penulis lagu. Ia menjalani profesi sebagai penulis lagu untuk sebuah perusahaan rekaman sampai kemudian seorang penyanyi terkenal, Akon, menyadari bakat Lady Gaga lalu mengontraknya sebagai penyanyi.
Sementara itu, Justin Bieber dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, sekaligus aktor, setelah membintangi film yang berjudul Never Say Never. Ia mulai menarik perhatian perusahaan rekaman setelah video penampilannya di Youtube mengundang perhatian jutaan pengguna situs video sharing tersebut.
Selain Gaga dan Bieber, kalangan muda terkenal lainnya yang juga masuk ke dalam daftar tersebut adalah sang pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, dan anak dari CEO perusahaan Oracle, David Ellison. Daftar lengkap ketiga puluh pemuda sukses tersebut akan dicantumkan di salah satu halaman majalah Forbes edisi Januari.
Nielsen, sebuah perusahaan peneliti global marketing dan advertising mengadakan survey untuk mengetahui aplikasi yang paling banyak digunakan pada sistem operasi Android.
Penelitian tersebut diadakan selama sebulan penuh dan diikuti oleh pengguna Android berusia 18 sampai 44 tahun di AS. Hasil survey tersebut menunjukkan bahwa Facebook merupakan aplikasi yang paling banyak digunakan di Android dari semua kalangan usia.
Selain Facebook, aplikasi top lainnya didominasi oleh situs-situs milik Google seperti Google Search, Gmail, Google Maps dan Youtube.
Pengguna Android berusia 18-24 tahun menempatkan Google Search sebagai situs terpopuler setelah Facebook dengan perolehan 77%, sementara pengguna lainnya yang berusia 25-44 tahun lebih sering menggunakan Gmail dibanding Google Search aplikasi terfavorit kedua.
Situs video terpopuler milik Google, Youtube, hanya menempati posisi kelima dengan perolehan sebanyak 64% di kelompok usia 18-24 tahun, 56% di kalangan usia 25-34, dan 51% dalam kelompok 35-44 tahun.
Sejak tanggal 1 Desember kemarin, Youtube menggunakan tampilan yang berbeda dari sebelumnya. Tampilan tersebut dimaksudkan Youtube untuk mempermudah penggunaan website dan menarik lebih banyak pengunjung.
Youtube juga menargetkan untuk bersaing dengan TV kabel dengan penambahan koleksi video original berkualitas tinggi serta lebih dari 100 channel video online milik selebritis papan atas seperti Madonna, Jay Z, dan Aston Kutcher.
Dalam tampilan terbarunya, Youtube menambahkan kolom pada sebelah kiri yang bisa digunakan para pengguna Youtube untuk mencari dan mengikuti atau men’subscribe‘ channel video tertentu. Selain itu, kolom tersebut juga dipenuhi dengan pilihan video terpopuler serta kategori video tertentu termasuk sport, berita, film, dan lain-lain.
Selain munculnya kolom di sebelah kiri Youtube, tampilan desain yang berbeda juga tampak pada warna yang digunakan website tersebut. Jika sebelumnya video-video di Youtube tampak kurang beraturan dengan background yang didominasi oleh warna putih, kini Youtube tampil lebih rapi dan elegan dengan kombinasi warna hitam, abu-abu, dan putih.
Google dan Disney telah mencapai kesepakatan untuk menyediakan layanan rental film di channel Youtube milik Disney. Dengan adanya layanan tersebut, pengguna Youtube bisa menonton film-film klasik maupun terbaru dari Disney dengan harga terjangkau.
Layanan rental film tersebut akan mulai tersedia hari ini dengan beberapa koleksi film. Rencananya, ratusan film Disney akan ditambahkan ke koleksi rental dalam beberapa minggu ke depan.
Pada awal pembukaan penyewaan film tersebut, Disney menawarkan beberapa judul film yang dapat disewa secara gratis selama 48 jam. Sementara itu, untuk dapat menyewa judul-judul terbaru, pengguna dikenakan biaya sekitar US$3,99 dengan jangka waktu yang sama yaitu 48 jam.
Kerjasama dengan Disney merupakan salah satu upaya Google untuk bersaing dengan Amazon dan Apple sebagai penyedia konten digital terbesar di dunia. Sebelumnya, Google juga telah merilis toko musik onlinenya dengan menggandeng 3 dari 4 perusahaan rekaman terbesar di dunia serta sekitar seribu label rekaman lainnya.
Disney telah mengeluarkan game untuk ponsel dan tablet yang berjudul “Where’s My Water”. Game yang dibintangi oleh karakter buaya bernama Swampy itu kini telah berhasil mengungguli Angry Birds dengan menduduki posisi teratas di App Store.
Perusahaan yang biasa memproduksi film kartun dan animasi tersebut mulai melebarkan bisnisnya dengan membuat aplikasi mobile game. Menurut Disney, membuat mobile game jauh lebih mudah dan murah dibanding membuat film.
Untuk membuat sebuah game, Disney hanya perlu mengeluarkan ratusan ribu dolar dan lama pengerjaan hanya sekitar 7 bulan. Sementara untuk membuat sebuah film, perusahaan tersebut perlu waktu selama 3 sampai 5 tahun serta biaya hingga ratusan juta dolar.
Keberhasilan pembuatan game juga bisa menjadi ajang promosi yang sangat bagus bagi Disney untuk membuat film atau produk-produk lainnya dengan menggunakan karakter dari game tersebut.
Saat ini, Disney tengah mempersiapkan serial animasi sebanyak 12 episode dengan menggunakan karakter Swampy. Rencananya, serial tersebut akan mulai tersedia di website resmi Disney serta channel khusus Disney di Youtube pada kuartal pertama 2012.
Setelah beberapa perusahaan hiburan menjalin kerjasama dengan Google untuk membuat channel Youtube, kini giliran Walt Disney yang menjalin kesepakatan dengan website video sharing terpopuler tersebut.
Walt Disney dan Youtube akan bekerjasama menggarap channel yang diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar US$10 juta hingga US$15 juta. Biaya produksi tersebut akan ditanggung secara seimbang oleh kedua perusahaan tersebut.
Channel Disney diperkirakan akan selesai digarap pada awal tahun 2012 mendatang dan dapat diakses baik dari Youtube maupun website milik Walt Disney.
Selama seminggu ini, Google memang tengah menjalin kerjasama dengan sekitar 100 perusahaan dan seniman untuk membuat channel Youtube khusus dengan harapan bisa menarik lebih banyak pengguna internet ke situs tersebut.
Perusahaan pembuat platform Android tersebut berpendapat bahwa video dengan kualitas HD yang didapat langsung dari sumbernya tentu akan lebih menarik perhatian penonton dibanding video-video unggahan pengguna Youtube yang terkadang kurang jelas.