Arsip : Yunani

Ada Lebih Dari 26 Juta Pengangguran di Eropa

9:59 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Ilustrasi Pengangguran

Angka pengangguran di Eropa pada November 2012 masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang dirilis oleh BBC News Selasa (8/1), tingkat pengangguran di seluruh negara Eropa telah mencapai 10,7%. Read the rest of this entry →

Krisis Lesukan Musim Belanja Natal di Eropa

9:26 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Salah Satu Pusat Perbelanjaan di Inggris

Akhir Desember biasanya menjadi saat-saat tersibuk bagi pusat-pusat perbelanjaan hingga toko-toko kecil di Eropa. Namun, semenjak krisis ekonomi menghantui Eropa, kehebohan momen belanja Natal dan Tahun Baru tak lagi terlihat di dataran tersebut. Read the rest of this entry →

Masalah Penghindaran Pajak Masih Hantui Yunani

9:56 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Bendera Yunani

Meski berhasil memperoleh kenaikan peringkat kredit dari Standard & Poor’s, Yunani masih harus berhadapan dengan masalah penghindaran pajak yang kian marak di negaranya. Read the rest of this entry →

Peringkat Kredit Yunani Naik 6 Tingkat

8:49 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Tabel Peringkat Kredit

Standard & Poor’s, salah satu lembaga pemeringkat kredit internasional, telah menaikkan peringkat kredit Yunani sebanyak 6 tingkat Read the rest of this entry →

Yunani Segera Dapatkan Dana Bailout Senilai US$57 M

9:21 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Uang Kertas Euro

Dana bailout Yunani senilai 49,1 miliar euro (US$57 miliar) telah disetujui oleh Bank Sentral Eropa (ECB), Dana Moneter Internasional (IMF) dan Komisi Eropa pada hari Kamis (13/12) kemarin. Read the rest of this entry →

Negara Bermasalah Diusulkan Keluar Sementara Dari Zona Euro

6:54 pm in Berita, Highlight, Internasional by Fajri Gelu

Logo Mata Uang Euro

Krisis keuangan yang kian akut yang menerpa Eropa tanpa ada gambaran kapan terselesaikan, membuat salah satu ekonom ternama asal Jerman, Hans Werner Sinn, mengusulkan agar Yunani ataupun negara-negara di kawasan itu yang kesulitan keuangannya kian hebat, agar keluar sementara dari kawasan mata uang tunggal euro.

Gagasan yang cukup menarik itu disampaikan Sinn dalam tulisan opininya di Financial Times. Ia menjelaskan, negara-negara bersangkutan nanti bisa ikut kembali bergabung dalam zona euro setelah perekonomian dan daya saing negara-negara tersebut telah pulih kembali.

Inti dari gagasan ini, terang Sinn, adalah memberi kesempatan kepada negara-negara yang keadaan keuangannya semakin sulit sebuah status anggota asosiasi di mana mereka dapat menggunakan mata uang mereka sendiri dengan tetap memberi pilihan kepada mereka untuk kembali ke euro.

Dalam opini yang dirilis Rabu (1/8/2012), Sinn bersama koleganya, Jual Friedrich, profesor Bundeswehr University di Munich, menyarankan agar nantinya bila negara-negara tersebut ingin kembali bergabung dengan zona euro, diberlakukan mekanisme seperti halnya sebuah negara yang baru mau bergabung, yakni diharuskan mengambil bagian dalam pengaturan Mekanisme Nilai Tukar Eropa II (ERM II) selama dua tahun sebelum resmi menjadi anggota.

Antonis Samaras Dilantik Sebagai Perdana Menteri Yunani

1:33 pm in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Antonis Samaras

Pimpinan Partai Demokrasi Baru, Antonis Samaras, akhirnya dilantik sebagai Perdana Menteri Yunani yang baru pada hari Rabu (20/6).

Peresmian dilakukan setelah Antonis Samaras bertemu dengan Presiden Karolos Papoulias di kediamannya. Presiden Yunani tersebut meminta Samaras untuk membentuk pemerintahan Yunani yang baru.

Antonios Samaras dinobatkan sebagai Perdana Menteri Yunani untuk menggantikan Panagiotis Pikrammenos setelah partainya memenangkan pemilihan umum yang berlangsung tanggal 17 Juni lalu dengan total perolehan suara mencapai 29,7%.

Kemenangan Partai Demokrasi Baru dalam pemilu tersebut sedikit menghapus kekhawatiran akan keluarnya Yunani dari zona euro. Pasalnya, partai tersebut menyatakan mendukung dana bailout beserta persyaratan yang diajukan oleh Uni Eropa dan IMF.

Meski mendukung dan menerima persyaratan dana bailout, Antonis Samaras mengaku berniat menegosiasikan ulang ketentuan penghematan ketat yang diajukan oleh Uni Eropa, IMF, dan ECB sebagai syarat bagi Yunani untuk menerima dana bailout. Untuk itu, pemerintah Yunani yang baru akan bertandang ke Brussel bulan ini untuk menemui para petinggi Uni Eropa.

via CNN : Samaras sworn in as head of new Greek government

Yield Obligasi Spanyol Kembali Naik Hingga Lebih Dari 7%

4:38 pm in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Penampakan Kota Sevilla di Spanyol

Biaya pinjaman obligasi berjangka 10 tahun Spanyol kembali melonjak ke level 7,1% pada hari ini (19/6) setelah sempat menurun menjadi 6,9% akhir minggu lalu.

Kemenangan partai pro-bailout dalam pemilihan umum di Yunani tidak mampu menyurutkan keraguan investor akan kemampuan Spanyol dalam mengatasi krisis dan mengurangi beban utang negaranya.

Para ahli memprediksi bahwa Spanyol tidak akan mampu mempertahankan kondisi keuangan yang stabil dengan biaya pinjaman di atas 7% dalam jangka panjang. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, Spanyol kemungkinan akan memerlukan dana bailout dari Uni Eropa serta IMF.

Sebelumnya, Uni Eropa telah sepakat untuk menggelontorkan dana bailout sebesar 100 miliar euro (US$126 miliar) untuk rekapitalisasi perbankan di Spanyol. Namun, adanya dana bailout malah menambah kekhawatiran investor terhadap kemampuan Spanyol dalam membayar kembali utang-utangnya.

Lembaga pemeringkat kredit dunia, Moody’s, Fitch Ratings dan Standard & Poor’s juga telah memangkas peringkat kredit negara tersebut hingga 2 sampai 3 tingkat. Moody’s menurunkan peringkat kredit Spanyol menjadi Baa3, Fitch Ratings menempatkan Spanyol di level BBB, sedangkan S&P melabeli Spanyol dengan peringkat BBB+.

via CNN Money : Spanish bond yields top 7% (again)

G20 Minta Eropa Lakukan Segalanya Untuk Atasi Krisis

10:12 am in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Para Petinggi G20 di KTT 2011

Pada KTT G20 yang berlangsung di Los Cabos, Meksiko, mulai hari Senin (18/6) kemarin, para petinggi G20 meminta Eropa untuk menerapkan segala macam kebijakan guna mengatasi krisis di wilayahnya.

Dalam perkumpulan 20 negara dengan perekonomian terbesar di berbagai wilayah tersebut, sebagian besar petinggi negara mengkhawatirkan kondisi perekonomian di kawasan euro yang dulunya tercatat sebagai zona ekonomi tunggal terbesar di dunia.

Kemenangan partai pro-bailout pada pemilihan umum di Yunani hari Minggu (17/6) lalu belum memberikan lonjakan berarti di bursa dari berbagai belahan dunia. Padahal, kemenangan partai Demokrasi Baru di Yunani telah menyurutkan kekhawatiran akan keluarnya Yunani dari zona euro yang bisa memicu terjadinya kekacauan perekonomian.

Para petinggi G20 menyuarakan kekhawatiran setelah melihat hanya ada sedikit kemajuan dalam penanganan krisis di Eropa. Oleh sebab itu, pimpinan Bank Dunia Robert Zoellick menyatakan menunggu Eropa menjelaskan kondisi krisis yang sebenarnya sedangkan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper meminta Uni Eropa melakukan perubahan terstruktur guna mengatasi krisis.

Menanggapi kekhawatiran para petinggi G20, Jose Manuel Barosso selaku Presiden Komisi Eropa menyatakan bahwa masalah perekonomian saat ini tidak hanya dihadapi oleh Eropa melainkan dunia. Lebih lanjut, Barosso juga menegaskan bahwa sejauh ini Uni Eropa telah memasang pertahanan yang kuat dalam menangani krisis ekonomi di wilayahnya.

via BBC News : G20 summit: Leaders alarmed over eurozone crisis

Partai Demokrasi Baru Raih Mayoritas Suara di Pemilu Yunani

8:49 am in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Bendera Yunani

Partai Demokrasi Baru yang mendukung dana bailout beserta segala persyaratannya untuk Yunani akhirnya berhasil meraih mayoritas suara dalam pemilihan umum hari Minggu (17/6) kemarin.

Kemenangan partai pro-bailout memberikan ketenangan sementara bagi negara-negara anggota zona euro yang mulai mempersiapkan diri atas kemungkinan keluarnya Yunani dari zona mata uang tunggal tersebut jika partai SYRIZA memenangkan pemilihan umum.

Kementerian Dalam Negeri Yunani merilis hasil penghitungan atas 97% surat suara yang masuk. Berdasarkan data tersebut, partai Demokrasi Baru berhasil meraih 29,7% suara, partai SYRIZA memperoleh 26,9% suara, sedangkan partai Sosialis PASOK mendapatkan suara sebanyak 12,3%.

Dengan hasil tersebut, jumlah gabungan kursi yang dimiliki oleh partai Demokrasi Baru dan PASOK akan mencapai 162 kursi, lebih dari separuh jumlah kursi yang tersedia di parlemen Yunani. Kedua partai tersebut sama-sama mendukung adanya dana bailout dari Uni Eropa, IMF, dan ECB, beserta segala penghematan ketat yang harus diterapkan Yunani.

Sejak tahun 2010 lalu, total dana bailout dari IMF dan Uni Eropa untuk Yunani telah mencapai 240 miliar euro (US$304 miliar). Namun, sebagai syarat untuk menerima dana bantuan tersebut, Yunani diharuskan melakukan pemotongan anggaran besar-besaran di berbagai bidang. Hal tersebut menyebabkan penduduk Yunani mulai terbagi ke dua sisi yaitu menerima dana bailout dan segala kebijakan penghematan atau keluar dari zona euro.

via Reuters : Greek pro-bailout parties secure ruling majority

Uni Eropa Pinjamkan US$125 Miliar Untuk Bank-bank Spanyol

2:47 pm in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Kantor Bankia, Bank Terbesar Keempat di Spanyol

Para petinggi Uni Eropa sepakat untuk memberikan pinjaman sebesar 100 miliar euro (US$125 miliar) untuk bank-bank di Spanyol pada hari Sabtu (9/6) lalu.

Sebelumnya, IMF memperkirakan bahwa bank-bank tersebut akan membutuhkan dana bantuan sekitar 40 miliar euro, namun Fitch Ratings memprediksi bahwa besar bantuan yang dibutuhkan Spanyol akan berkisar antara 60-100 miliar euro.

Kabar mengenai pemberian dana bantuan sebesar US$125 miliar untuk Spanyol menyebabkan nilai tukar euro terhadap dolar AS melonjak hingga 1% ke level US$1,26694 hari ini (11/6). Lonjakan nilai euro sebesar 1% tercatat sebagai yang tertinggi sejak 8 bulan yang lalu.

Tidak hanya itu, bursa Eropa, Asia, dan Amerika juga ikut melonjak seiring dengan beredarnya kabar tersebut. Meski demikian, para analis khawatir bahwa lonjakan yang terjadi saat ini hanya akan menjadi kelegaan sementara mengingat Yunani akan segera menentukan masa depannya pada tanggal 17 Juni mendatang.

Saat itu, Yunani akan mengadakan pemilihan umum yang akan berpengaruh besar terhadap keluar atau tidaknya negara tersebut dari zona euro. Sebelumnya, para petinggi Eropa bahkan Wakil Presiden Boediono telah menyarankan Yunani untuk tetap mempertahankan keanggotaan euro dan terus menjalankan penghematan anggaran yang telah disepakati sebelumnya.

via Reuters : Global shares, euro jump as EU aids Spanish banks

49% Penduduk Jerman Ingin Yunani Keluar Dari Zona Euro

2:52 pm in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Bendera Yunani

Hasil survey yang dirilis oleh sebuah majalah di Jerman, Stern, menunjukkan bahwa 49% penduduk negara tersebut ingin Yunani keluar dari zona euro.

Hanya sekitar 39% penduduk Jerman menginginkan Yunani tetap menjadi bagian dari euro. Sementara itu, 33% responden mengaku khawatir jika krisis Yunani akan memperparah kondisi perekonomian di zona tersebut.

Hasil survey juga menunjukkan bahwa 2 per 3 penduduk Jerman ingin agar kanselir Angela Merkel terus memaksa Yunani untuk menerapkan penghematan anggaran yang telah disepakati sebelumnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, penduduk Yunani dan salah satu partai politik negara tersebut memang menyuarakan penentangan terhadap penghematan ketat yang diwajibkan oleh Uni Eropa, ECB, dan IMF.

Majalah Stern merilis hasil survey yang dilakukan oleh institut penelitian Forsa mengenai kondisi krisis Eropa dan keanggotaan Yunani di zona euro. Survey tersebut diikuti oleh 1.001 orang responden yang seluruhnya merupakan penduduk Jerman.

via Reuters : Nearly half of Germans want Greece to leave euro: poll

Yunani Miliki Jam Kerja Tertinggi di Eropa

3:03 pm in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Gedung Parlemen Yunani

Yunani yang tengah dilanda krisis ekonomi berkepanjangan ternyata memiliki jam kerja paling banyak di kawasan Eropa. Pernyataan tersebut didapat dari laporan rata-rata jam di dunia yang dirilis oleh OECD.

Berdasarkan laporan OECD, penduduk Yunani rata-rata bekerja selama lebih dari 2.000 jam dalam setahun. Sementara itu, Italia membuntuti di belakang Yunani dengan total jam kerja penduduk per tahun mencapai hampir 1.800 jam.

Jerman dan Perancis yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar pertama dan kedua di Eropa malah memiliki jam kerja yang relatif sedikit yaitu sekitar 1400 jam per tahun.

Hasil penelitian OECD tersebut cukup mengherankan sebab Yunani yang memiliki jam kerja paling panjang kini malah mengalami krisis ekonomi terparah di wilayah Eropa.

Menurut seorang ahli, kondisi perekonomian suatu negara tidak hanya ditentukan oleh tingginya jam kerja tetapi juga tingkat produktivitas, tingkat korupsi, teknologi yang dimiliki, ketersediaan pasokan bahan baku, kemudahan mendapatkan modal, dan lain sebagainya. Yunani cenderung lemah dalam seluruh bidang tersebut sehingga kondisi perekonomiannya masih memburuk meskipun penduduknya tergolong ‘rajin bekerja’.

via The Atlantic : Why Does the Laziest Country in Europe Work the Most?

Pimpinan IMF Dikecam Karena Tak Bayar Pajak

2:13 pm in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Christine Lagarde

Christine Lagarde, pimpinan IMF saat ini, mendapat kecaman keras dari Yunani akibat komentarnya yang menyatakan bahwa banyak penduduk Yunani yang tidak membayar pajak.

Dalam sebuah wawancara dengan harian Inggris, Guardian, pada hari Jumat (25/5) lalu, Christine Lagarde menyampaikan bahwa masih banyak penduduk Yunani yang berusaha menghindari pajak.

Berdasarkan kabar yang dirilis oleh Guardian hari Selasa (29/5) kemarin, Christine Lagarde sendiri tidak pernah membayar pajak selama menjabat sebagai pimpinan IMF. Wanita berusia 56 tahun tersebut mendapat gaji sebesar US$467.940 dan tunjangan tambahan senilai US$83.760 setiap tahunnya tanpa dikenakan pajak sepeserpun.

Jika dihitung-hitung, besar penghasilan yang diterima oleh Christine Lagarde lebih besar dibanding pendapatan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama, namun Barrack Obama tetap harus membayar pajak.

Namun, bebasnya Christine Lagarde dari kewajiban membayar pajak bukanlah sebuah upaya penghindaran pajak melainkan ketentuan yang telah diatur dalam Konvensi Wina mengenai hubungan diplomatik pada tahun 1961 silam. Dalam ketentuan tersebut, seluruh agen diplomatik seperti pejabat IMF, Bank Dunia, serta PBB, dibebaskan dari ketentuan membayar pajak.

via theguardian : Christine Lagarde, scourge of tax evaders, pays no tax

Boediono Minta Yunani Untuk Bertahan di Zona Euro

11:12 am in Berita, Highlight, Nasional by Ririen Restya Sagita

Wakil Presiden Boediono

Wakil Presiden Boediono meminta Yunani untuk tetap bertahan di zona euro guna mencegah terjadinya situasi ekonomi yang lebih buruk di Eropa.

Pernyataan tersebut disampaikan Boediono dalam wawancara dengan The Wall Street Journal yang dirilis pada hari Senin (28/5) kemarin. Menurut Boediono, Yunani harus tetap di zona euro demi kepentingan bersama.

Wakil Presiden Indonesia yang menjabat sejak tahun 2009 itu juga menyatakan bahwa Yunani bisa belajar dari pengalaman Indonesia saat menghadapi krisis ekonomi terparah tahun 1998 silam. Saat itu, laju inflasi melesat tajam sehingga perekonomian Indonesia tercatat mengalami kemerosotan sebesar 14%.

Indonesia terpaksa harus menjalani langkah penghematan ketat yang diwajibkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) sebelum memberikan bantuan keuangan untuk negeri ini. Beberapa langkah yang harus ditempuh Indonesia adalah pemotongan anggaran, penjualan aset-aset bermasalah, serta pemangkasan beban utang.

Kini, kondisi perekonomian Indonesia semakin membaik. Pada tahun 2011 lalu, negeri ini mampu meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5%, tertinggi sejak tahun 1998. Menurut Boediono, Yunani juga perlu menerapkan langkah-langkah yang menyakitkan untuk bisa memulihkan kembali perekonomiannya. Untuk itu, negara tersebut perlu bertahan di zona euro meskipun harus menerapkan lebih banyak kebijakan penghematan.

via The Wall Street Journal : Indonesia Urges Greece to Remain in the Euro

Komentar Pimpinan IMF Picu Kemarahan Penduduk Yunani

9:11 am in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Christine Lagarde

Halaman Facebook milik pimpinan IMF, Christine Lagarde, dibanjiri ribuan komentar berisi kecaman dan kritikan dari para penduduk Yunani sehubungan dengan pernyataan yang disampaikan Christine Lagarde kepada The Guardian, sebuah harian di Inggris.

Dalam wawancaranya dengan The Guardian, Christine Lagarde menyatakan bahwa banyak penduduk Yunani yang masih menghindari pajak. Tidak hanya itu, pimpinan IMF tersebut juga mengungkapkan bahwa ia lebih memikirkan kondisi anak-anak di Nigeria ketimbang keadaan Yunani saat ini.

Para petinggi partai politik di Yunani menganggap pernyataan Lagarde tersebut telah menghina seluruh penduduk Yunani. Pimpinan partai sosialis Yunani, Evangelos Venizelos, menegaskan bahwa tidak ada yang boleh menghina penduduk Yunani di masa krisis seperti ini. Sementara itu, pimpinan partai Syriza, Alexis Tsipras, berpendapat penduduk Yunani selama ini selalu membayar pajak dan tidak bisa menghindari pembayaran pajak.

Kritikan untuk Lagarde tidak hanya datang dari dalam Yunani tetapi juga dari negara-negara Eropa lainnya termasuk Perancis. Sebagian besar petinggi politik Perancis berpendapat Christine Lagarde seharusnya tidak mengutarakan komentar tersebut. Salah seorang pimpinan partai politik Perancis, Jean-Luc Melenchon, bahkan menyatakan bahwa Christine Lagarde seharusnya mundur dari jabatan sebagai pimpinan IMF karena komentar tersebut.

via BBC News : Greeks riled by Lagarde’s ‘tax-dodging’ comments

Korsel Miliki Jam Kerja Terpanjang di Dunia

2:29 pm in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Suasana di Dalam Kantor

Berdasarkan data dari Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD), Korea Selatan memiliki jam kerja terpanjang di seluruh dunia. Rata-rata jam kerja setiap penduduk di negara tersebut mencapai 2.193 jam dalam 1 tahun.

Peringkat kedua ditempati oleh Chili dengan rata-rata jam kerja tahunan mencapai 2.068 jam. Sementara itu, Yunani yang tengah dilanda krisis terparah di Eropa berada di posisi ketiga dengan total jam kerja setiap tahunnya sebesar 2.017 jam.

Menurut OECD, Korea Selatan memiliki jam kerja yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju lainnya di kawasan Asia seperti Jepang. Meski sebagian penduduk Jepang terkenal sebagai pekerja keras dengan jumlah jam kerja yang berlebihan, rata-rata jam kerja di negara tersebut hanya 1.700 jam setiap tahunnya.

Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penduduk Jepang yang hanya melakukan kerja paruh waktu sehingga jam kerjanya cenderung sedikit. Jepang berada di tengah-tengah dalam daftar negara maju dengan jam kerja terpanjang di dunia. Sementara itu, Jerman, Belanda, dan Inggris tercatat sebagai negara yang menempati posisi 3 terbawah dalam daftar tersebut.

via BBC News : Who works the longest hours?

Uni Eropa Ingin Yunani Tetap di Zona Euro

1:50 pm in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Herman van Rompuy

Presiden Dewan Eropa, Herman van Rompuy, menyatakan bahwa para petinggi Eropa ingin agar Yunani tetap berada di zona euro. Namun, negara tersebut harus menghormati kesepakatan yang pernah dibuat mengenai penghematan anggaran.

Dalam pidatonya pada KTT Uni Eropa, Herman van Rompuy mengungkapkan bahwa Yunani perlu menerapkan penghematan lebih lanjut untuk memperbaiki kondisi perekonomian di negaranya.

Selain itu, van Rompuy juga menyatakan bahwa para petinggi Eropa mengerti akan usaha yang telah dilakukan oleh penduduk Yunani dalam menerapkan penghematan. Oleh karena itu, Uni Eropa akan mulai mengambil tindakan untuk membantu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Yunani.

Terkait pemilihan umum yang akan berlangsung di Yunani bulan Juni mendatang, van Rompuy berharap pemimpin Yunani berikutnya akan mendukung dan meneruskan segala komitmen yang pernah dibuat bersama dengan Uni Eropa, IMF dan ECB untuk tetap menjadi anggota zona euro. Meski demikian, para petinggi Eropa dikabarkan mulai mempersiapkan kemungkinan keluarnya Yunani dari zona tersebut.

via BBC News : EU wants Greece to stay in eurozone, says van Rompuy

Papademos: Yunani Harus Terus Lakukan Penghematan

11:15 am in Berita, Internasional by Ririen Restya Sagita

Lucas Papademos

Mantan Perdana Menteri Yunani, Lucas Papademos, menyatakan bahwa Yunani harus terus melakukan penghematan anggaran sesuai dengan kesepakatan yang dibuat sebelumnya dengan IMF, ECB, dan Uni Eropa.

Menurut Papademos, kegagalan menerapkan penghematan bisa menyebabkan Yunani harus keluar dari zona euro. Jika hal tersebut sampai terjadi, maka konsekuensi yang harus diterima oleh Yunani dan seluruh negara Eropa serta dunia akan sangat besar.

Keluarnya Yunani dari zona euro akan mengakibatkan kehancuran ekonomi, melonjakkan inflasi, serta menimbulkan ketegangan sosial di Yunani, Eropa, bahkan dunia.  Papademos  memperkirakan total kerugian akibat keluarnya Yunani adalah sekitar 500 sampai 1 triliun euro (US$639 miliar sampai US$1,28 triliun).

Meski kondisi tersebut tidak diinginkan oleh siapapun, mantan wakil presiden ECB tersebut berpendapat bahwa banyak pihak kini mulai mempersiapkan kemungkinan keluarnya Yunani dari euro. Pasalnya, negara tersebut tak lagi mampu memenuhi seluruh anggarannya tanpa adanya bantuan dari berbagai sumber.

via The Wall Street Journal : Ex-Premier To Greece: Stick to Austerity

Perekonomian Tetap, Zona Euro Terhindar dari Resesi

10:08 am in Berita, Highlight, Internasional by Ririen Restya Sagita

Bendera Eropa

Perekonomian zona euro tidak mengalami pertumbuhan ataupun penyusutan pada kuartal pertama tahun 2012. Dengan demikian, zona tersebut terhindar dari resesi setelah mengalami penyusutan perekonomian sebesar 0,3% pada kuartal sebelumnya.

Keberhasilan zona euro menghindari resesi dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi sebesar 0,5% yang dialami Jerman dalam tiga bulan pertama tahun ini. Jerman tercatat sebagai negara dengan perekonomian terbesar di kawasan tersebut.

Sementara itu, Perancis yang memiliki perekonomian terbesar kedua di zona euro tidak mampu meraih pertumbuhan ekonomi pada kuartal lalu. Negara tersebut tengah menghadapi perubahan setelah Francois Hollande terpilih sebagai Presiden Perancis yang baru.

Sebelumnya, Francois Hollande menyatakan akan lebih mengutamakan pertumbuhan ekonomi ketimbang pemotongan anggaran guna memperbaiki perekonomian di negaranya. Padahal, pemotongan anggaran merupakan salah satu langkah untuk mengatasi krisis yang diusulkan Jerman dan telah disepakati oleh negara-negara anggota euro.

Negara Eropa lainnya seperti Spanyol, Italia, dan Yunani masih kesulitan untuk keluar dari krisis dengan adanya penyusutan ekonomi di negara masing-masing. Spanyol mengalami penyusutan ekonomi sebesar 0,3%, Italia 0,8%, dan Yunani 6,2%.

via BBC News : Eurozone avoid recession after strong German growth

Sign in PasarDana.com BETA
Silahkan login pada form dibawah ini. Belum memiliki akun PasarDana.com click here untuk Register!